
Reihan dan Reno kini sedang berada di dalam mobil setelah pulang tadi dan keadaan Cahaya sudah siuman Reihan memutuskan untuk pergi mencari Raka dengan panduan pelacak yang diletakkan Tio di kalung yang di pakai oleh Raka. beruntung Tio selalu sigap sampai terpikir olehnya untuk meletakkan pelacak di kalung yang di gunakan putra kesayangannya itu.
Reno membawa mobil sesuai dengan arah yang diberikan oleh Tio. sementara Tio dan Bima serta anak buahnya sudah lebih dulu menuju tempat di mana Raka berada.
***
Disebuah rumah tua yang sangat kotor dan berdebu Raka disekap di dalam salah satu kamar yang ada di bangunan tua itu. Raka menangis ketakutan apalagi saat wanita yang sudah menculiknya itu membentak Raka dengan keras. Raka tidak henti-hentinya menangis membuat wanita itu bertambah marah.
" Diam , jika kamu masih terus menangis aku bungkam mulutmu dengan ini!" wanita itu menunjukkan pisau yang di pegangnya ke arah Raka. bukannya berhenti Raka semakin menangis ketakutan.
" Sial, menculiknya membuatku pusing saja. aku ingin tahu bagaimana reaksi pamanmu saat tau keponakan tercintanya mati mengenaskan!" ucap wanita itu lalu tertawa terbahak bahak.
" kalian semua urus bocah itu!" perintah wanita itu lalu pergi.
Salah satu teman wanita itu datang setelah di hubungi olehnya. " Ada apa kau menyuruhku kesini?"
" kau sudah datang rupanya?" wanita itu menyeringai
" Seperti ada suara anak kecil menangis?" tanya wanita yang baru saja datang dan tidak lain adalah Clara.
" Ya, aku sudah menculik anak dari orang yang sangat kau cinta, bagaimana bagus bukan?" ucap wanita itu yang tidak lain adalah Amira
" Maksudmu kau sudah menculik anak Reihan dan Cahaya?" tanya Clara terkejut
" Ya, sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui!" ucap Amira santai
" Maksudmu?" Clara tidak mengerti apa di balik penculikan yang dilakukan Amira.
" Aku akan menyuruh Reno dan juga Reihan agar mereka meninggalkan isteri-isteri mereka dengan menceraikannya. mereka sudah membuatku menjadi buronan dan perusahaan papaku hancur semua ulah Reihan mu itu. jika mereka ingin anak itu kembali dalam keadaan bernyawa mereka harus menuruti kemauanku jika menolak terutama Reno aku pastikan anak itu aku kembali tanpa nyawa!" ucap Amira dengan tawa jahatnya.
" lalu dimana anak itu?" tanya Clara.
" Aku menyekapnya di dalam ruangan itu?" ucap Amira menunjuk salah satu ruangan.
" Sebaiknya kau urus dia, pusing aku mendengar tangisannya!" ucap Amira
__ADS_1
" Jika anak itu belum juga berhenti menangis aku habisi dia!" ucapnya lagi.
Clara berjalan mendekati arah ruangan yang di tunjuk Amira tadi dan betapa terkejutnya dia saat melihat anak kecil yang sedang tergolek di lantai yang berdebu sambil menahan isak tangisnya. Ada perasaan aneh saat melihat anak itu entah kenapa ia merasa begitu iba. Clara berjalan semakin mendekat dan berjongkok untuk melihat lebih jelas wajah anak dari laki-laki yang sangat ia cintai.
Mata Clara membulat sempurna saat melihat Rakalah anak malang itu yang tidak tau apa-apa tapi harus menanggung keegoisan dan ambisi dari Amira yang mencintai paman bocah itu secara sepihak.
Raka menoleh saat merasakan ada seseorang yang menghampirinya dan anak polos nan menggemaskan itu begitu senang saat melihat wajah tante cantik yang beberapa hari ini sangat ia rindukan.
" Tante cantik!" teriak Raka bangun dan langsung memeluk tubuh Clara yang seketika membeku.
Clara hanya diam tidak mengatakan apa-apa ia masih begitu tidak percaya kalau selama ini bocah kecil yang selalu memenuhi pikirannya dan membuat hatinya merasa senang dan bebas tanpa beban setiap kali bermain dengan Raka ternyata tidak lain adalah putra dari orang yang dulu pernah menjalin hubungan dengannya. pesona ayahnya ternyata begitu lekat pada putranya begitulah menurut Clara.
" Tante cantik kok diam aja, laka kangen sama Tante cantik. tadi pagi laka nungguin tante cantik di taman tapi Tante cantik gak datang-datang. apa Tante cantik malah sama Laka?" ucap Raka saat sudah menguraikan pelukannya dan mendongak menatap wajah tante cantiknya.
" Tante Laka mau pulang, mama sama papa pasti nyali-nyaliin Laka, Tante jahat itu udah bikin Laka takut, tante cantik tolong antelin Laka pulang Laka kangen sama Mama!" ucap Raka begitu memelas membuat hati Clara mencelos dan begitu iba.
" Iya nanti Tante cantik Raka pulang tapi sekarang Raka jangan nangis lagi ya, Raka itukan anak kuat dan hebat. jangan bikin tante yang diluar marah lagi sama Raka terus bikin Raka takut lagi. pokoknya Raka tenang aja nanti tante cari cara buat ngeluarin Raka dari sini dan membawa Raka pulang ke rumah!" ucap Clara seraya mengusap kepala Raka dengan lembut.
