RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
DI Dalam kamar


__ADS_3

Setelah selesai mandi Cahaya keluar dari kamarnya berjalan menuruni anak tangga dan berjalan menuju dapur tempat dimana mbok ijah berada. namun saat hendak melangkah kedapur ia melihat seorang wanita setengah berlari menaiki anak tangga menuju kamar dimana Reihan berada. Mata Cahaya membulat melihat Clara ya wanita yang baru saja datang dan setengah berlari itu tanpa permisi telah masuk ke dalam kamarnya.


" Non!" mbok ijah menepuk Cahaya yang sedang berdiri menatap Clara telah masuk kedalam kamar dimana suaminya tengah tertidur.


" iya mbok "


" Non sedang lihat apa?"


" ahh.... gak ada mbok." Cahaya tersenyum berbohong. " aku keatas dulu ya mbok " Cahaya lalu dengan perlahan menaiki anak tangga dengan pandangan tertuju pada satu kamar.


Sementara Clara yang baru saja masuk kedalam kamar Reihan menyunggingkan senyuman amarah yang awalnya menggebu karena merasa dicampakan begitu saja di cafe kini telah pudar. Clara berjalan mendekati Reihan yang sedang terlelap diatas kasur.


ia menatap lekat sang pujaan hatinya dan membelai lembut wajah Reihan yang masih tertidur pulas.


CUPđź’‹


Clara mendaratkan bibirnya di bibir Reihan. ia tersenyum melihat wajah tampan Reihan yang masih terpejam. untuk yang kedua kali Clara mencium bibir Reihan dan bahkan ********** dengan lembut. Reihan yang masih memejamkan mata merasakan ada sentuhan lembut dibibirnya. Tanpa membuka mata ia langsung membalas ciuman Clara dan hal itu membuat Clara merasa sangat senang dibuatnya.


" Cepat sekali amarahmu menghilang. kau benar-benar sangat mencintaiku Cahaya dan kini Kau sungguh ingin menggodaku rupanya" Reihan mengira yang berada di sampingnya dan menciumnya adalah Cahaya lalu ia menarik tubuh Clara dalam pelukannya sontak hal tersebut membuat Clara semakin senang namun tidak dengan Reihan saat itulah ia tersadar jika wanita yang sedang ia cium dan berada dalam pelukannya bukanlah tubuh isterinya karena ia tau bentuk tubuh Cahaya yang begitu mungil sedangkan wanita yang berada dalam pelukannya tingggi dan cukup berisi. Reihan dengan kasar membuka mata dan menghentikan aksinya. betapa terkejutnya Reihan mendapati Clara yang berada didalam kamarnya.

__ADS_1


" Kau..... Sedang apa kau dikamarku, bagaimana bisa kau berada disini?" dengan wajah terkejut mata Reihan menyisir kamarnya mencari keberadaan Cahaya.


" Memangnya kau kira siapa sayang, mengapa wajahmu setegang itu. apakah kau mengharapkan wanita lain yang menciummu?" Ucap Clara manja dengan tangan yang membelai dada bidang Reihan dan kembali mencium Reihan lembut.


Reihan melepaskan ciumannya dan menghentikan gerakan tangan Clara yang masih membelai dada bidangnya saat ia melihat kearah pintu yang tidak tertutup rapat ada sepasang bola mata yang terlihat berkaca-kaca sedang menatap kearahnya dan mulut yang dibekap oleh tangannya sendiri. dengan raut wajah memerah karena terbakar api cemburu Cahaya langsung berlari menuruni anak tangga pergi keluar dari rumah sambil menangis.


CAHAYA đź’”


" Mengapa kau lakukan itu dikamar kita mas, kau benar-benar keterlaluan. kau anggap apa aku ?"


Batin Cahaya.


" Kau mau kemana sayang?" tanya Clara yang berdiri disampingnya dengan tangan melingkar di perut Reihan.


" Aku Tidak kemana-kemana". Reihan berjalan mendekati daun pintu. "kau tidak menutup pintu dengan rapat bagaimana kalau ada yang melihat?" Reihan membuka pintu lebih lebar melihat sekeliling namun tidak melihat sosok yang dicari.


REIHAN❤


"Dia pasti sudah melihat semuanya" gumam Reihan dalam hati.

__ADS_1


" Maaf sayang, melihatmu tertidur seperti itu membuatku sangat tergoda.!" Clara berjalan mendekati Reihan.


" Bagaimana kalau kita melanjutkannya sayang !" Bisik manja Clara ditelinga Reihan.


Reihan menatap wajah Clara menarik dagunya ia ingin mendaratkan ciuman dibibir Clara namun tiba-tiba Reihan terhenti wajah Cahaya seketika muncul dalam ingatannya. ia mendorong pelan tubuh Clara hingga keduanya ada jarak.


" Ada apa sayang?" Tanya Clara penasaran dengan sikap Reihan yang terlihat resah.


" Tidak ada apa-apa, sebaiknya kita turun aku tidak mau sampai papah melihatmu ada dikamarku. kau tau sendiri bagaimana sikap papah kan?" Reihan berusaha mencari alasan untuk menghindari kecurigaan Clara.


" Baiklah kalau begitu, ayo kita turun.!" Clara manggandeng tangan Reihan keluar dari kamarnya menuju lantai bawah.


Langit mulai mendung kilatan petir saling bersahut-sahutan.Sementara Cahaya pergi tanpa tau arah tujuan. ia berlari terus berlari dengan air mata yang masih mengalir membasahi pipi. Hujanpun akhirnya turun membasahi jalan airmata Cahayapun telah berbaur menjadi satu dengan derasnya air hujan.


Brukkhhhh....


Tubuh Cahaya jatuh di tepi jalan. karena kelelahan tubuh mungilnya tak sanggup lagi untuk berlari. ia menangis sesenggukan ditengah derasnya guyuran air hujan. ia memukul - mukul jalan beraspal dengan kedua tangannya sampai tanpa ia sadari darah segar mengalir dari kedua telapak tangannya.


" Bangunlah, Jangan melukai dirimu sendiri hanya karena seseorang yang tidak memperdulikanmu!" Seorang pria tampan bertubuh tegap tinggi dan berwajah oriental berdiri dihadapan Cahaya dengan mengulurkan tangannya.

__ADS_1


Cahaya menengadahkan kepalanya menatap lekat pria itu.


__ADS_2