RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Harus Kuat


__ADS_3

Reno mendekati mamahnya yang tengah berbaring dengan selang infus menempel ditangannya.


Reno duduk disamping mamahnya memegang tangan mamahnya yang tidak di infus.


Sekar terbangun merasakan ada sentuhan yang menembus kulitnya. Sekar membuka matanya perlahan dan melihat putranya sedang duduk disamping tempat tidurnya ia pun tersenyum manis.


" Mah.... kok mamah bangun, apa Reno udah membuat mamah terbangun?" Tanya Reno


" Gak kok sayang, mamah merasa haus jadi kebangun!" jawab Sekar.


" Mamah mau minum, Reno ambilkan ya mah?" Reno berdiri dan mengambilkan minum diatas lemari samping tempat tidur pasien.


Sekar bangun duduk ditengah tempat tidur, ia meminum air yang diberikan Reno dan habis setengahnya.


" Ren...!" panggil Sekar


" Iya mah!" jawab Reno sambil meletakkan kembali gelas yang ada ditangannya.


" Apa dia benar sudah menikah?"


" Siapa?"


" Adikmu?"


"Cahaya maksud mamah?"


" Iya, apa benar dia sudah menikah?"


" Iya mah, Cahaya sudah menikah"


" Apa dia bahagia?" Sekar khawatir.

__ADS_1


" Mah, sebaiknya mamah tidak usah memikirkan hal itu. Reno pasti akan membuatnya bahagia mah!"


" Apa dia tidak bahagia?"


" Mah... sudahlah. soal ini kita bicarakan nanti saja ya!"


"Ren, mamah hanya ingin tau apakah dia baik-baik saja. apa rumah tangganya bahagia.? Reno mamah ingin bertemu dengan menantu mamah!" Sekar tersenyum.


" Sudah larut malam sebaiknya Mamah tidur lagi ya!" ucap Reno mengalihkan pembicaraan.


" Ren, mamah sudah tidak mengantuk. apa kamu gak mau cerita tentang pernikahan adikmu itu?" Mamah mengernyitkan dahi.


" Mah, nanti akan Reno ceritakan semuanya setelah mamah sudah kembali ke rumah!"


Sekar merebahkan tubuhnya dan ditatapnya langit - langit " Apakah dia bahagia?"


" Mah, Cahaya baik-baik saja mamah gak usah khawatir. sebagai kakak aku pasti akan menjaga dan melindunginya mah!"


" Ya, Kau harus janji sama mamah untuk selalu menjaga adikmu!"


Sekar memejamkan mata dan perlahan iapun tertidur. Reno yang sudah merasa sangat lelah seharian akhirnya tertidur juga sambil duduk di bangku samping tempat tidur manahnya.


____


Sinar mentari masuk melalui celah-celah kaca. Seorang dokter datang untuk memeriksa dan menanyakan keadaan Cahaya. " Bagaimana keadaannya ibu Cahaya, apa ada keluhan?" tanya dokter sambil memeriksa Cahaya.


" Tidak ada dok!" jawab Cahaya


" Apa ada rasa mual atau pusing?" tanya dokter memastikan.


" tidak ada dok!"

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu, jika tidak ada keluhan lagi hari ini ibu sudah boleh pulang" kata dokter sambil tersenyum. " Sus, selang infusnya sudah boleh dibuka!" titah dokter pada suster yang mendampinginya.


" Baik dok!".Ucap suster tersebut lalu meraih tangan kiri Cahaya dan membuka selang infus yang menempel.


" Terima kasih suster!" ucap Cahaya saat tangannya telah terbebas dari selang infus.


" Ya sudah kalau memang tidak ada keluhan lain, saya permisi dulu. Ibu Cahaya harus banyak istirahat jangan stress dan jaga asupan makanannya !" pesan dokter.


" Iya dok, terima kasih!"


" Sama-sama bu" ucap Dokter tersenyum kemudian pergi keluar bersama suster yang mengekor dibelakang.


" Syukurlah, hari ini kamu sudah boleh pulang Ca!" Ucap Intan senang yang tengah duduk disofa. " Oia Ca, kamu mau pulang ke kontrakanku apa ke rumah pak Reno atau kamu mau pulang ke apartemen suamimu?" Tanya Intan hati-hati.


" Entahlah!" Jawab Cahaya menundukkan kepalanya. mendengar kata suami membuat hatinya tertusuk ribuan jarum.


Intan menatap Cahaya tersadar ucapannya mungkin telah menyentil hati Cahaya hingga membuat sahabatnya terlihat murung. Intan menghampiri Cahaya dan duduk disamping ranjangnya.


" Ca....!" panggilnya pelan.


" Aku... aku gak tau harus pulang kemana, aku sedang hamil tapi aku tidak bisa pulang kerumah suamiku. betapa menyedihkannya aku!" Ucap Cahaya lirih.


Cahaya menjatuhkan pandangannya pada perutnya yang masih terlihat datar dan diusapnya lembut " Sayang, maafin mamah ya nak !" Cahaya menitikkan airmatanya.


Intan sangat iba melihat sahabatnya seperti itu. ia memeluk cahaya sebentar dan meraih tangannya menatap lekat mata Cahaya.


" Ca, dengarkan aku. Pak Reihan memang harus tau tentang kehamilan kamu dan bagaimanapun sikap dan tanggapannya dengan kehamilan kamu ini. baik dan buruknya kamu tetap harus sabar dan kuat Ca. dia adalah darah dagingmu yang butuh diperjuangkan dan dijaga. tunjukkan kalau kamu itu bukan wanita dan ibu yang lemah. aku akan selalu ada untukmu Ca. jangan biarkan dirimu lemah Ca dimata suamimu dan perempuan itu. Kamu adalah Cahaya yang membawa penerang dalam kegelapan. Terangilah hidupmu dan buah hatimu kelak, aku percaya kamu bisa ca!" Tutur Intan berusaha untuk menguatkan sahabatnya.


Cahaya menatap lekat sahabatnya itu dan memeluknya erat.


" Terima kasih Intan,kau memang sahabat terbaikku!" ucap Cahaya dalam pelukannya.

__ADS_1


" Sama-sama, ya sudah sekarang kamu telpon pak Reno bilang hari ini kamu sudah boleh pulang!" ucap intan melepaskan pelukan sahabatnya itu.


" Hemmm....!" jawab Cahaya lalu mengambil ponselnya yang diletakan diatas nakas.


__ADS_2