
****
Di rumah Pangeran.
Aslan frustasi dan memilih menunggu Kia di ruang makan. Sebenarnya Aslan malu juga diliatin Mbak Narti, Fatimah dan Mbok Mina. Aslan yang maraah, Aslan yang dihukum da dicueki.
Jika dulu saat bertengkar dengan Paul, Aslan langsung memilih pergi dari rumah. Sekarang Aslan memilih membuang semua malunya dan bertahan menunggu Kia keluar. Aslan jadi ingin memukul Radit, tapi nanti pasti Kia tambah marah. Apalagi Pangeran dan Alena ada di rumah. Aslan jadi tidak berkutik lagi.
Di saat yang bersamaan Rendra datang. Aslan pun marahnya teralihkan, Aslan menemui saudara, karyawan plus teman gilanya itu.
“Hari ini tidak usah ke kantor!” ucap Aslan tiba- tiba membuat Rendra sedikit kaget.
“Kenapa, Bos?” tanya Rendra.
Aslan terdiam, dia ingin mendapatkan maaf dari Kia, menjaga Kia dan menjadi satpamnya agar tidak didekati Radit, pikiran Aslan jadi dipenuhi perkiraan yang tidak jelas gara- gara Radit.
“Bekerja dari rumah saja, kita work from home!” jawab Aslan asal tidak mau terlihat kalau dirinya sedang cemburu dan dihukum istrinya.
“Oke!” jawab Rendra. Rendra berdiri, berfikir sebaiknya bekerja di ruan kerja.
“Mau kemana kamu?” tanya Aslan.
“Ke ruang kerja!” jawab Rendra.
“Kita bekerja di sini saja!” jawab Aslan.
“Baik!” jawab Rendra patuh.
Rendra lalu mengeluarkan laptopnya dan bersiap bekerja.
“Saya sudah mendengar semua informasi tentang Tuan Surya!” ucap Rendra memulai pembicaraan.
“Hemmm!” jawab Aslan berdehem.
“Apa Satya tau tentang ini?” tanya Rendra.
“Belum! Biarkan saja dia akan tahu sendiri!”jawab Aslan.
“Paulina hamil!” ucap Rendra lagi.
“Aku sudah mendengarnya!” jawab Aslan lagi.
Aslan selalu menanggapi semua perkataan Rendra sekenanya dan sangat ketus. Rendra jadi sesak dan merasa sangat kesal jika partner kerjanya mulai semaunya begini lagi.
“Apa yang akan kamu lakukan ke Paul? Cyntia mempunyai rekaman perselingkuhan Paulina dan Nicolas!” tutur Rendra lagi.
__ADS_1
“Aku juga punya hasil tes DNA Alena, foto mereka di kamar aku juga punya!” jawab Aslan lagi dengan nada merendahkan laporan Rendra.
“Kapan membalasnya bos?” tanya Rendra.
Aslan tidak menjawab, tapi malah mengacak- acak rambutnya.
Aslan inginya sekarang langsung membalas Paulina. Tapi Aslan dibuat bertekuk lutut dan tidak berdaya melawan Kia. Kia tidak mau pihaknya speak Up, sebelum Kia menemui istri Nicholas.
“Nyonya besar belum kasih ijin, aku bisa dipanggang nanti kalau bertindak sendiri!” jawab Aslan.
“Nyonya besar?” tanya Rendra.
“Kumpulkan saja dulu semua buktinya, antar Kia menemui istri laki- laki itu!” jawab Aslan kesal.
“Oke!” jawab Rendra mengerti.
Sekarang ternyata bos Rendra bukan Aslan lagi, melainkan Kia. Kini semua pekerjaa dan keputusan ada di tangan Kia, bukan di tangan Aslan. Rendra kemudian menatap Aslan iba.
“Kasian sekali jadi suami takut istri. Aku tidak mau jadi suami seperti Aslan, istriku harus perempuan yang nurut!” batin Rendra percaya diri.
Padahal Aslan bukan takut istri, tapi memang pendaat Kia lebih baik. Kia memikirkan sesuatu tidak hanya berdasarkan emosi tapi memikirkan baik buruk setiap tindakanya. Kia berfikir dengan tenang dan memikirkan efek jangka panjang.
“Lakukan rapat via zoom!” perintah Aslan tiba- tiba.
Rendra pun dengan sigap memberikan pengumuman ke karyawan barunya yang baru selesai perekrutan untuk melakukan rapat via zoo meeting. Mereka pun bekerja dari rumah.
“Sayang!” panggil Aslan menghadang Kia.
