RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Lahirnya Baby Ceryna


__ADS_3

Sore hari di taman belakang rumah yang di hiasi rumput hijau dan berbagai tanaman bunga Cahaya Tengah menyiram bunga-bunga tersebut ditemani dengan mba Yati yang sedang mengajak Raka bermain bola.


Saat ini usia kehamilan Cahaya sudah sangat besar, hanya menunggu waktu saja. namun meskipun demikian Cahaya tidak pernah mau bersantai-santai, menurutnya banyak bergerak akan mempermudah dirinya dalam proses melahirkan nanti. meskipun Reihan selalu cerewet dan selalu memperingatkannya untuk tidak banyak melakukan aktivitas di rumah. Reihan tidak ingin sampai terjadi apa-apa dengan calon bayi dan juga isteri tercintanya.


Reihan yang baru saja pulang dari kantor melihat sang isteri tengah menyiram bunga langsung berlari menghampirinya.


" Kamu sedang apa sayang, kamu tau apa yang kamu lakukan ini termasuk bisa membahayakan kamu dan juga anak kita!" ucap Reihan tegas dan sedikit menaikan nada bicaranya.


" Bi.. bibi..!" teriak Reihan membuat bi Tini seorang Art yang memang dipekerjakan untuk membantu mbok Ijah langsung berlari menghampiri tuannya.


" Iya tuan!" bi Tini sedikit ketakutan.


" Mas apa-apaan sih!" Cahaya memukul lengan Reihan


" Kamu yang apa-apaan, sudah mas bilang kamu itu harus banyak istirahat tapi coba lihat ini apa?" Reihan menarik selang air yang tadi dipegang Cahaya.


" Tapi aku juga kan gak kenapa-napa mas, aku pegal jika hanya diam saja gak ngapa-ngapain" Ucap Cahaya menenangkan hati Reihan.


" Pokoknya mas gak mau melihat kamu seperti ini lagi, ayo sekarang kita masuk. bi tolong lain kali kalau melihat Cahaya melakukan pekerjaan rumah lagi laporkan ke saya jangan sampai kejadian hari ini terulang. ngerti!" tegas Reihan.


" Mas sudah ih" Cahaya menarik lengan Reihan agar masuk ke dalam rumah.


" Maaf ya bi !" ucap Cahaya sebelum mengikuti Reihan masuk ke dalam rumah.


" Iya nyonya tidak apa-apa!" ucap BI Tini.


Reihan memapah Cahaya berjalan menuju kamarnya yang kini terletak di bawah. Reihan sengaja memindahkan kamar mereka yang berada di lantai atas karena memikirkan keadaan Cahaya yang tidak memungkinkan untuk bolak balik naik turun tangga.


Cahaya merasa sangat bersyukur kehamilannya yang kedua ini begitu mendapat perhatian yang sangat besar dari Reihan, bahkan bisa dibilang Reihan sangat posesif terhadap Cahaya. apa-apa harus berada di dalam pengawasannya. Reihan pun selalu meluangkan waktunya untuk memeriksakan kehamilan sang isteri karena untuk kali ini dia tidak ingin melewatkan sedikit pun masa kehamilan Cahaya, dia tidak ingin hal yang dulu pernah ia lewati saat Cahaya mengandung Raka terulang lagi dimana ia sama sekali tidak berada di sisi Cahaya.


Reihan membaringkan Cahaya di atas kasur dengan perlahan lalu menyelimuti sampai sebahu. " kamu sekarang istirahat, nanti jam makan malam kita baru keluar. sekarang mas Mau mandi dulu ya!" Reihan mengecup kening Cahaya dengan lembut setelah itu ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Di sebuah rumah yang tidak terlalu besar, sepasang suami istri baru saja sampai.

__ADS_1


" Yang kamu gak keberatan kan kalau kita tinggal di rumah ibu untuk sementara?" tanya Bayu saat baru keluar dari mobil. kini Bayu sudah memiliki mobil pemberian Reihan sebagai hadiah pernikahan mereka.


" Tidak apa-apa mas, sekalian kan kita merawat dan menjaga ibu. kasihan juga Citra kalau mengurus ibu sendiri sementara dia juga kan harus kuliah." sahut Lintang


" Masyallah, mas begitu beruntung memiliki isteri yang begitu Sholehah sepertimu sayang, terima kasih ya sayang" ucap Bayu tersenyum bahagia.


