
Kia merasa risih, niat Kia bersimpati dengan hidup Aslan, ingin memberikan perhatian dan kasih sayang yang tulus. Malah respon Aslan tertuju pada jagoan kecil dibalik celananya, dasar Aslan.
Dan kini Kia geli sendiri, terpancing dengan omongan Aslan. Apalagi mereka berada di dalam mobil kecil. Kia pun meraih gagang pintu ingin keluar. ‘
“Jangan keluar dulu, kita ngobrol dulu di sini!” ucap Aslan.
Saat Aslan melihat Kia membuka pintu, Aslan bangun melangkahi Kia dan menarik pintu mobil mencegah Kia keluar, mereka pun jadi berdekatan sampai hembusan nafas mereka saling terasa.
“Kenapa? Katanya mau jenguk Pangeran, katanya mau temui Rendra? Kenapa kita malah di sini?” tanya Kia duduk lagi.
“Kau lihat mobil jazz itu, itu mobil pacar Rendra. Kita tunggu di sini, jangan ganggu mereka!” ucap Aslan menunjuk mobil di sebelah mobil Aslan.
“Oh, Rendra punya pacar?” tanya Kia.
“Punyalah, dia kan adikku, ganteng sepertiku, masa jomblo” jawab Aslan.
"Gr"
"Akui saja aku memanh ganteng kok. Lihatlah Ipang dia tampan karena mirip denganku" ucap Aslan kepedan lagi.
"Terus maksud kamu kalau mirip denganku tidak ganteng?"
"Ya bukan begitu. Karena aku ganteng dan kamu cantik jadilah Pangeran ganteng dan imut"
"Hemm"
"Kita tunggu pacar Rendra keluar"
“Ternyata dia punya pacar ta. Kirain, dia kan terliht dingin, tadinya mau ku jomblangin sama Cyntia” gumam Kia.
“Bukanya Cyntia udah punya suami?” tanya Aslan.
“Dia mau cerai, suaminya punya kelainan, dia psycopath” jawab Kia menceritakan Cyntia.
“Kasian” jawab Aslan.
“Huum”
“Oh ya, gantian dong kamu yang cerita, aku ingin dengar ceritamu!”
“Aku? Cerita apa?” tanya Kia.
“Bagaimana hidumu? Bagaimana masamu saat hamil Ipang tanpaku? Kenapa aku tidak bisa menemukanmu? Dan kenapa kau sampai berada di kamar itu untuk menemuiku. Aku tau kau melakukanya dengan terpaksa. Beritahu aku, perempuan seperti apa ibunya anakku ini?” tanya Aslan banyak menghadapkan tubuh dan wajahnya ke Kia lagi.
Kia diam tersenyum, Kia merasa bahagia, Aslan sungguh seperti menghargai dirinya, dan ternyata mencarinya, kini ingin tau tentangnya juga.
“Sebelum aku, menjawab, menurutmu aku perempuan seperti apa?” tanya Kia ingin mengetes penilaian Aslan.
“Kamu perempuan berharga yang harus aku perjuangkan, dan hanya kamu perempuan yang akan menemaniku menghabiskan umurku” jawab Aslan justru merayu Kia.
“He...” jawab Kia tersipu.
“Kamu mau kan?”
“Demi Ipang”
“Bener hanya demi Ipang? Kamu sendiri nggak?”
“Nggak!" jawab Kia bohong.
“Katanya cinta sama aku?”
“Siapa bilang?”
“Tadi ke Paul”
“Kan ke Paul”
“Udah sih ngaku aja"
"Nggak"
"Ya usahlah intinya, berarti kamu mau ya! Kita menikah secepatnya"
"Emem" Kia akhirnya mengangguk setuju. Aslan pun tersenyum bahagia.
"Ya sudah sekarang jawab pertanyaanku”
“Aku bingung, pertanyaanmu terlalu banyak, aku harus jawab dari mana dulu? Coba diulangi pertanyaanya” jawab Kia beralasan tidak mau cerita.
__ADS_1
Kia ingin tau banyak tentang Aslan tapi tidak ingin rahasianya terbongkar. Akhirnya Aslan mengalah.
“Baiklah, siapa saja laki- laki yang tidur denganmu?" tanya Aslan menanyakan hal terpenting menurutnya yang harus dia tahu.
