
Rendra dan mbok Mina menoleh ke Kia. Aslan kemudian menyusul dari belakang menggendong Pangeran yang tertidur. Tidur Pangeran semalam kan memang kurang, jadi saat diajak naik mobil langsung tidur.
“Eh, Nyonya Kia udah pulang?” tanya Mbok Mina.
“Kok pijet- pijetan segala, ada apa nih? Jangan bilang- bilang aku? Bilang apa?” tanya Kia
“Anu Non!” ucap Mbok Mina mau mengadu tapi langsung dipotong Rendra.
“Gelasnya gue pecahin, katanya nanti Bu Kia marah!” jawab Rendra.
“Oh, ada mobi Cyntia di depan? Dia kesini Mbok?” tanya Kia.
“Iya Non!” jawab Mbok Mina.
“Dimana dia?” tanya Kia.
“Tadi sih di sini, bersihin sisa gelas!” jawab Mbok Mina.
“Kompak amat!” jawab Kia lalu berjalan ke belakang mencari temanya.
Cyntia terlihat di bangku dapur dengan kotak p3k di meja. Karena Cyntia tidak pernah memegang pekerjaan rumah saat disuruh membersihkan pecahan gelas Cyntia jadi berdarah. Sayangnya Cyntia tidak seperti Mbok Mina yang langsung ditolong Rendra. Cyntia pasti malah akan dihina Rendra kalau ketahuan.
Cyntia pun memilih menghindar dari Rendra. Pokoknya bagi Cyntia, berpapasan apalagi bertemu dan bersama dengan Rendra adalah sebuah musibah, kesialan dan bencana besar.
“Apa gue harus pindah ke planet lain agar gue nggak papasan sama dia. Apes banget sih gue? Apa iya gue jual apartemennya? Baru aja gue bayar!” gumam Cyntia hampir menangis menyesali nasibnya harus ketemu orang senyebelin Rendra.
“Woy, lo kenapa?” tanya Kia tiba- tiba mengagetkan Cyntia yang lagi melamun.
“Eh lo, akhirnya lo pulang!” jawab Cyntia.
__ADS_1
“Lo masam banget mukanya? Kenapa? Kok kesini nggak bilang- bilang?” tanya Kia duduk kemudian meraih tangan Cyntia dan memeriksanya.
Cyntia menarik tanganynya.
“Nggak ada yang mengkhawatirkan! Gue mau jemput Mbak Narti dan bahas Paul sama lo!” jawab Cyntia.
“Hemmm!” Kia berdehem kecewa karena Mbak Narti akan kembali jadi ART nya Cyntia. “Paulina kenapa lagi sih?” tanya Kia.
“Ki... gue udah nggak tahaan orang di sana ngehujat lo! Gue harus ngomong Ki! Lo harus kasih pembelaan ke publik!” ucap Cyntia menggebu- gebu.
Kia diam sejenak, menatap Cyntia dengan penuh sayang.
“Makasih lo dah perhatian ke gue. Gue Fine, hidup gue semua baik- baik aja! Lo nggak perlu kawatirin apapun dari gue, bahkan hidup gue sekarang lebih baik, Ipang sekarang punya ayah, itu lebih dari apapun!” jawab Kia.
“Lo jangan bodoh gini dong. Lo mikir, kalau lo nggak keluarin pembelaan, apa yang akan orang pikir tentang Pangeran di masa depan Ki?” ucap Cyntia lagi dengan penuh penekanan.
Kia menghela nafasnya lagi lalu meraih tangan Cyntia.
“Paul hamil! Dan Paulina akuin ini anak suami lo. Dia nuduh lo, lo yang jauhin ayah si jabang bayi dengan keluarganya. Lo yakin akan baik- baik saja hidup lo heh!?” tanya Cyntia lagi ngotot penuh emosi dan gemas ke Kia.
“Gue akan selesein dengan cara gue!” jawab Kia singkat.
“Ki... lo jangan bodoh- bodoh amat napa Ki? Lo nikah sama suami lo setelah dia cerai dengan suaminya. Gue punya bukti perselingkuhan dia. Lo harus!” ucap Cyntia lagi menggebu- gebu tapi kepotong Kia.
“Dan Bang Aslan juga punya buktinya lagi Cyn. Gue tau. tapi coba deh mikir. Nicholas punya anak, punya istri, mereka juga punya keluarga besar. Apa yang akan terjadi kalau tiba- tiba kita muncul dan kasih kabar begini?” Kia masih terus berusaha berfikir dingin.
