
Raka kini sudah tumbuh dewasa usianya kini sudah 26 tahun ia membantu Reihan mengurus perusahaan dibantu oleh Cery sang adik yang berusia 22 tahun, ia bekerja sebagai manajer di perusahaan PT. ADIAKSA GRUP anak cabang perusahaan PT. SCR Grup
Sikap Cery yang supel dan ramah membuat banyak para karyawan yang menyukai sosok Cery, bahkan dia dengan para OB atau OG pun bersikap ramah dan bersahabat.
Dan jauh berbeda dengan Raka sang kakak yang sikapnya selalu dingin dan sangat irit bicara. Dia sangat disegani oleh para bawahannya. tidak ada yang berani melawan perintahnya selain gadis cantik yang tidak lain adalah adiknya sendiri Cery.
Hanya kepada adik-adiknya Raka bersikap hangat walaupun sikap dinginnya lebih dominan. bukan hanya Raka anak dari pasangan Reihan dan Cahaya yang memiliki sikap dingin dan seakan enggan tersentuh oleh orang lain. bahkan hanya orang-orang terdekat saja yang mampu membuatnya bersikap hangat ya siapa lagi kalau bukan Regina adik kembar dari Regan yang kini berusia 19 tahun dan berkuliah di salah satu universitas yang terkenal di ibukota
Jika Regina sikapnya dingin seperti sang kakak yaitu Raka tapi berbanding terbalik dengan sang kembarannya yaitu Regan. Sifat Regan seperti mamanya meskipun dia anak laki-laki tapi hatinya sangat lembut, dia juga pandai bergaul tidak pernah pilih-pilih dalam bergaul, asalkan tidak menjerumuskan ke hal-hal yang buruk Regan tidak mempermasalahkan berteman dengan siapa pun.
Reihan dan Cahaya memang tidak pernah membatasi pergaulan anak-anak mereka. sebagai orang tua mereka mempercayakan sepenuhnya karena mereka percaya putra dan putri mereka pasti bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak. meskipun Reihan memberikan kebebasan kepada para putra dan putri kesayangannya Reihan tetap tidak lepas tangan begitu saja, dia tetap memberi pengawasan yang cukup ketat dan memantau dari jauh
❇️❇️❇️
Hari ini adalah hari pertama Regina dan Regan masuk kuliah, Regina yang memiliki sikap dingin begitu cuek dengan sapaan para mahasiswa yang ingin berkenalan dengannya berbeda dengan Regan yang nampak akrab dengan beberapa teman yang satu jurusan dengannya.
" Loe mahasiswi baru ya?" sapa seorang kakak senior
Regina yang tengah duduk di bangku taman kampus tepatnya di bawah pohon yang cukup rindang hanya mendengus kesal lalu beranjak dari duduknya pergi mengabaikan sapaan sang kakak senior.
Regina memilih ke perpustakaan untuk menghabiskan waktu luangnya menunggu jadwal mata kuliah berikutnya.
Didalam perpustakaan Regina dengan serius membaca beberapa buku. saat sedang asik membaca tiba-tiba senior yang tadi menghampirinya ditaman tanpa basa-basi langsung duduk di hadapan Regina.
Regina tidak menghiraukan keberadaan seniornya yang tidak lain adalah Nevan Aditya Pratama putra ke dua dari pasangan Bahar Hadi Pratama dengan Ningrum. Nevan memiliki kakak perempuan yang bernama Nasya Amalia Pratama.
Keluarga Pratama tidak jauh berbeda dengan keluarga Adiaksa, Bahar adalah pengusaha hebat yang perusahaannya ada dibeberapa kota meskipun perusahaannya di urutan ke- 5 masih dibawah perusahaan PT. ADIAKSA GRUP. yang menduduki urutan nomor 2 dibawah PT.SCR Grup.
" Serius banget baca bukunya?" tanya Nevan namun Regina tidak menggubrisnya dia masih tetap fokus dengan buku yang dibacanya.
" Wah ternyata loe kutu buku juga ya, dari tadi gue perhatiin berteman sama buku doank, gak jenuh loe" cerocos Nevan yang tetap sama Regina tetap cuek
Nevan kesal sendiri baru kali ini dia dicuekin oleh seorang cewek biasanya juga dia yang selalu di kejar-kejar cewek. disaat Nevan merasa kesal yang berkali-kali dicuekin dengan santainya Regina pergi begitu saja dari perpustakaan.
Nevan dibuat tercengang oleh sikap dingin Regina, Nevan mengusap rambutnya kasar merasa terhina dengan perlakuan Regina.
" Woyyy Van kenapa loe muka ditekuk gitu?" tanya Brian yang duduk di hadapan Nevan.
" Kantin yuk!" bukan menjawab Nevan malah mengajak Brian kekantin.
" Traktir?"
" Iya ayok!" ucap Nevan lalu menarik tangan Brian
__ADS_1
🔵
Sementara di sebuah perusahaan yang cukup besar dan juga terkenal dengan CEO nya yang dingin dan tegas. seorang wanita cantik sedang bergelayut manja dengan pria yang terkenal dingin dan menyeramkan.
" Ayolah, sekali ini aja ya bolehkan?" pintanya dengan manja
" Sekali tidak ya tidak, kamu jangan ngebantah. lagi pula kamu bisa makan siang disini untuk apa pakai makan di luar segala?" ucapnya tegas dan tidak ingin dibantah.
