Sang Pangeran

Sang Pangeran
52. Kakek


__ADS_3

“What?” tanya Cyntia kaget mendengarkan curhatan Kia. Cyntia menutup mulutnya dan ingin ketawa.


Setelah bangun tidur sambil menikmati sarapan di teras rumah Cyntia mereka berdua mengobrol. Suami Cyntia belum ulang, Cyntia bukan tidak peduli tapi Cyntia sudah putus asa.


“Kok lo ngetawain gue sih?” tanya Kia tersinggung, di saat dia curhat malah diketawaian.


“Gue rasa kalian emang sebenarnya saling cinta deh” ucap Cyntia.


Bagaimana tidak, Cyntia berkata seperti itu, pagi itu Kia curhat ke Cyntia, semalaman Kia tidak bisa tidur, awal dan dalihnya memikirkaan Ipang tapi ujung- ujungnya dan lebih banyaknya menceritakan Aslan.


Kia curhat betapa kesalnya Aslan yang selalu


mengikutinya, memaksanya bahkan pernah menciumnya. Dan itu hal yang paling membuat Cyntia ketawa.


“Lo barusan ngomong apa? Gue? Jatuh cinta ke singa gila itu, oh no no no. Gila Lo ya!” jawab Kia mengelak.


“Lihat pipimu Ciiin, kamu kalau nyebut dia langsung berapi- api dan membara begitu, sepertinya lo jatuh cinta deh sama bapak anak lo itu?”


“Nggak! Najis!” jawab Kia sewot .


“Pamali tau, bilang begitu? Lagian kalian kan udah ada Pangeran, udah weh  nikah aja, hidup


lo nggak susah lontang lantung begini”


“Nikah? Gue nggak salah denger, coba lo ulangi, lo nyuruh gue nikah? Iya? Hah? Gue timpuk Lo pake batu” omel Kia lagi cemberut, sambil mengambil sendal pengen nimpuk Cyntia. Jika bersama Cyntia, Kia tidak ada jaim- jaimnya.


“Kia...Kia, gue kira setelah punya anak dan merubah penampilan lo jadi berubah, ternyata lo sama aja” jawab Cyntia malah mengomentari Kia.


“Maksud lo apa?”


“Ya gue kira setelah lo berjilbab lo jadi lembut


dan nggak bar bar begini”  ejek Cyntia.


“Hmmm, gini lho Cyn, ya maap maap kate yeee. Meskipun lo belum berjilbab, gue kasih tau, konsep berjilbab dan penilaian sifat manusia itu beda. Di yayasan tempat gue tinggal dulu, hampir semua perempuan berjilbab, dan itu itu wajib kalau kita muslim. Baik atau nggaknya kita ya berproses, dan watak, ya udah apa adanya kita, yang penting kan aku nggak dzolim dan jahatin kamu” terang Kia kasar.


Kia sebenarnya ingin ajak Cyntia berubah juga, tapi takut menyinggung jadi jelasinya secara cepet dan datar.


“Hmmm, lo mau nimpukin gue, berarti kan dzolim” jawab Cyntia bercanda.


Cyntia sebenarnya paham maksud Kia tapivmemang Cyntia masih belum kebuka hatinya jadi ngeles aja.


“Haisshh. Ya abis lo kasih ide gila ke gue, masa gue harus nikah sama orang beristri” jawab Kia lagi mendesis dan cemberut ke Cyntia.


“Lhoh, kan sekarang emang lagi ngetren begitu” jawab Cyntia asal nyeplos.


“Eh gila lo ya, sinting emang Lo, suami lo nikah


lagi baru tau rasa Lo” ucap Kia juga keceplosan dan membuat Cyntia sedikit tersinggung. Salah Cyntia sendiri bahas- bahas istri dua.


“Kalaupun iya ya, gue ikhlas kok, orang gue nggak cinta” jawab Cyntia di luar dugaan Kia,


“Hooh! Gue nggak salah denger? Lo nggak akan sakit hati kalau suami Lo nikah lagi? Ck. ck” tanya Kia terbengong.


“Nggak, pernikahan gue emang udah nggak beres dari awal, gue juga sempet berfikir buat akhiri pernikahan gue, tapi gue nunggu alasan yang tepat buat cerai” jawab Cyntia enteng tanpa dosa.