“Hoh... Kia please ya! Lo jangan buat gue gemes deh! Itu keluarga mereka, terserah mereka, mereka juga nggak peduli sama Lo. itu juga kesalahan Nicholas sendiri. Gue ngomong gini gue sayang sama Lo, Kia!” ucap Cyntia lagi kini ngomongnya pakai emosi saking gemasnya ke Kia, entah gimana cara berfkir Kia.
“Ya gue ngerti. Tapi kalau kita asal berstatment di media. Mereka pasti akan berfikir, dan memutarbalikkan kata lagi, aku yang membuat drama, membuat fake cerita buat limpahin kesalahan ke orang lain. Mereka udah benci ke gue. Gue pelakor dan itu tidak bisa terbantahkan karena kenyataanya Bang Aslan memang menikah lebih dulu dengan Paulina. Itu akan susah Cyntia. Lo pahami ini juga. Kalau tujuanya kita membersihkan namaku, itu harus hati- hati banget! Paham nggak? Semua perempuan itu benci pelakor!” ucap Kia mencoba mengeluarkan pendapatnya.
__ADS_1
“Tapi lo bukan pelakor Ki!” jawab Cyntia lagi.
“Karena Lo temen gue!” jawab Kia lagi.
“Netizen nggak akan peduli gimana dan kapan cerita Bang Aslan cerai dan apa sebabnya. Netizen hanya berfikir, Bang Aslan ninggalin anak dan istrinya, karena gue! Titik!” sambung Kia ikut- ikutan jelasin ke Cyntia pakai otot.
“Segimana gue lakuin pembelaan itu tidak akan berubah. Yang gue lakuin sekarang adalah, temui istri nicholas, kita bahas ini baik- baik, selamatkan Alena. Baru terserah lo mau ngomong apa? Tapi gue nggak akan keluar ke media! Itu Cuma akan buat gue lebih diserang sama netizen! Nggak ada yang peduli kehidupan dan privacy gue gimana?” jawab Kia dewasa.
“Makanya gue pesen sama lo. Jangan sampai Lo punya anak atau hamil di luar nikah! Ya kaya gue akibatnya!”
Cyntia pun terdiam, mencerna omongan Kia.
“Ini resiko gue, ini dosa gue. Gue emang salah gue udah tidur dengan suami orang. Suka atau tidak suka, kelak Ipang memang akan tahu, dan gue harus siap tentang itu! Apapun kenyataan di kehidupan rumah tangga Bang Aslan, itu bukan konsumsi publik yang harus kita umumkan Cyntia. Lo ngrti kan?”
“Tentang anak dan kehamilan Paulina, istri Nicholas yang lebih berhak menghakimi dan memutuskanya. Kamu paham sampai di sini?” tanya Kia dewasa ke Cyntia.
“Gue tetep akan speak Up Ki!”jawab Cyntia masih emosi.
“Oke! Gue nggak larang lo! Tapi jangan salahin gue, kalau nantinya, Lo malah dihujat sama penggemar lo, karena Lo belain gue, seorang pelakor!” jawab Kia memperingati Cyntia.
“Nggak! gue yakin kok, netizen akan pintar menilai saat gue kasi bukti dan omong yang jelas! Catet juga kali ini, gue bukan bela lo. Tapi gue benci pelakor kaya Paulina. Gue di sini belain istri Nicholas. Kesel gue sama Lo!” jawab Cyntia kekeh dan terus terang.
“Gue udah nasehatin lo ya! Terserah lo mau ngomong apa!”
“Ya gue juga udah kasih tau ke Lo Kia! Kesel banget gue ngomong sama Lo!” jawab Cyntia tambah ngegas.
Kini dua sahabat yang beda pendapat itu malah bersi tegang.
Tanpa mereka tau, ternyata ada dua laki-laki yang berdiri bersedekap mendengarkan dua perempuan cantik yang adu pendapat itu.
__ADS_1
Tadinya Rendra mau ke dapur karena sudah sangat haus dan mau buat minum sendiri. Tapi karena mendengar Kia dan Cyntia ngobrol jadi berhenti dann nguping. Aslan yang khawatir ada Radit yang ganggu Kia juga ikut mencari Kia dan berhenti saat melihat istrinya itu beradu pendapat dnegan Cyntia.
Mereka berdua juga sama bersitegang kesal. Aslan setuju ke Cyntia. Rendra setuju ke Kia.