Sang Pangeran

Sang Pangeran
79. Ayah Mana?


__ADS_3

Kia dan Cyntia kemudian duduk di kursi penonton. Tanpa memperdulikan Paul, Kia duduk dengan seksama, menikmati setiap penampilan dan acara.


Karena peserta bintang kecil hanya tinggal 3 anak. Hari ini masing-masing anak menyanyikan lebih banyak lagu. Masing-masing anak menyanyikan 3 lagu dengan genre berbeda.


Ipang pun menyanyikan ketiga lagu itu dengan sangat baik. Lagu bahagia, pop sedih, dan hi hop. Saat Ipang menyanyi juri sampai standing uplos.


"Ipang keren" teriak Cyntia menyemangati.


Sementara Kia hanya tersenyum. Ipang pun menoleh ke ibunya dan kawanya itu. Tapi entah siapa yang Ipang cari. Mata Ipang berkeliling mencari seseorang.


Setelah Ipang Felicia dan Alena tampil. Keduanya juga menampipkan penampilan yang sangat bagus. Karena mereka bertiga memang yang terbaik. Kia pun tersenyum.


"Semoga Ipang malam ini pulang ya Alloh" batin Kia.


Dan tiba-tiba saat Alena menyanyikan lagu. Di tengah- tengah penampilanya Alena lupa lirik dan sangat terlihat.


"Auuuft, Alenaa, kenapa salah? Ayo semangat!" Kia justru bersedih dan menyesalkan. Kia bersikap layaknya ibu tiri yang mengkhawatirkan anak tirinya. Kia ingin Alena yang menang.


Karena mau bagaimanapun Alena status Alena di mata hukum adalah anak Aslan. Semua orang taunya Alena anak Aslan. Meski sebenarnya bukan.


Tidak terkecuali Paul. Sang ibu kandung yang terobsesi anaknya menjadi populer dan menjadi bintang. Paul menjadi geram dan khawatir saat anaknya lupa lirik.


Menit dan menit berlalu. Dan semua peserta sudah menampilkan, kemampuan terbaiknya. Para penonton pun bersorak sorai. Tapi sayang di dalam studio itu tidak ada supporter Ipang.


Dan kini saatnya pembukaan hasil vote. Sambil menunggu dheg- dhegan, Kia, Paul dan penonton menunggu. Dan akhirnya hasil vote dibuka.


Yang tertinggi Felicia. Yang kedua Ipang dan Alena di posisi terakhir. Yang artinya Alena terancam akan pulang.


Penonton bersorah sorai, karena Felicia memang bagus, dan banyak penontonya. Sementara Paul dan Kia kecewa. Kalau Cyntia bersorak bahaigia.


"Yeeey Ipang keren!" teriak Cyntia melambaikan tangan ke Ipang.


"Ya ampun, aku harus menahan dan menunda lagi agar bisa membawa Ipang pulang. Ibu rindu Nak? Semoga angkanya berubah" batin Kia justru sedih.


"Shiiittt!" Paul mengepalkan tanganya geram dan tidak terima. Anaknya harus menang. Paul tidak terima menerima kekalahan apalagi dikalahkan anak selingkuhan suaminya.


"Dasar anak perempuan ******!" batin Paul.


Waktu penentuan masih 10 menit lagi. Lalu dengan kekuatan uangnya Paul menghubungi anak buahnya untuk mengkoordinir banyak orang agar memberikan vote untuk Alena.


MC dan pihak acara pun memberikan kesempatan kepada penonton. Agar siapapun jagoan mereka dipertahankan jangan sampai gugur.


Semua kemudian menunggu dengan tenang. Ketiga bintang kecil menyanyikan lagu kolaborasi sebagai penampilan penutup. Kia pun menikmati penampilan putranya.


Sebenarnya Kia bangga dengan Ipang. Tapi entah kenapa Kia sangat takut dan menyesal dengan posisi Ipang sekarang.


Bayangan Ipang berprestasi, hidup bersinar dan bahagia, semua hilang dari benak Kia. Kia takut setelah ini orang akan kembali menyerbu Kia dengan banyak pertanyaan, siapa ayah Ipang. Kia takut Paul menyakitinya. Kia juga sangat takut kalau mereka kembali bertemu dengan Jeje.

__ADS_1


Pokoknya Kia mau malam ini Ipang harus pergi dari studio ITV. Kia tidak mau sering bertemu dan berurusan dengan Paul lagi. Kia merasa posisi mereka sekarang terjebak dalam kehidupan dan lingkaran yang mengerikan.


Detik demi detik berlalu. 10 menit yang menegangkan tiba di penghujungnya. Dan sekarang kesempatan vote ditutup dan waktu penentuan dibuka.


Semua harap-harap cemas dan dheg-dhegan. Doa Kia terkabul, formasi dan angka berubah. Tapi Kia tetap kecewa, Kia masih harus menunggu lagi agar bisa berkumpul dengan Ipang.


"Ya Tuhan apa ini? Kenapa Ipang harus bersaing dengan kakak tirinya? Aslan kamu dimana sebenarnya?" batin Kia.


"Horee Ipang keren. Semangat" teriak Cyntia melambaikan tangan ke Ipang.


Ipang tetap di posisi kedua. Felicia yang diperingkat satu turun ke 3 dan Alena langsug melonjak di urutan pertama.


