
Usia kandungan Cahaya kini sudah memasuki bulannya, Reihan tidak pernah jauh-jauh dari Cahaya. Semua urusan kantor untuk sementara ia serahkan kepada Reno dan juga Tio. Reihan begitu posesif terhadap Cahaya selama hamil. Ia tidak mengizinkan Cahaya untuk beraktivitas di rumah, ia hanya diperbolehkan mengikuti senam ibu hamil itu pun masih dalam pengawasannya. Kemanapun Cahaya pergi Reihan akan dengan setia menemaninya sampai-sampai putra dan putrinya merasa iri dengan sang mama yang begitu mendapat perhatian lebih dari papa mereka.
Cahaya merasa sangat bersyukur karena memiliki suami yang begitu menyayangi dan mencintai dirinya. Apalagi putra dan putrinya tumbuh menjadi anak-anak yang sehat tampan dan cantik.
Saat ini Cahaya tengah berada di rumah sakit ditemani Reihan tentunya, di dalam ruang praktek dokter Maya Cahaya berbaring di atas tempat tidur dan dokter Maya sedang menunjuk ke layar monitor memberi tahu Cahaya dan juga Reihan mengenai perkembangan bayi mereka yang sebentar lagi akan lahir.
" Bagaimana dok?" tanya Cahaya penasaran
Dokter Maya tersenyum tipis" Alhamdulillah kedua bayinya dalam keadaan sehat dan sudah masuk tulang panggul. itu artinya ibu Cahaya sebentar lagi akan segera melahirkan dan jika ibu sudah merasakan ada gejala ingin melahirkan sebaiknya dengan segera pak Reihan membawa Bu Cahaya ke rumah sakit!" tutur dokter Maya menjelaskan.
" Baik dokter terima kasih" ucap Cahaya dan Reihan yang sudah bersiap untuk pulang.
*
*
*
Reihan dan Cahaya kini tengah berada di dalam mobil. usai melakukan pemeriksaan kandungannya Cahaya meminta Reihan untuk menemaninya pergi ke rumah Mama Sekar karena sudah seminggu ini kedua anak mereka menginap disana.
Setelah 30 menit perjalanan mobil mereka pun sampai di depan kediaman rumah Mama Sekar dengan antusias Cahaya turun dari dalam mobil karena sudah sangat merindukanmu anak-anak mereka.
" Sayang, pelan-pelan jalannya!" tegur Reihan yang melihat Cahaya berjalan cepat bahkan meninggalkannya begitu saja dibelakang.
Reihan menarik tangan Cahaya menghentikan langkahnya yang berjalan sedikit cepat. " Kalau kamu jalannya seperti ini bisa membahayakan dirimu dan juga anak-anak kita" ucap tegas Reihan yang langsung membuat Cahaya diam tak bergeming.
"Maaf bukannya mas mau membentak mu tapi mas Sangat khawatir sayang kalau kamu jalannya tergesa-gesa seperti itu sayang!" ucap Reihan yang sudah melembutkan suaranya.
" Maaf mas aku tidak akan mengulanginya lagi, aku hanya terlalu kangen sama anak-anak" ucap Cahaya tertunduk.
Reihan menarik dagu Cahaya menghadap kearahnya" Iya mas ngerti, yasudah ayok kita masuk!" ajak Reihan lalu melingkarkan tangannya di bahu Cahaya mereka pun berjalan berdampingan.
" Assalamu'alaikum!" Cahaya dan Reihan memberi salam ketika sudah memasuki rumah.
" Wa'alaikum salam, sayang kamu sudah datang!" ucap Mama Sekar bahagia melihat putrinya datang karena memang sudah lama Cahaya tidak datang berkunjung. Reihan selalu melarang Cahaya keluar rumah dan meminta Mama Sekar saja yang datang berkunjung ke rumah mereka. semua itu di lakukan karena takut Cahaya kenapa-napa dan tentu saja Mama Sekar tidak mempermasalahkan itu terlebih karena tau Cahaya hamil anak kembar.
" Iya, mah maaf Cahaya baru datang kesini sekarang" ucap Cahaya yang merasa tidak enak sama mamanya.
" Gak apa-apa kok sayang, Mama paham" Sekar tersenyum tipis dan mengelus lembut pucuk kepala Cahaya.