Raka menurut dan Clara pun keluar dari ruangan yang pengap itu dan tidak lama Clara kembali membawakan Raka makanan dan juga minum dengan telaten Clara menyuapi Raka makan awalnya Raka menolak tapi Clara terus membujuknya. sikapnya yang begitu perhatian terhadap Raka membuat Amira sedikit geram terhadap Clara dia takut kalau Clara sampai menggagalkan rencananya.
" Kau jangan macam-macam Clara, aku harap kau tidak menjadi lemah karena dia anak dari laki-laki yang kau cintai. dia dan ibunya yang telah menjadi penghalang kau dan Reihan ingat itu Clara.!" geram Amira.
" Sejak kapan hati mu begitu melankolis, apa karena anak itu kau jadi seperti ini?" ejek Amira.
" Kau jangan merusak rencanaku, jika sampai itu terjadi aku pastikan akan aku habisi anak itu, camkan itu!" ancam Amira. tiba-tiba terdengar suara Raka yang kembali menangis dan kali ini Raka menangis sangat kencang entah apa yang membuatnya menangis sebegitu histerisnya.
Clara buru-buru masuk keruangan tersebut dan diikuti oleh Amira.
" Raka kamu kenapa menangis?" tanya Clara cemas.
" Diam, jangan menangis atau aku habisi!" bentak Amira dengan keras membuat Raka semakin menangis.
" Amira diam dulu, sikapmu itu hanya membuat dia semakin menangis!" teriak Clara.
dan kembali menatap Raka penuh tanya. " Raka katakan Kamu kenapa menangis?"
__ADS_1
" Laka sakit pelut Tante, sakit banget!" ucap Raka sambil memegangi perutnya
" Amira sebaiknya kita bawa dia ke dokter, tempat ini begitu kotor dan dia masih kecil tempat ini tidak baik untuk kesehatannya!" ucap Clara hendak membawa Raka karena tidak dipungkiri saat ini Clara merasa begitu sangat mengkhawatirkan Raka.
" Diam kamu Clara, jika kamu berani membawa anak ini aku tidak akan segan-segan denganmu!" ancam Amira.
" Aku tidak peduli!" dengan sigap Clara langsung menggendong tubuh mungil Raka.
" Clara turunkan anak itu Sekarang juga atau kalau tidak!" ucapan Amira menggantung lalu dia menepuk-nepuk tangannya dan tidak waktu lama 4 orang pria bertubuh besar dan tegap masuk membuat Clara Sulit menelan salivanya.
" Apa yang akan kamu lakukan Amira, anak ini merintih kesakitan kita harus membawanya pergi ke rumah sakit!" ucap Clara yang hanya mendapat senyuman kecut dari Amira.
dengan cepat Amira menyuruh anak buahnya untuk mengambil Raka dari gendongan Clara dan membawa Clara jauh dari anak itu.
Clara dengan sekuat tenaga masih mempertahankan Raka dalam dekapannya apalagi saat ini tubuh Raka bergetar karena menahan rasa sakitnya.
Anak buah Amira terus merebut Raka dan dengan cepat Clara menggigit tangan pria itu dan membuat Amira semakin geram tindakan yang dilakukan Clara benar-benar diluar dugaannya. dia mengira Clara akan sejalan dengan rencananya namun sayang kenyataannya justru sebaliknya.
Amira menghampiri Clara dan melayangkan tamparan yang cukup keras dipipi Clara namun hal itu sama sekali tidak digubris oleh Clara dia masih dengan sekuat tenaganya melindungi Raka.
" Tante cantik, apa tante tidak apa-apa, maafkan Laka Tante!" ucap Raka lirih dan Clara hanya menjawab dengan gelengan.
" Kamu jangan takut ya sayang, tante janji akan bawa kamu pulang!" ucap Clara meyakinkan Raka.
" Aku tidak akan membiarkan itu terjadi, kau sudah mengacaukan rencanaku dan ancaman ku tidaklah main-main!" ucap Amira menyeringai
" Bawa mereka berdua!" perintah Amira dan saat itu juga Reihan dan Reno menerobos masuk membuat Amira dan juga Clara terkejut.
Reno dan Reihan beradu jotos dengan anak buah Amira dan sebagian dari anak buah Amira yang berada di luar pun sudah di lumpuhkan oleh Tio dan anak buahnya.
Reihan yang melihat pergerakan Clara yang berjalan mendekati Clara dengan cepat langsung mencekal tangannya dan mendorong tubuh Clara dengan keras hingga membuat Clara tersungkur. sementara Amira sudah bergegas untuk melarikan diri namun untuk kali ini rencananya gagal karena pergerakannya sudah terburu dilumpuhkan oleh Tio dan anak buahnya.
Amira yang merasa sudah terdesak mendekati Raka yang kebetulan jarak diantara keduanya sangat dekat. Amira mengancam dengan menodongkan Raka yang sudah terkulai lemas dengan senjata api yang dipegangnya. Reno dan Reihan begitu terkejut dengan tindakan Amira dan dengan sigap saat Amira hendak berbuat nekad dengan cepat Clara berhambur mendekati Amira dan pada saat Amira hendak menarik pelatuk Clara mendorong keras Amira yang lengan dengan keberadaannya.
Amira langsung terhuyung dan terjatuh begitu juga dengan Raka namun dengan sigap Clara menangkap tubuh mungil Raka. Amira yang merasa gerampun membidik tembakannya ke arah Raka dan
__ADS_1
Dorrr....
Suara itu pun memenuhi seisi ruangan.