__ADS_1


“Woaah” Kia semakin tercengang tidak percaya.


Kenapa kehidupan pernikahan kawanya itu sangat menyedihkan, apa serumit itu menikah.


“Denger cerita lo gue makin yakin buat nggak usah nikah aja" ucap Kia lesu.


“Kok gitu, bukan gitu maksud gue Kia, pernikahan yang awal dan niatnya nggak bener, apalagi karena kesepakatan bisnis itu emang kebanyakan nggak beres, gue korban bisnis papa gue” sahut Cyntia meluruskan maksudnya.


“Kata siapa? Di novel- novel yang aku baca rata-rata jadi cerita romantis dan menyenangkan, kalian aja mungkin yang nggak beres” jawab Kia menyanggah. Kia kan penyuka novel sekaligus penulis.


“Kia itu kan novel. Beda! Kalau dari cerita Lo, menurut gue kata Aslan itu serius mau nikahin Lo dan suka sama Lo! Dia nggak cinta istriya. Seperti yang gue rasain, Aslan dan istrinya, itu nggak beres, dan mungkin dia serius mau nikahin kamu” tutur Cyntia menjelaskan dari segi pandangnya.


“Ck.. ngawur deh Lo, mereka udah nikah 7 tahun” Kia masih mencari alasan.


“Nggak ngawur Ki, gue juga followernya Paulina Abigail tau!”


“Maksud Lo?”


“Ya dia kan artis terkenal, di beberapa pertemuan pameran tas juga gue pernah liat dia, suaminya nggak pernah tuh temenin dia” cerita cyntia lancar. Diam-diam Cyntia fans Paul dan sering meniru fashionya.


“Oh iya?” tanya Kia antusias. Otak Kia tidak sampai memikirkan kehidupan artis dan orang kaya. Banyak anehnya.


“Itu berarti emang mereka nggak beres nikahnya, di Ig_nya juga nggak ada foto bapaknya Pangeran” tutur Cyntia lagi berfikir


realistis sebagai netizen, menganalisa artis idolanya. Cyntia salah satu netijen julid ternyata.


“Nggak... nggak. Tetep aja, mereka punya anak. Gue nggak mau nikah sama dia, enak aja, masa gue nikah sama orang rese gitu”


Kia masih gengsi mengakui sudah mulai jatuh cinta. Padahal pas cyntia bercerita kalau Aslan sepertinya memang tidak cinta Paul ada sedikir rasa bahagia.


“Ck... ih apa sih Lo? Lo nyuruh-nyuruh gue nikah, tapi lo sendiri mau cerai” jawab Kia ngeles lagi tapi tersipu.


“Gue mau cerai karena emang ada yang salah dengan pernikahan gue, kalau gue nemuin cowok yang bikin gue jatuh cinta, gue akan nikah dengan bener kok!” jawab Cyntia lagi.


“Au ah, gue kayaknya salah tempat curhat deh cerita sama Lo, bukanya cari solusi biar gue ngggak digangguin dia malah lo nyuruh gue nikah sama dia” ucap Kia dengan bibir mengkerucut.


“Pegang kata-kata gue, lo bakal nikah sama dia!” tutur Cyntia seperti menyumpahi.


“Iih apaan sih Lo, kek peramal aja” jawab Kia cemberut, kenapa jawaban Cyntia mendengar curhatan Kia di luar dugaan Kia. Kia kemudian berfikir.


Apa iya di dunia ini ada pernikahan semacam itu. Setau Kia, pernikahan itu sakral dan patut diperjuangkan dan dipertahankan. Karena nikah itu ibadah, bukan bisnis.


Tiba- tiba terdengar suara bel rumah Cyntia.


****


“Gue titip kakak ipar lo, nanti siang jam 1 ketemu di kafe galaxy”


Satya dan Manda yang sedang dalam perjalanan menuju ke tempat proyek mereka saling pandang sejenak membaca pesan Aslan.


“Apa ini artinya Kakak nyuruh kita buat terima Kak Paul jadi pemeran utamanya?” tanya Manda.


“Iya kali, udah jawab aja iya” jawab Satya.


“Ya udah fiks nih Kak Paul?”