" Sama-sama mas" Lintang tersenyum tipis


" Yasudah ayo kita masuk, ibu pasti sudah menunggu kita" ajak Bayu lalu menggandeng tangan Lintang.


" Assalamu'alaikum!" ucap Bayu


" Wa'alaikum salam" sahut ibu dari dalam rumah.


Ceklekk


" Bayu, Lintang!" ucap ibu dengan sangat gembira


" Bu!" Lintang meraih tangan Ratih lalu mencium punggung tangannya. begitu juga dengan Bayu


Bayu tersenyum melihat wajah bahagia ibunya.


" Kalian akan tinggal disini kan?" tanya Ratih antusias.


" Iya Bu, itu juga kalau ibu tidak keberatan!" jawab Lintang dengan sopan.


" Justru ibu senang banget kalau kalian akan tinggal di sini" Ratih mengusap punggung tangan Lintang.


Setelah lama berbincang-bincang Bayu membawa Lintang ke dalam kamar untuk beristirahat.


Citra yang baru pulang dari kampus pun merasa sangat senang setelah tahu kakak dan kakak iparnya akan tinggal bersama mereka.


🏵️


Pagi ini saat Reihan hendak masuk ke dalam kamar mandi tiba-tiba Cahaya meringis merasakan sakit di perutnya. Reihan memang sudah mengambil cuti untuk menemani sang isteri yang sudah hamil tua. Reihan yang ingin mencuci muka setelah bangun dari tidurnya akhirnya lebih memilih melihat keadaan Cahaya yang terdengar

__ADS_1


" Kamu kenapa, apa sudah ada tanda-tanda ingin melahirkan?" tanya Reihan yang nampak panik.


" Sepertinya iya mas, perutku sakit banget!" ucap Cahaya merintih menahan sakitnya.


" kita ke rumah sakit sekarang!" ucap Reihan tanpa pikir panjang lagi Reihan yang hanya menggunakan kaos oblong dan celana pendek menggendong tubuh Cahaya menuju mobil.


" Bi.. bibi!" teriak Reihan.


" Iya tuan!"


" Bi tolong bawakan perlengkapan nyonya yang sudah disiapkan di kamar dan bilang ke pak usep untuk menyiapkan mobil. cepat bi!" titah Reihan


Bi Tini pun langsung menghampiri pak usep dan menyuruh menyiapkan mobil setelah itu ia buru-buru ke kamar Cahaya mengambil tas yang sudah di persiapkan sebelumnya.


Pak usep sudah membukakan pintu mobil dan Reihan dengan segera memasukkan Cahaya kedalam mobil diikuti dirinya yang duduk menemani Cahaya.


bi Tini ikut masuk ke dalam mobil duduk disamping pak usep. mobil pun melaju dengan kecepatan sedang.


Tidak butuh waktu lama mobil tersebut telah sampai di rumah sakit.


Cahaya dengan segera di bawa ke ruang persalinan dan Reihan pun ikut menemaninya.


Reihan berkali-kali menarik napas dalam-dalam, kegelisahan dan kecemasan kini sedang mengelubungi dirinya. " kamu pasti bisa sayang!" ucap Reihan lembut memberi Cahaya semangat.


" Mas...!" panggil Cahaya lirih.


" Bismillah, kamu pasti bisa!" Reihan mencium kening Cahaya.


Sang dokter tengah memberi instruksi kepada Cahaya untuk mengejan. dengan sekuat tenaga Cahaya berusaha untuk mengejan dan tidak butuh waktu lama sudah terdengar suara tangisan bayi.


" Alhamdulillah" ucap Reihan penuh rasa syukur. kemudian mencium kening Cahaya


" Terima kasih sayang, terima kasih kau sudah memberikan aku kebahagiaan yang luar biasa" tanpa terasa Reihan pun menitikkan air mata.


Reihan menerima bayi mungil nan cantik yang sudah disepakati bersama akan diberi nama Ceryna Prianka Adiaksa yang dipanggil Cery lalu mengazaninya. Reihan merasa sangat bahagia kini ia sudah memiliki putra dan putri yang sangat tampan dan cantik.

__ADS_1


__ADS_2