“Apa- apaan sih? Kok sekarang tanyanya malah begitu, tadi bukan itu deh kayaknya.”
“Jawab dulu! Sekarang pertanyaanku berubah. Salah siapa kamu menyuruhku mengulang pertanyaan. Harus jujur!”
“Hmm baiklah. Aku jawab. Selain kamu, tidak ada!”
“Sungguh?” tanya Aslan senang tapi ingin memastikan.
“Iya sungguh hanya kamu, kami satu- satunya, yang pertama dan terakhir kalinya” jawab Kia keras tapi sedikit canggung mengingat apa yang mereka lakukan 7 tahun lalu.
“Jadi benar hanya jagoanku yang masuk kesitu?” tanya Aslan memperjelas menunjuk miliknya dan milik Kia. Tentu saja membuat Kia semakin geli.
“Ih, kenapa bahas itu lagi, ganti pertanyaan lain. Atau aku pergi” jawab Kia mengancam.
“Kenapa kau bisa ada di kamar itu? Dan kenapa bahkan uang dariku masih kau simpan dan tidak kamu gunakan?”
“Harus ya aku cerita?” tanya Ki malas menjawab.
Kia benci harus cerita tentang Jeje dan kakaknya. Kia juga ingin menyembunyikan keburukan keluarganya dari laki- laki di depanya yang baru beberapa detik yang lalu resmi jadi pacarnya.
“Kita akan jadi suami istri, Sayang, aku ingin tau semuanya”
“Tapi aku tidak ingin ceritakan itu, katamu itu sudah terjadi, dan jika tidak, Ipang tidakada di antara kita, jadi ya sudah jangan tanya alasanya” jawab Kia menawar dengan muka cemberutnya.
“Curang kamu, aku kan sudah menjawabnya, kamu tidak mau”
"Intinya aku datang ke kamar itu karena uang dan terpaksa. Dan itu pertama dan terakhir"
"Yaya, oke cukup!"
“Suatu saat nanti, aku akan cerita kok tapi tidak sekarang” tutur Kia menjanjikan.
“Baiklah, apa itu hal yang menyakitkan?”
“Iya”
“Oke nggak masalah, yang penting aku tahu. Hanya jagoanku yang masuk ke kamarnya, dan sebentar lagi ketemu lagi ya!” ucap Aslan dengan muka tengilnya lagi.
“Iih, ck, diulangi lagi!”
“Pangeran udah nggak punya kakek ataupun nenek”
“Maaf”
“Tapi Pangeran punya Pak Dhe”
“Dimana dia?”
“Mereka di sini”
“Benrkah? Kenapa kamu menemukanmu? Dan kenapa kamu malah di kota Y”
“Saat Ipang datang ke perutku, aku dikeluarkan dari kampus. Jadi aku harus pergi dari rumah,, karena kakakku menyuruhku mengugurkan Pangeran” tutur Kia sendu mengingat penderitaan dirinya dan Pangeran di masalalu.
“Begitukah?" tanya Aslan tiba-tiba ikut merasakan sakot dan bersalah. Berarti Kia diusir dan dikeluatkan akibat ulah jagoan kecil Aslan.
"Iya" jawab Kia mengangguk.
"Terima kasih Sayang, kamu sudah memperjuangkan Pangeran, dan berjuang banyak untuknya"
"Dia anakku dan hidupku, tentu saja akan aku lindungi bagaimanapun caranya," imbuh Kia
"Dia anak kita. Maafkan aku ya aku tidak ada di saat itu"
"Tapi Ipang anak pintar, saat aku pergi ke kota Y, " tutur Kia hendak melanjutkan cerita tapi dipotong.
"Sudah jangan kau lanjutkan lagi!” larang Aslan tiba-tiba. Aslan aneh sekali, tadi dia yang memjnta Koa cerita, giliran Kia cerita dilarang.
“Kenapa?” tanya Kia jengkel, sudah semangat cerita malah dilarang.
“Memang boleh aku memelukmu sekarang?” tanya Aslan menampakan ekspresi memelas
“Nggak! Kita belum menikah enak aja. Dosa kita udah banyak” jawab Kia.
“Ya sudah, besok kita temui kakakmu, ayo kita menikah secepatnya. Baru kau ceritakan semua” jawab Aslan.
