
Cahaya bernostalgia di toko bunga tersebut ketika bersama ayahnya semasa hidup. cahaya menjelajahi seisi toko dengan perasaan yang tidak dapat diukir dengan kata-kata hatinya terasa sakit dan sedih ketika bayang wajah ayahnya terlintas begitu jelas dalam ingatannya. cahaya ingin sekali menangis namun sebisa mungkin ia menahannya karena ia ingat sudah berjanji dengan suaminya untuk tidak menangis.
Reihan mengikuti setiap langkah cahaya dari belakang ia membiarkan cahaya dengan masa lalunya.
" pak tejo?" tanya Reihan yang melihat pak tejo sedang merangkai bunga ditoko bunga tersebut.
" tuan Reihan " sapa pak tejo dan membungkuk memberi hormat.
" pak tejo kok disini?"
" iya tuan, saya yang membantu mengelola toko bunga ini" pak tejo lalu mengajak Reihan duduk di kursi yang ada di dalam toko bunga dan mempersilahkannya duduk.
Reihan duduk dikursi yang di setiap sudutnya terdapat beberapa rangkaian bunga yang tertata rapih.
Pak tejo menceritakan banyak hal tentang cahaya dan ayahnya pada Reihan sampai cahaya akhirnya dibawa oleh papahnya, sepontan timbul kembali rasa bersalah pada diri Reihan terhadap cahaya setelah mendengar semua cerita tentangnya.
Reihan menoleh kearah cahaya yang sedang berdiri memegang beberapa tangkai bunga ditangannya.
tidak jauh dari cahaya berdiri dua pasang mata sedang mengamatinya dari kejauhan. betapa terkejutnya mereka saat melihat wanita yang ditemuinya direstoran ternyata ada di hadapan mereka.
__ADS_1
" itukan wanita yang tadi kita lihat di restoran" ucap intan pada bayu yang tak lepas menancapkan pandangannya pada wanita tersebut.
" bay... bayu..!" teriak intan menepuk bahu bayu dan membuyarkan lamunannya.
" iya, kenapa?" tanya bayu dengan raut wajah bingung dan gugup.
" kamu ini kenapa si bay, kok kelihatan gugup begitu?" tanya intan penasaran.
" gugup ? ahh... siapa yang gugup, kamu ini ada-ada saja" jawab bayu mengeles.
" ya sudah kalau begitu tapi gak usah cemberut juga" ledek intan yang kemudian pergi meninggalkan bayu yang sedang menghela napas panjang dan menghampiri wanita yang sudah membuatnya penasaran .
intan berjalan perlahan menghampiri wanita yang sedang fokus merangkai bunga, langkahnya begitu berat namun rasa penasarannya menuntunnya untuk tetap mendekat.
" Ma..af, permisi !" tanya intan sopan.
wanita yang ada dihadapannya dengan bunga ditangan menoleh ke sumber suara. ia melemparkan senyum, menjatuhkan bunga ditangannya dan berlari memeluk intan.
" intan !"teriak cahaya yang berlari dan menubrukkan tubuhnya pada intan.
__ADS_1
intan diam terpaku dengan rasa terkejut. cahaya melepaskan pelukannya menatap intan yang masih diam membisu. dengan senyum yang menghias diwajahnya cahaya memeluk tubuh intan kembali dengsn erat. sampai ia dikejutkan dengan sikap intan yang melepaskan pelukan cahaya dan mundur selangkah.
" kamu siapa?" tanya intan ketus
" ini aku tan, cahaya" jawab cahaya dengan wajah bahagia.
" bukan, kamu bukan cahaya, cahaya yang aku kenal..." kata-kata intan terhenti, ia menatap lekat cahaya dari ujung kaki sampai ujung kepala.
" intan ini aku cahaya" tangannya menarik tangan intan dan menggenggamnya erat.
" cahaya, apa benar ini kamu cahaya ?" tanya intan yang masih merasa tidak percaya menyentuh kedua pipi cahaya dengan kedua tangannya.
cahaya menganggukkan kepalanya, ia tersenyum gembira dan kembali memeluk intan dan kali ini dibalas pelukannya oleh intan.
mereka akhirnya tertawa dan menangis bersama melepas rindu yang terpendam. bayu yang berdiri dibelangnya berjalan menghampiri keduanya.
" aku gak ikutan dipeluk ni?" sapa bayu yang membuat mereka melepas pelukannya.
" bayu !" cahaya berhambur memeluk bayu dan bayupun melingkarkan tangannya dipinggang cahaya. rasa rindu yang sudah lama terpendam kini akhirnya terobati, ia merasa sangat bahagia bisa bertemu kembali dengan cahaya.
__ADS_1