Sang Pangeran

Sang Pangeran
133. Kompor


__ADS_3

Setelah selesai menelpon Kia, Cyntia  menutup ponselnya. Untung hari ini dia ada jadwal syuting. Jadi Cyntia tidak begitu bosan di apartemen sendiri. 


Sebagai janda muda dan anak metropolitan, Cyntia memang jauh berbeda dengan Kia. Cyntia tergolong perempuan modern yang bergaul sedikit bebas dan berani. Cyntia juga masih suka ke club sekedar bersua bersama teman- temanya. 


Meski begitu, Cyntia merupakan sahabat yang baik dan loyalitasnya tinggi. Cyntia tau Kia banyak menderita dan Kia baik, jadi Cyntia juga melindungi Kia. 


Dengan penampilan seksinya, memakai hot pen ala korea, sneakers dan blouse longgar barwarna putih, tidak lupa kaca mata hitam. Cyntia berangkat ke lokasi syuting yang kebetulan letaknya berada di sebuah resort mahal. Cyntia mengndarai mobilnya sendiri. 


“Hai Ciiint!” sapa tukang make up Cyntia yang semi- semi, dia laki- laki tapi berdandan seperti perempuan, namanya Mak Be. 


“Hai Mak!” jawab Cyntia.


“Makin cantik dan glowing aja nih!” ucap Mak Be ke Cyntia. 


“Iya dong, 2022 masa kucel, masak kalah sama Mak Be!” jawab Cyntia membercandai. 


“Iya deh iya. Lo emang artis paling te o pe begete deh! Sini duduk sini!” ucap Mak Be lagi menyuruh Cyntia duduk di meja rias. Mak Be kemudian mulai mengikat rambut Cyntia yang tergerai agar tidak mengganggu. 


Di saat yang bersamaan, di luar tenda, rekan kerja mereka tampak ribut. 


“Ada apa sih itu?” tanya Cyntia bertanya. 


“Biasa Pak Bos kebakaran jenggot. Abis si Nyai Sultan nggak propesional!” ucap Mak Be mencibir, Pak Bos yang dimaksud adalah  Satya, sementara Nyai Sultan yang dimaksud adalah Paul. 


“Kenapa emang ama si Nyai Sultan?” tanya Cyntia bergosip. 


“Ya dia serakah sih, udah juga jadi bos, masih aja ngebet mau ikut syuting. Giliran pekerjaan udah setengah jalan gini dia mau resign, kerja telat- telat terus. Iya sih dia bisa dengan mudah bayar denda kontrak, tapi kan kasian Pak Bos ya? Udah baik gitu, dikecewain, kan Pak Bos harus nyari pemain pengganti,ya nggak bisa dong!” cibir Mak Be lagi. 


“Maksudnya Kak Paulina udah nggak mau syuting lagi?” tanya Cyntia kaget. 


“Huum!” jawab Mak Be mengangguk dengan gaya centilnya. 


“Lhoh kenapa?” tanya Cyntia kepo. 


“Tapi you keep silent ya! Bisa digorok gue kalau sampai bocor” 


“Iya ya!”jawab Cyntia pura- pura tidak tahu apapun tentang Aslan dan Paul. 


“Nyonya Sultan kan diceraiin sama lakinya, ih kasian deh dia!” cibir Mak Be lagi. 

__ADS_1


“Oh gitu!” jawab Cyntia mengangguk padahal Cyntia jauh lebih tau. “Terus kenapa dia malah berhenti syuting?” tanya Cntia lagi mengorek. 


“Katanya sih, hasil dari sidang perceraianya itu, dia jadi dapet hak perusahaan lakinya gitu, jadi dia udah nggak syuting lagi, katanya!” 


“Oh pantes!” jawab Cyntia lagi. 


“Tapi ada yang lebih hot lagi!” cibir Mak Be berbisik, 


“Apa?” 


“Dia bunting Say!” 


“What? Hamil? Kok dicerai? Kasian amat?” tanya Cyntia pura- pura histeris dan simpati, tapi Cyntia memang kaget dengan kehamilan Paul. 


“Nah itu entahlah. Eyke juga bingung. Kok tega ya lakinya si Nyai ceraiin si Nyai. Tapi kalau gue liat-liat, padahal laki si Nyai kaya orang baik-baik ya? Mereka juga tidak pernah diterpa gosip” 


“Ya urusan rumah tangga orang nggak ada yang tahu, kita Cuma liat luarnya. Gue juga cere kok! Terkadang cerai itu sebuah solusi meski itu buruk. Makanya sebelum nikah harus dipikir dan dipertimbangkan dengan baik!”jawab Cyntia agak waras. 