Pangeran dan Kia terdiam menatap Aslan kesal. Aslan pun berinisiatip meminta maaf dengan menarik kedua kupingnya.
“Ayah minta maaf karena sudah kasar ke Ibu Pangeran. Ayah janji tidak akan mengulanginya lagi. apa ayah boleh bicara dengan ibu sebentaar saja?” ucap Aslan berusaha menarik perhatian anak dan istrinya.
Pangeran pun tertawa melihat ayahnya seperti itu. Ayahnya bisa berubah- berubah sifatnya.
“Apa anak ayah memaafkan ayah?” tanya Aslan.
“Ya ayah!” jawab Pangeran.
“Kau dengar? Anak kita sangat pemaaf, apa kamu tidak malu jika kamu terus marah padaku? Maafin abang ya!” ucap Aslan terus merayu Kia yang cemberut.
“Abang bukan marah karena Alena!” ucap Aslan lagi.
“Terus kenapa?” tanya Kia akhirnya membuka suara.
“Ada Radit di rumah ini, apa kamu tidak sadar? Dia memperhatikanmu, pakaianmu sangatlah seksi!” ucap Aslan tiba- tiba.
__ADS_1
“Astaghfirulloh, benarkah Bang?” tanya Kia akhirnya Kia sendiri yang malu.
“Iya, itulah sebabnya abang kelepasan. Kau tau, Abang rasanya ingin membunuhnya. Itu sangat menyiksa abang!” ucap Aslan terbuka.
“Maafin Kia Bang!” jawab Kia juga terbuka meminta maaf.
Pangeran pun ikut menyimak dan mengerti permasalahan orang tuanya.
“Kau pilih saja, aku usir pria itu sekarang juga atau kau pakai pakaian yang benar!” ucap Aslan lagi.
“Maaf, Kia janji Kia lebih hati- hati. Kia lupa Bang!” jawab Kia, Kia pun berinisiatif meraik tangan Aslan dan meminta maaf.
Tentu saja dengan sangat cepat Aslan memaafkan. Mereka kemudian berpelukan dan berbaikan. Mereka pun sarapan bersama. Saat melihat ada Fatimah Ipangpun sangat senang. Tapi tidak ketika Radit datang. Aslan langsung menyudahi makanya dan mengajal Ipang dan Ala dan Kia pergi.
“Masuklah ke ruang kerja. Aku antar Alena dulu!” ucap Aslan berpamitan pada Rendra.
“Ya Bos!” jawab Rendra, lemas. Kalau mau ditinggal pergi Rendra mending kerja di kantor.
“Jangan pergi, tunggu aku!” ucap Aslan lagi seakan tau isi hati Rendra.
“Hmmm. Ya!” jawab Rendra lagi kesal.
Aslan pun mengantar Alena pulang ke rumahnya. Ternyata Paulina belum pulang, di rumah Alena bertemu dengan Mbak barunya. Jadi Aslan dan Kia tak bertemu Paulina. Padahal Aslan ingin bertemu dan memperingatinya.
Setelah mengantar Alena, Kia dan Aslan kompak mengantar dan mendaftarkan Pangeran ke sekolah barunya. Pangeran pun sangat bahagia, ayah ibunya baikan dan mendukungnya.
****
Di sebuah kafe.
Cyntia duduk cantik di sebuah bangku kafe elit di kota itu. Di depan Cyntia tersaji segelan jus strowbery dan sepiring pancake.
Cyntia tampak menunggu seseorang. Cyntia bertekad menguliti habis- habis laki- kaki yang dicurigai memberinya obat.
Sambil menunggu temanya datang. Cyntia iseng membuka media sosial.
“Kita kuat ya Sayang. Tumbuhlah dengan sehat di rahim Mommy ya! Kita hadapi ini bersama. Semoga Tuhan sadarkan ayahmu, dan tunjukan ayahmu kebenaran. Kelak ayahmu akan menyadari kesalahanya. Biarkan waktu yang balas perbuatan orang yang menjauhkan ayahmu dari Mommy”
#Teman Mommy
#Anugerahku.
“Haish, Gila ini gila!” umpat Cyntia kesal memelototi unggahan media sosial Paulina.
Bahkan di unggahan Paulina yang mengupload hasil test pek garis dua itu, komenta netizen langsung membludak. Isinya mendoakan Paulina dan menghujat Kia dan Aslan.
__ADS_1
“Gue harus temuin Kia! Ini nggak bisa dibiarin!” batin Cyntia.
Cyntia pun berniat datang ke rumah Kia setelah urusanya selesai.