
"Sepertinya Nyonya Kia perempuan baik-baik, Tuan" tutur Rendra setelah membaca surat dari Kia.
Bahkan Rendra masih hafal pengikat uang 10 juta itu, karena Rendra tanpa sengaja memegang ballpoint dan memberi coretan di atasnya.
Seri uang yang Kia tinggalkan juga menunjukan uang yang Rendra ambil dan siapkan 7 tahun lalu.
Uang yang dikhususkan untuk mengobati kekacauan Aslan, di hari kedua pernikahanya dengan Paulina.
"Bahkan dia masih simpan uang dan pesan ini, bisa-bisanya dia berpura-pura tidak mengenaliku" gumam Aslan memikirkan Kia.
"Sepertinya, Nyonya Kia banyak melalui hal yang tidak baik Tuan, info yang dulu saya dapatkan, dia tinggal bersama kakak iparnya, tapi alamat di curiculum vitae_nya. Nyonya Kia tinggal di kota Y" tutur Rendra lagi.
Aslan diam menundukan kepalanya. Rendra benar, entah Kia perempuan bayaran sungguhan dan perempuan baik-baik. Kia pasti banyak mengalami kesusahan hamil seorang diri.
Dari riwayat yang Rendra cari, ternyata Kia tidak pernah menikah sekalipun. Aslan harus menebus semua penderitaan Kia.
Saat mereka berdua termenung, pintu ruangan Aslan diketok. Aslan dan Rendra menoleh ke pintu.
"Masuk!" jawab Rendra mempersilahkan masuk.
Pintu dibuka, seorang perempuan tampak gugup memegang map.
"Ada apa Bu Rosa?" tanya Rendra.
"Mohon maaf Tuan" ucap Bu Rosa hati-hati masih berdiri di hadapan mereka.
Rosa menelan salivanya melihat uang tunai berserakan di atas meja.
"Ada apa?" tanya Aslan malas.
"Ini Tuan" tutur Bu Rosa menyerahkan map pengunduran diri Kia.
"Apa ini?" tanya Rendra merapihkan uang Kia dan memandangi map yang diserahkan Bu Rosa.
"Surat pengunduran diri Nyonya Kiara Arsyila Tuan" jawab Bu Rosa.
"Pengunduran diri?" tanya Rendra dan Aslan bersama.
"Iya Tuan"
Aslan memundurkan duduknya, menggerakan lidahnya berfikir, tapi kemudian tersenyum.
"Dia sudah baca kan surat kontraknya?" tanya Rendra.
"Sepertinya sudah Tuan" jawab Bu Rosa.
"Dia tau kan konsekuensinya mengajukan pengunduran diri sebelum kontrak itu apa?" tanya Rendra lagi.
Bu Rosa diam. Mencoba mengingat memory saat Kia menandatangani kontrak. Kia hanya terlihat sangat bahagia.
Apa Kia sudah baca atau belum, Bu Rosa kan tidak tahu pasti. Kia hanya terlihat membolak balikan perjanjian kontrak itu.
"Apa dia memberikan uang penalti sesuai perjanjian?" tanya Rendra lagi. Sebenarnya Rendra tau dan yakin, Kia tidak mungkin mampu membayar.
"Tidak Tuan, surat ini hanya diletakan di meja saya" jawab Bu Rosa
__ADS_1
"Aiishh dia memang ceroboh" ucap Aslan tiba-tiba setelah dari tadi diam mendengarkan Bu Rosa.
"Ya sudah kembali ke tempatmu" ucap Rendra lagi
"Dia benar-benar ingin menjauh dariku rupanya. Telpon pegawai karantina. Ipang masih jadi kartuku" perintah Aslan ke Rendra.
Rendra kemudian menelpon salah satu penanggung jawab peserta bintang kecil. Dan ternyata di hotel terjadi keributan karena Ipang tidak ada.
"Maaf Tuan, sepertinya kita terlambat" lapor Rendra.
"Maksud Lo?" tanya Aslan melotot.
"Nyonya Kiara membawa Putra Anda pergi" tutur Rendra .
"Aishhhh, dasar perempuan gila. Dia pikir dia bisa pergi dariku. Dia benar-benar bodoh sepertinya, kenapa mengambil jalan tanpa perhitungan?" ucap Aslan berdecak mengatai Kia bodoh .
"Terus bagaimana Tuan?" tanya Rendra.
"Beri dia pelajaran biar sedikit penurut" ucap Aslan lagi.
"Maksud Tuan?" tanya Rendra tidak paham.
"Aih kau juga kenapa ikut-ikutan bodoh?" tanya Aslan kesal tidak ada yang bisa menebak maunya.
"Saya masih tidak mengerti" jawab Rendra jujur. Mana bisa beda kepala bisa menebak isi otak orang lain.
"Suruh polisi jemput dia!"
"Polisi?" tanya Rendra kaget.
"Apa Tuan akan memenjarakanya?"
"Bodoh!"
"Terus kenapa jemput pakai polisi?"
"Dia calon istriku, mana mungkin aku memenjarakanya. Aku hanya ingin buat dia patuh, kenapa dia jual mahal, apa susahnya jadi istriku, Paul saja tidak mau kucerai" jawab Aslan percaya diri.
"Glek" Rendra menelan salivanya, aneh sekali, gimana Kia mau menerima cintanya kalau cara main Aslan melibatkan polisi.
"Baik Tuan" jawab Rendra mengangguk saja.
"Panggil pengacara ke sini!" perintah Aslan lagi.
"Pengacara?" tanya Rendra semakin tidak bisa menebak mau Aslan.