“Tumben lo waras, tapi Eyke beneran penasaran lho, apa alasan cerainya? Terus artis papan atas kayak Nyai, kok bisa ya nggak ada media yang angkat topik ini?” ucap Mak Be lagi. 


Cyntia yang sudah tahu permasalahan Paul selingkuh, pura- pura muka datar. Rupanya Aslan memang pandai menjaga privasi keluarganya. 


“Ya terus lo mau angkat dan beritain ini?” tanya Cyntia. 


“Terus pemain penggantinya siapa?” tanya Cyntia lagi. 


“Belum tahu. Bentar lagi kan syuting kita mau selesai, sepertinya sih Pak Bos nggak mau ganti. Tetep dia yang harus selesaiin!” jawab Mak Be. 


“Hari ini kan dia syuting juga!” ucap Cyntia hari ini emang ada scene Paul dan Cyntia.


“Ya paling nanti kita pulang telat lagi, liat aja, pemain yang lain udah pada siap. Si Nyai belum dateng!” cibir si Mak Be. 


“Iya. Duh, nyebelin ya? Gue kan juga pengen cepet kelar dan cepet rebahan!” ucap Cyntia jujur. 


“You kalau mau sukses harus disiplin dan profesional makanya!”  


“Ye Mak. Ya udah dandanin gue yang bener, nggak usah urusin si Nyai!” tegur Cyntia. 


“Oke Ciint!” jawab Mak Be. 

__ADS_1


Untung di tenda make up tidak ada orang selain mereka berdua. Mak Be melanjutkan pekerjaanya sebagai make up artist, mendandani Cyntia sesuai peran dan adegan hari ini.


Di luar masih terdengar beberapa kru dan sutradara ribut dan diskusi. Sementara Cyntia sambil pasrah dirinya dimake up-i berbicara sendiri dalam hati. 


“Paul hamil? Apa suami Kia tau? Kira- kira itu anak suami Kia atau si artis ganjen itu ya?”


“Gue harus kasih tau Kia nih! Mereka semua benar- benar pandai menyimpan rahasia. Tapi apa iya sih teman- teman Paul nggak ada yang tau dan nggak ada yang curiga dengan perselingkuhan Paul dan Nicholas?” 


Tidak lama, mereka mendengar suara heels masuk. Mak Be dan Cyntia lagsung menoleh terdiam. Orang yang mereka ghibahin datang. Paul masuk dengan ekpresi kesal karena dia habis dimarahi kru menjadi artis tidak profesional. 


“Hai Siiist!” sapa Mak Be bermuka dua jadi ramah ke Paul. 


“Gue perlu ngomong berdua sama dia!” ucap Paul sinis menunjuk ke Cyntia. 


“Saya Kak?” tanya Cyntia menunjuk dirinya sendiri. 


“Go!” ucap Paul mendelik ke Mak Be.


Mak Be menelan ludahnya takut dan meletakan kuasnya lalu pergi. Paul kemudian mendekat ke Cyntia. 


“Ada apa ya Kak?” tanya Cyntia sopan sebagai junior. 


“Nggak usah sok baik lo sama gue!” ucap Paul sinis. 


“Ehm!” Cyntia pun beredehem, Cyntia bukan takut tapi rasanya nggak ada hal yang menguntungkan berkelahi dengan Paul. 


“Lo tinggal bareng sama perempuan udik itu? Dia bukan manager lo kan?” tanya Paul sinis. 


“Dia bernama Kiara Arsyila, Nyonya! Saya pernah tinggal bareng tapi sekarang saya tinggal di apartemen sendiri!” jawab Cyntia mulai menampakan perlawananya. 


“Kasih tau dimana kalian tinggal. Gue perlu ngomong sama dia!” 


“Maaf Nyonya. Kia sedang tidak ada di rumah, dan saya nggak akan biarin ada orang yang ganggu sahabat saya!” jawab Cyntia lagi. 


“Lo berani sama gue?” tantang Paul. 


“Saya katakan yang sebenarnya, Kia tidak ada di rumah! Kalau boleh tau untuk apa anda menemuinya? Bukankah urusan anda dengan suami Kia sudah selesai?” tanya Cyntia lagi.


“Jadi benar mereka sudah menikah?” tanya Paul. 

__ADS_1


“Ya dan sekarang mereka sedang bulan madu!” jawab Cyntia malah mengkompori emosi Paul. 


Paul kemudian menatap Cyntia sinis dan mengepalkan tanganya. 


__ADS_2