Pendukung Alena langsung ribut dan bersorak tidak terima. Mereka kecewa, karena semua setuju, Felicia jauh lebih baik dari Alena. Bahkan pendukung Felicia mereka saling berkasak kusuk, membuat spekulasi sendiri dan bernarasi semaunya.


"Kok bisa sih Alena yang menang? Kan jelas-jelas tadi dia kalah"


"Waah apa kurangnya Felicia"


"Ah ini paling udah di setting"


"Iya ini disengaja. Alena kan anak Aslan Nareswara"


Tanpa sengaja, mau tidak mau Kia mendengarya. Kia meremas tanganya sendiri. Semua orang kan memang taunya Alena anak Aslan. Di mata hukum dan pandanga manusia Alena anak Aslan.


Dan hanya karena Alena menang sudah dikata-katai membawa nama ayahnya. Bagaimana kalau sampai rahasia jati diri Ipang benar-benar bocor ke khalayak ramai.


Bagaimana kalau orang-orangan tahu siapa ayah Ipang juga. Ipang kan anak kandung Aslan. Bagaimana kalau khalayak ramai tau Kia dan Aslan tidak menikah tapi punya anak.


Dan di atas pangung Felicia menangis tersedu-sedu. Meski tetap mendapatkan hadiah tetap saja Feli sangat sedih karena harus pulang.


Ipang pun memberikan perhatian tulus dan bersimpati. Sementara Alena berekspresi flat. Buat Alena yang penting diringa menang.


"Feli jaangan menangis. Kamu tetap yang terbaik dan selalu menang di hati penggemarmu. Juara kan hanya tentang vote. Kamu sekarang bisa pulang ke rumah bersaa keluargamu, kamu bisa lebih sukses di luar" tutur Ipang sok dewasa.


Felicia pun mengangguk. Acarapun selesai. MC pun menenangkan ke penonton memberi tahu kalau semua berdar jumlah vote yang masuk.


Meski kecewa para penonton hanya bisa menerima. Mereka kemudian membubarkan diri.


Orang tua bintang kecil kemudia menghampiri buah hati mereka. Begitu juga Kia da Cyntia menghampiri Ipang.


"Selamat Ipang, kamu hebat, tante bangga!" tutur Cyntia bahagia.


"Terima kasih Tante" jawab Ipang.


"Ibu kangen banget sama kamu Nak!" tutur Kia memeluk Ipang.


"Ibu ayah mana?" tanya Ipang nyeplos.

__ADS_1


Mendengar perntanyaan Ipang, mulut Kia tercekat. Kia langsung melepaskan pelukanya. Kia kemudian menoleh ke Cyntia dan mereka saling tatap.


"Kenapa ayah tidak datang lagi. Ayah kemana Bu?"


"Ehm, mungkin ayah kerja dan sibuk Sayang" jawab Kia.


"Bukan karena ibu memarahi ayah dan mengusirnya?" tanya Ipang lagi


"Ibu memarahinya? Tidak sayang"


"Ibu dan ayah kan selalu bertengkar kalau bertemu. Jangan marah terus Bu pada Ayah. Ipang ingin ayah" tutur Ipang lagi.


"Nggak Nak, Ibu tidak marah sama ayah. Ibu dan ayah sekarang tidak pernah marahan lagi" jawab Kia.


Semenjak Aslan pergi, Kia memang tidak benci Aslan lagi. Kia juga gelisah dan merindukan Aslan. Rindu berdebat, rindu tatapanya, rindu parfumnya, Kia juga rindu wajah tampan dan perhatianya.


"Ibu janji tidak marahan lagi dengan ayah?"


"Iya ibu janji"


"Jangan buat ayah pergi ya Bu. Menikahlah dengan ayah. Ipang mau punya ayah" ucap Ipang lagi dengan muka cemberut.


Kia tidak menjawab iya tapi langsung memeluknya. Dan panitia Bintang Kecil datag, memberitahu Ipang harus kembali ke asrama.


"Nak, baik-baik dengan Alena ya! Dia kakakmu" bisik Kia menasehati anaknya.


"Ipang selalu baik padanya. Tapi dia selalu jahat pada Ipang. Dia tidak mau aku jadi adiknya, kata dia aku bukan anak ayah. Padahal ayah selalu bilang Ipang anak ayah" jawab Ipang jujur.


"Ehm. Ipang harus tetap jadi anak baik ya"


"Ibu"


"Iya Nak".


"Anak haram itu apa sih?" tanya Ipang spontan.


Dan dheg.


Hati Kia langsung terhunjam seperti ditusuk sembilu. Mata Kia nanar mendengar pertayaan Ipang. Pertanyaan itu akhirnya keluar dari mulut Ipang.


"Kamu dengat darimana Nak kata-kata itu?" tanya Kia.


"Memang apa artinya Bu? Apa Ipang anak haram?" tanya Ipang lagi.


Dan kini mata Kia mulai tergenangi air matanya. Kia gelagapan tidak bisa menjawabnya. Cyntiapun bingung melihat situasi Kia.


Saat Kia hendak menjawab, panitia kembali dan membawa Ipang agar mereka kembali ke karantina. Dengan meneteskan air mata Kia melepaskan Ipang.

__ADS_1


"Kamu dengar kan Cyn?" tanya Kia meneteskan air matanya.


"Sabar ya Ki, udah yuk pulang yuk!" ucap Cyntia mengelus bahu Kia.


__ADS_2