"Gue harus urus hak asuh Ipang, gue harus dapatkan itu, gue harus cari pilihan lain kalau dia masih menolak. Lakukan apapun caranya biar perempuan itu jadi istriku" tutur Aslan lagi.
"Baik Tuan" jawab Rendra patuh.
Rendra segera menelpon pengacara Nareswara agar segera merapat ke kantor.
Sambil menunggu pengacara. Aslan melakukan pekerjaanya. Memeriksa beberapa kontrak iklan dan target kerja lainya.
Tapi ingatan Kia selalu datang mengganggunya. Wajah manis dan cantik 7 tahun lalu itu datang. Kia meneteskan air mata tersedu-sedu saat Aslan menjamahnya.
__ADS_1
Bahkan sebelum Aslan menyentuhnya, Kia sudah lebih dulu menangis. Kenapa Aslan begitu bodoh dan sadar sekarang.
Kia bukan menangis kesakitan karena pedang Aslan begitu tajam menembus gawangnya. Tapi Kia menangis karena hatinya. Hatinya merasa sakit mengingkari kepercayaan dan keyakinanya.
Seharusnya dari awal Aslan sadar, Kia bukan perempuan bayaran seperti yang dia kira. Aslan sendiri juga merasakan hal yang sama. Ada alasan dia melakukan itu.
Tapi apa alasan Kia merelakan dirinya dijamah orang lain demi uang?
Aslan sendiri bukan laki-laki atau pengusaha kaya yang doyan celap celup. Bahkan Kia satu-satunya perempuan yang dia taburi benih. Pada istrinya pun tidak.
Aslan ingat betul. Alasan Aslan membayar Kia adalah istrinya.
Malam itu, di malam pernikahanya, Aslan dibuat kacau dan hatinya hancur berkeping-keping.
Saat malam pertama, Aslan merasa jalan yang dia lalui bersama Paul lurus mulus tanpa hambatan apalagi lampu merah. Paul juga tidak menampakan rasa sakit sedikitpun.
Padahal dari pengetahuan dan cerita teman-temanya, perempuan gadis akan ada sensasi berbeda. Ada kepuasan melewati gua yang sempit. Bahkan tidak semua orang akan lancar, ada beberapa yang macet dan dicoba lagi.
Paul juga terasa sangat lihai. Awalnya Aslan menikmatinya karena dia memang istrinya.
Meski Aslan dijodohkan, Aslan menerima karena memang Paul perempuan cantik.
Tapi satu hal yang membuat Aslan semakin merasa aneh, saat Aslan membersihkan tubuhnya seusai berhubungan. Aslan menemukan sesuatu di kamar mandi.
Niat Aslan membuang tisu, tapi di tempat sampah Aslan menemukan benda terkutuk. Aslan melihat test pek. Dan isi test pek itu ada dua garis.
Di kamar itu hanya ada Aslan dan Paul. Jadi itu jelas punya Paul. Paul ternyata sudah hamil.
Aslan langsung menyandarkan tubuhnya ke tembok. Sekujur tubuhnya lemas. Aslan merasa dibohongi, Aslan merasa dijebak, Aslan marah.
Padahal Aslan adalah laki-laki setia. Meski Aslan menawan dia menjaga juniornya dengan baik. Aslan masih perjaka.
Tapi Aslan mendapatkan istri yang gawanngya sudah dijebol laki-laki lain. Bahkan benihnya ada dan sudah tumbuh. Aslan dipaksa menjadi ayah dari anak orang lain.
Beruntung, Aslan tidak terlalu pandai pada awal pergulatanya. Saat Paul melepas pedang Aslan berniat pindah posisi agar Aslan lebih puas. Benih-benih Aslan tertumpah di luar duluan.
Sejak saat itu, Aslan merasa jijik mendekati Paul. Meskipun dia istrinya tapi Aslan enggan mencampurinya lagi.
Dan 7 tahun lamanya mereka bersama, mereka tidak melakukan hubungan suami istri sebagai mana mestinya. Aslan terjebak dalam rasa marah dan frustasinya. Rasa sakit karena dibohongi.
Sebenarnya Aslan bukan tinggal diam dan bodoh dengan statusnya. Berulangkali Aslan berniat bercerai, tapi Paul tidak bersedia. Paul memilih bertahan dengan dramanya.
Dan ada konsekuensi besar yang harus Aslan tanggung jika bercerai.
Itu semua merupakan rahasia yang keluarga Nareswara sembunyikan. Pernikahan Aslan hanya topeng dan sandiwara.
Dan rasa marahnya Aslan 7 tanun lalu itu membuat dia frustasi. Pagi harinya Aslan meminta Rendra mencari gadis perawan untuk dia nikmati. Aslan ingin tau bagaimana perbedaanya kedua wanita yang baru dan lama.
Waktu itu, Cyntia sugar baby baru yang terdaftar di jaringan perempuan penyewa jasa haram itu, dia satu-satunya yang masih bersegel. Karena job Cyntia selalu sebatas menemani minum dan bermain golf.
Tapi sayangnya Cyntia datang bulan dan bertepatan, saat itu Kia butuh uang. Jadi Cyntia melemparkan ke Kia.
Di daftar catatan bos Cyntia, Cyntialah yang menemai Aslan. Bukan Kia, karena Kia tidak ada di daftar penyedia jasa itu.
Itulah sebabnya Aslan menemui Cyntia. Aslan juga menghentikan pencarianya. Dia mengira Kia sudah menggugurkan kandunganya.
__ADS_1
"Maafkan aku Kia" batin Aslan menggenggam tanganya.