RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Melahirkan


__ADS_3

Setibanya dirumah sakit Reihan langsung menggendong Cahaya ia setengah berlari masuk kedalam rumah sakit. beberapa suster datang menghampirinya dan menunjukkan arah kemana Cahaya harus dibawa.


Setelah sampai di ruangan tempat bersalin Reihan menurunkan isterinya ke ranjang pasien dengan hati-hati.


Cahaya terus meringis menahan rasa panas bercampur mulas yang teramat sangat ia mencengkram lengan suaminya sangat kuat dan menahan tangisnya. Reihan merasa tidak tega melihat isterinya seperti itu andai bisa digantikan ia ingin menggantikannya.


Reihan membiarkan Cahaya terus menerus mencengkram , mencakar dan menggigit lengan suaminya.


" Sabar ya sayang kamu pasti bisa, aku mencintaimu sayang!" Reihan mengusap lembut bahu isterinya dan mengecuk keningnya.


" Mas..!" Lirih cahaya


" Iya sayang, ada mas disini kamu harus kuat ya sayang!" mengecup kening Cahaya.


Cahaya tersenyum tipis dan merasa sangat bahagia.


Dokter masuk dengan beberapa suster satu diantara mereka menyiapkan beberapa keperluan yang dibutuhkan saat persalinan nanti.


Dokter memeriksa Cahaya dan ternyata Cahaya sudah pembukaan 10 dokter langsung membimbing Cahaya untuk mengejan. Reihan yang mendampingi Cahaya terus melafaskan doa dan menggenggam erat tangannya. Cahaya merasa ada kekuatan saat menatap wajah suaminya yang tersenyum tipis padanya.


Dokter terus membimbingnya dan Cahaya mengikuti intruksi dari sang dokter dan akhirnya terdengarlah tangisan bayi mungil yang baru saja melihat dunia.


" Alhamdulillah, Terima kasih ya sayang!" Reihan berkaca-kaca dan mengecup kening Cahaya.


Suster membawa bayi mungil Cahaya dan Reihan untuk dibersihkan setelah bersih suster itu menyerahkan bayi laki-laki yang sangat tampan mirip dengan ayahnya.


Reihan menggendongnya dengan hati-hati dan langsung mengazani bayi tersebut. Cahaya menitikkan airmata saat melihat Reihan ada dihadapannya menggendong dan mengazani bayinya.

__ADS_1


Cahaya merasa sangat lelah dia memejamkan matanya dan tidak butuh waktu lama ia langsung terpulas. setelah selesai mengazani bayinya Reihan menoleh dan melihat isterinya yang tertidur pulas karena kelelahan berjuang antara hidup dan mati. Reihan tersenyum tipis dan dengan hati-hati meletakkan bayinya yang juga tertidur kedalam boks bayi.


Reihan mendekati isterinya duduk ditepi ranjang menggenggam tangannya dan mencium lembut punggung tangan cahaya yang putih.


" Terima kasih ya sayang, terima kasih. Maafkan mas jika selama ini tidak berada disisimu menjagamu dan juga bayi kita. maafkan mas sayang!" Tanpa sadar Reihan menitikkan airmata dan jatuh menetes ke tangan Cahaya.


" Mas!" panggil cahaya pelan dia terbangun saat merasakan ada yang menetes ditangannya. Reihan buru2 mengusap airmatanya dan menatap lekat wajah sang isteri.


" Mas kenapa menangis?" Tanya Cahaya lembut.


Reihan mengecup kening isterinya dan Cahaya menutup matanya.


" Mas, terima kasih ya sudah menemaniku dipersalinanku. kamu adalah kekuatanku mas!" Ucap lembut Cahaya dengan senyum tipis dibibirnya.


" Mas yang seharusnya berterima kasih padamu sayang. karena sudah menjaga bayi kita selama ini tanpa mas yang mendampingi. mas minta maaf ya!" Reihan membelai lembut jemari jemari lintik cahaya.


" Ini bukan mimpi sayang, apa kamu tidak merasakan sakit tang teramat sangat saat persalinan tadi?" Reihan membelai wajah cahaya lembut.


" Sakitlah mas, sampai sekarang juga masih terasa!" Cahaya memukul pelan lengan Reihan membuat Reihan meringis " Auww!" Pura-pura sakit.


" Pembohong!" Cahaya tau suaminya hanya berpura-pura lalu tersenyum tipis.


" Oia, kamu sudah menyiapkan nama belum untuk bayi kita?" Tanya Reihan.


Cahaya menggelengkan kepala dan menunduk karena ia belum mencari nama untuk bayinya.


" Ya sudah kalau belum bagaimana kalau kita diberi nama RAKA ADIAKSA PUTRA?" Reihan memeluk isterinya dan Cahaya mendongak menatap matanya lekat.

__ADS_1


" Raka Adiaksa putra, emmmm.... boleh juga mas, nama yang bagus!" Cahaya setuju dengan nama yang diberikan Reihan.


Reihan dan Cahaya berpelukan erat dan keduanya saling tersenyum dan tiba-tiba pintu terbuka Reno dan Sekar datang dengan wajah khawatir. Mereka sangat terkejut ketika melihat Reihan ada disamping Cahaya.


flashback :


Reno dan Sekar datang kerumah Cahaya saat memasuki rumah mereka tidak bertemu dengan Cahaya. Reno merasa khawatir saat mbok jum bilang Cahaya jalan pagi disekitar rumah sendirian. Reno langsung menyusul Cahaya namun sudah berkeliling Cahaya tidak ia temukan.


Reno mencoba menghubungi Cahaya namun tidak ada jawaban. Reno sudah mencoba menghubunginya berkali-kali tapi Cahaya tetap tidak ada jawaban karena ternyata Cahaya tidak membawa hp. nya dia meletakkannya diatas nakas.


Sekar merasa sangat khawatir apalagi saat ia masuk kedalam kamar Cahaya ia melihat ponsel cahaya tidak dibawa.


" Mbok kenapa tadi membiarkan Cahaya pergi sendiri si?" Kesal Sekar.


" Maaf nyonya non cahaya sendiri yang tidak mau ditemani katanya cuma mau jalan disekitar rumah saja!" Mbok jum menunduk merasa bersalah.


" Ini sudah siang tapi dia belum juga pulang, kemana sebenarnya Cahaya?" Sekar prustasi memikirkan keberadaan Putrinya.


Tiba-tiba ponsel mbok jum berdering.


" Siapa mbok?" tanya sekar mendelik


" Kurang tau nyonya nomornya tidak dikenal!" jawab mbok jum sopan


" ya sudah angkat saja mungkin penting!" ucap Sekar lalu pergi masuk kembali kekamar Cahaya


Mbok jum menjawab telponnya dan ternyata Cahaya yang menelpon mbok jum cahaya memberitahu.kalau ia baru saja melahirkan. dengan perasaan senang bercampur khawatir mbok jum langsung memberi tahu Sekar.

__ADS_1


__ADS_2