__ADS_1
" Bagaimana keadaan kandungan kamu nak?" tanya Sekar
" Alhamdulillah baik ma, hanya menunggu waktu saja!" jawab Cahaya
" Oia ma, dimana anak-anak, kok sepi?" tanya Reihan yang melihat kesekeliling nampak sepi
" Mereka ikut Reno dan si kembar menemani Intan berbelanja keperluan dapur" jawab Mama
" Sebaiknya kalian istirahat saja dulu gih ke kamar, nanti kalau mereka pulang mama beritahu mereka!" saran Sekar
" Iya ma, Rei bawa Cahaya istirahat dulu ya ma!" Reihan merangkul bahu Cahaya dan mengajaknya masuk ke kamar untuk beristirahat.
" ma Cahaya istirahat dulu ya !" pamit Cahaya
" Iya"
*
*
*
" Kak Raka cowok sendiri tapi kalah!" ledek Cery yang tidak henti-hentinya tertawa begitu juga dengan si kembar Kayla dan Kaysa.
" Kakak bukannya kalah tapi lebih tepatnya mengalah" Sahut Raka yang tidak terima di bilang kalah.
" Mengalah dari mana, udah jelas kalah begitu masih saja mengelak" cibir Kaysa
" Sudah-sudah, jangan menggoda kakak kalian terus!" ujar Reno dan tentu saja setelah paman dan papi mereka sudah angkat bicara suasana di mobil menjadi sepi. Semua lebih memilih diam karena takut kalau papi mereka marah.
Setelah hampir 30 menit perjalanan dari mall mobil mereka pun sampai di depan rumah, Cery dan Raka tersenyum gembira karena saat turun mendapati mobil papanya telah terparkir di sana.
Raka dan Cery berlari masuk ke dalam rumah namun tidak mendapati kedua orang tuanya disana. dengan lesu Mereka menghempaskan diri di sofa. Sekar yang mendengar cucu - cucu mereka sudah pulang langsung menghampirinya.
" Loh kok cucu-cucu Oma lesu gini?" tanya Sekar saat sudah duduk di samping keduanya.
Cery memberengut sementara Raka malah asyik dengan game di handphone yang ia miliki " Di depan ada mobil papa Oma tapi ternyata papanya gak ada. memang papa kemana sih Oma?" tanya Raka penasaran.
" Papa sama Mama kalian sedang istirahat di kamar" sahut Sekar membuat Cery langsung berlari dan mencari keberadaan Mama dan papanya.
__ADS_1
Ceklekk
" Mama!" teriak Cery yang langsung berhambur memeluk Cahaya dan disusul oleh Raka.
Cahaya yang memang sedang bersandar di sofa yang ada di dalam kamar membalas pelukan anak-anaknya.
" Anak-anak mama sudah pulang rupanya, bagaimana jalan-jalannya, seru?" tanya Cahaya
" Seru banget mah tapi kak Raka kalah, hahaha..!" cerita Cery kepada Mamanya.
" siapa yang kalah, kakak itu mengalah!" elaknya.
" Terserah kak Raka saja deh"
" Papa mana ma?" tanya Raka yang tidak melihat sosok papanya di dalam kamar tersebut.
" Papa disini sayang" sahut Reihan yang baru keluar dari kamar mandi dan berjalan menghampiri mereka.
" Papa!" Cery turun dari tempat tidur dan langsung berhambur memeluk sang papa.
Reihan menggendong Cery dan membawanya duduk di tempat tidur kembali.
" Bagaimana seru jalan-jalannya?" tanya Reihan kepada kedua anaknya.
" Seru pa tapi lebih seru lagi kalau papa sama Mama juga ikut" ucap Cery nampak memberengut karena setelah tahu Cahaya hamil terlebih hamil anak kembar Reihan memang membatasi semua aktivitas Cahaya termasuk menemani anak-anak mereka bermain keluar rumah. Mereka hanya bisa pergi bersama keluarga Kayla dan Kaysa.
" Iya nanti setelah mama melahirkan dan dede bayinya sudah cukup di bawa keluar kita semua akan liburan sekeluarga, bagaimana mau?" Janji Reihan kepada Cery dan Raka yang ditanggapi dengan antusias oleh keduanya.
" Benar ya pa, janji !" ucap Cery antusias
" Iya sayang!" Reihan mengecup kening putri cantiknya itu.
" Ya udah sekarang kita keluar yuk !" ajak Cahaya yang merasa bosan berada di dalam kamar terus menerus.
" Tapi kamu kan harus isti-!" belum berucap sepenuhnya Cahaya langsung menyelak.
" Mas, aku bosan !" keluh Cahaya.
" Baiklah sayang, ayok!" Reihan menurunkan Cery dari tempat tidur setelah itu ia juga tidak lupa membantu sang isteri turun dari tempat tidur tersebut.
__ADS_1
Cery dan Raka sudah lebih dulu keluar dari kamar sementara Reihan dengan hati-hati menggandeng sang isteri yang hamil besar.