__ADS_1
“Tadi kan kamu yang ngotot tanya kenapa sekarang berganti ceritanya setelah menikah” tanya Kia lagi.
“Jadi gini. Kalau kamu cerita sedih seperti tadi aku jadi ingin memelukmu, kamu kan nggak mau kupeluk. Sakit rasanya aku ingin peluk kami tidak bisa. Jadi nanti saja, kalau aku sudah boleh memelukmu, ceritakan semua, jika kamu sedih dan menangis, bersandarlah denganku! Mengerti?” ternyata Aslan tidak ingin Kia cerita karena tidak tahan mendengar cerita anaknya itu membuatnya merasa bersalah. Menghamili anak orang tapi menelantarkanya.
“Hmmm”
“Oh ya, panggil aku Abang mulai sekarang!” ucap Aslan lagi.
“Kemarin katanya aku suruh panggil ayahnya Ipang?” gumam Kia mencibir.
“Kan kemarin kita belum jadian”
“Dasar”
“Kalau ada Ipang panggil ayah, tapi kalau seperti sekarang panggil Abang, mengerti?”
“Ya!”
“Coba praktekin”
“Iya Abang”
“Tambahin”
“Apa?”
"Abang Sayang"
"Ishh"
“Hehe, Ohya satu lagi"
"Apa lagi?"
"Kamu resign ya, dari kerjaan kamu!”
“Ye... aku kan memang mau resign dari awal. Kamu aja yang maksa aku”
“Iya aku maksa kan buat dapetin hati kamu, dan sekarang udah dapet, kamu tidak perlu kerja lagi!”
“Ya. Eh tapi kalau aku nggak kerja kita dapet uang dari mana, kamu kan?” ucap Kia terpotong.
“Kamu mau mengataiku pengangguran?”
“Ya bukan gitu?”
“Temani aku ya!”
“Temani gimana?’”
Lalu Aslan menceritakan rencananya, Aslan akan mendirikan perusahaansendiri di luar ibu kota. Itu sebabnya Aslan memilih perumahan di pinggiran dan perbatasan. Ternyata di dekat situ ada tanah lapang yang ingin Aslan bangun menjadi gedung perkntoran untuk usaha barunya.
Aslan menceritakan detail ke Kia tentang rencananya. Bahkan Aslan ingin nama perusahaanya menjadi Kiara Corporation.
“Apa kau setuju?” tanya Aslan.
Kia mengangguk setuju.
“Terima kasih”
“Tapi sebelum ini, kuberitahu satu rahasia.”
“Apa?”
“Saat kau sudah menjadi istriku nanti, benar kata Paul, kau harus siap miskin, jika aku jatuh, apa kau siap?”
“Kan sudah kukatakan juga, kita akan bahagia apapun keadaanya”
“Aku bangga padamu, kamu keren, terima kasih ya!” ucap Aslan.
Mereka kemudian saling padang dan tersenyum. Tiba- tiba ekpresi mereka berubah. Dari arah apartemen terlihat perempuan cantik tampak berjalan cepat dengan muka bersungut- sungut dan di belakangnya tampak pria tampan dengan kemeja berantakan mengejarnya. Entah apa yang baru mereka lakukan, tapi kancing kemeja Rendra bagian atas terbuka
“Sayang tunggu sayang, kamu jangan begini!” panggil Rendra menarik tangan Meta.
“Sekarang jawab pertanyaanku. Kamu pilih aku atau bos gilamu yang miskin itu!” seru meta di dekat mobil Aslan.
Perkataan Meta bisa Aslan dan Kia dengar dengan jelas. Hal itu membuat Kia tertawa dan membuat Aslan mendengus kesal, dia dikatai bos gila dan miskin oleh pacar bawahanya.
“Sayang, kamu dan Aslan itu tidak bisa disamakan, tolong mengertilah” jawab Rendra merayu Meta.
__ADS_1
“Pilihan kamu bodoh, bisa- bisanya kamu memilih ikut resign dan bersedia membantunya, kalau dia bangkrut gimana? Terus mau dengan apa kamu nikahin aku? Dan kasih makan aku?” tanya Meta keras.
“Sayang” jawab Rendra tidak bisa memberi jawaban.