" Tapi aku lagi kepingin makan di cafe tempat biasa dekat kampus, boleh ya?" Rajuknya lagi.
" Kamu tahu jarak dari sini ke kampus itu berapa lama? gunakan waktu dengan baik jangan seenaknya walaupun kamu_!" ucapannya terhenti karena mendengar ketukan pintu dari luar.
" Masuk!" perintahnya
" Maaf pak tuan Bahar dari PT. Pratama grup sudah menunggu anda di ruang meeting!" ucap sang sekretaris yang bernama Vera memberitahu Raka sang CEO.
" Baik aku akan segera kesana!" ucapnya tegas
" Sekarang balik ke ruanganmu dan ingat jangan pergi kemana- mana makan siang di kantin. ingat itu!" ancam Raka pada sang adik tersayang siapa lagi kalau bukan Cery.
" Cih, menyebalkan. kalau begini kapan aku bisa pacaran kalau kak Raka selalu mengekang ku kayak gini. mama sama papa aja ngebersihin aku" gumam Cery
Cery kembali ke ruangannya dengan wajah di tekuk.
" Kenapa mba Cery, wajahnya ditekuk gitu?" sapa Vera.
" Sebel sama atasan kamu tuh yang super duper nyebelin binti ngeselin!" sahut Cery.
Vera yang mendengar ocehan Cery tak bisa menahan tawanya.
" Dih malah ngetawain lagi, mau saya pecat?" ucap Cery yang malah membuat Vera tertawa lepas.
" Dih ini anak mau dipecat girang amat!" celetuk Cery.
" Wah kalau saya dipecat mbak nanti rugi loh gak ada lawan bicaranya!" ucap Vera dengan pedenya.
Ya Vera dan Cery sebenarnya teman satu kampus mereka memang sudah biasa bersama dan saat Cery merekomendasikan Vera sang kakak pun setuju mempekerjakan Vera sebagai sekretarisnya karena berdasarkan keahliannya yang memang bisa diacungkan jempol.
" Udah yuk ah kantin, gak baik loh gadis cantik cemberut terus!" ucap Vera seraya mengajak Cery makan siang
" Ini udah jam makan siang ya, kok tumben kak Raka rapat jam segini?" tanya Cery yang nampak aneh.
" Ya biar lebih santai mungkin. lagi pula yang aku tahu tadi ya tuan Bahar itu datang tidak sendiri loh!" ucap Vera memberitahu
__ADS_1
" Iyalah gak sendirian pasti sama sekretaris pribadinya yang kaku itukan?" tanya Cery.
" Jerry maksudnya?" tanya Vera meyakinkan
" Betul tuh!" sahut Cery
" Bukan cuma dia tapi seorang wanita cantik yang nampak begitu pendiam kalau gak salah nih ya kayaknya namanya tuh Nasya Amalia Pratama
" Nasya Amalia Pratama? berarti putrinya dong? bukannya dia itu sekolah di Seoul ya ?" tebak Cery.
" Kok kamu tahu tentang si Nasya itu Cer?" tanya Vera yang sudah tidak bersikap formal lagi.
" Ya tahulah Cery gitu loh!" jumawanya
" Cihh, kebiasaan" cibir Vera membuat Cery tertawa.
🖤🖤🖤
Hai... hai... para readers yang baik hati dan Budiman.
Emmmm... Author ceritanya lagi kepingin nih mencoba ngelanjutin cerita RDP S2 nih yang menceritakan tentang kehidupan para penerus keluarga Adiaksa yaitu anak-anak dari pasangan Reihan dan Cahaya gitu.
Kisah ini akan menceritakan tentang Raka si anak sulung yang sifatnya dingin dan tegas dalam memimpin perusahaan.
berbanding terbalik dengan sang adik yang justru lebih bersahabat dengan para karyawan.
tapi ada juga putri bungsu nih si kembar Regina dan Regan. Regina lebih dominan seperti sang kakak yang bersikap dingin terhadap siapapun kecuali orang terdekat dan Regan justru lebih sebelas dua belas dengan Cery sang kakak. kalau mereka berdua sudah bertemu suasana pasti ramai belum lagi jika sudah bertemu dengan si kembar Kayla dan Kaysa anak dari pasangan Reno dan Intan.
Simak terus deh kelanjutan ceritanya tapi sebelumnya ni ya, menurut kalian gimana ni, ada yang ingin lanjut gak ya?" 😁
tapi author pingin sih mencoba untuk ngelanjutin ceritanya ya berusaha membuat karya ini agar lebih menarik dari cerita sebelumnya. awalnya sih ingin ganti judul tapi author galau sendiri jadi memutuskan untuk menulis RDP S2 aja deh.🤭
Harap di maklum ya jika ceritanya mungkin ada yang keluar jalur atau ada yang author lupa dari segi nama tempat atau yang lainnya. namanya juga manusia 😁😁😁
Harap maklum ya dalam membaca jika suka tekan 👍 kalau gak berkenan di hati abaikan saja ya😉
Author menulis hanya ingin mencurahkan apa yang ada dibenak author sendiri. mencurahkan apa yang ada dipikirkan tanpa adanya niat menjiplak atau pun yang lainnya.
Author membuat karya hanya untuk menghibur semata. sekali lagi terima kasih kepada semuanya yang sudah bersikap bijak dan mau membaca dengan ikhlas. 🙏
Sampai bertemu di part selanjutnya ☺️💪💪💪💪💪😂😂😂😂😂😂
🖤🖤🖤
__ADS_1