__ADS_1


“Jangan deh, Kak Paul tetep diterima tapi bukan tokoh utama. Gue lebih suka yang pendatang baru, siapa tu, yang pengalamanya aktif di teater, Kak Paul jadi antagonis aja” jawab Satya memutuskan.


“Oh ya cewek audisi terakhir itu?” tanya manda mengingat perempuan berbakat di audisi kemarin.


“Iya, menurutku dia berbakat juga, pengalam teaternya juga banyak. Gue suka yang lebih fresh, biar penonton juga punya nggak bosen, Kak Paul kan udah sering nongol” jawab Satya lagi.


“Tapi nanti, kalau dia nggak terima dan marah gimana?”


“Bodo amat,serah kita lah, kan gue sutradaranya lo produsernya, dia artisnya mau ya hayo, enggak masa bodo” jawab Satya enteng.


Lalu mereka berdua memutuskan pemeran final untuk proyek mereka siapa pemain-pemain serial drama berjudul “Bohong” yang ditulis Kia.


Padahal sebenarnya yang dimaksud Aslan kakak Ipar adalah Kia. Aslan merasa saat membawa Kia ke ulang tahunya, Manda dan Satya paham kalau Kia itu pacar atau calon istrinya Aslan. Sayangnya sifat kepedeanya Aslan hanya Aslan yang tau, buat orang lain, istri Aslan ya Paul.


Aslan mau mengurusi perceraianya dengan Paul dan membuat Kia dekat dengan Manda dan Satya, karena mereka berdua dipercaya sebagai keluarga yang tulus dan baik.


****


“Dia siapa Ayah?” tanya Ipang saat masuk ke ruang rawat Tuan Agung.


“Dia kakekmu Nak, ayo sapa kakek” tutur Aslan


pelan.


Setelah Ipang sarapan, Aslan memandikan Ipang. Aslan mengajak Ipang bertemu ayahnya yang dirawat di rumah sakit pagi-pagi, sebelum Paul bangun dan bertemu Ipang.


Aslan ingin memberitahu ayahnya, permintaan Aslan yang sudah lama dia lontarkan untuk menceraikan Paul ada alasanya, dan itu keputusan Final. Apapun yang terjadi.


Meski ditahan- tahan dan meski ayahnya sakit kenyataan Paul jahat tidak bisa Aslan tutupi lagi.


Aslan ingin ayahnya sadar, ibu tirinya itu salah


sudah percaya pada Paul. Aslan tau meski tubuhnya tidak bergerak tapi ayah Aslan mendengar setiap Aslan menjenguknya.


Dan benar saja, saat Aslan dan Ipang datang, suster memberi tahu kalau Tuan Agung sudah siuman dan sadar.


“Assalamu’alaikum Kakek” sapa Ipang dengan suara polosnya.


Tuan Agung menoleh, tapi bibirnya seperti menceng sebelah, jadi tidak bisa diartikan dengan benar tersenyum atau cemberut. Tuan


Agung seperti hendak menjawab dan bertanya, tapi susah.


“Pelan- pelan, Pah, jangan dipaksakan, Aslan seneng  Papah sudah sadar, seperti janji Aslan, Aslan kenalkan Papah pada cucu Papah. Dia anak Aslan Pah” tutur Aslan tenang.


Tuan Agung memberikan respon lewat matanya seperti tampak bahagia. Tanganya juga bergerak seperti ingin meraih Ipang. Kemudian Ipang mendekat dan memegang tangan Kakeknya.


“Namaku Pangeran, Kek, ibuku memanggilku, Ipang” ucap Ipang dengan cerdas dan ceria. Terhadap orang tua Ipang memang sering, berlaku dewawa dan penuh kasih sayang.


Dan tanpa diduga, Tuan Agung meneteskan air


matanya. Ipang kemudian berinisiatif mengelapnya.


“Kakek pasti sembuh, kakek jangan menangis, kakek Opanya Daffa kan? Daffa sudah cerita banyak pada Ipang” ucap Ipang cerita banyak.


Tuan Agung merespon mengangguk. Di saat seperti itu dari arah luar, terdengar suara heels.

__ADS_1


Aslan dan Ipang menoleh, tampak perempuan tua dengan penampilan elegan menenteng tas mahal dengan sorot mata kebencian masuk.


__ADS_2