
Perkataan Kikan sebenarnya hanya candaan, tapi bagi Rendra dan Cyntia itu bukan candaan. Cyntia pun jadi gelagapan berusaha tersenyum.
Di saat Cyntia sedang gelagapan seperti itu, Aslan yang sedang pundung karena impian bulan madu indahnya terganggu datang.
“Seru banget, lagi pada ngapain sih?” tanya Aslan membuyarkan ketegangan Cyntia.
“Nah... ni datang nih, si penganten kadaluarsa!” ucap Rendra receh membuat materi pembicaraan awal jadi buyar.
“Apaan sih lo?” jawab Aslan. Ketika sedang di luar acara formal begitu, baik Rendra atau Aslan tampang seram dan dinginya langsung hilang berganti receh.
“Kak Kia sama Pangeran mana Kak?” tanya Kikan.
“Di kamar!” jawab Aslan.
"Gimana sih? Penganten malah pisah- pisahan!" jawab Kikan mencibir.
“Iya, Umma belum jadi gendong cucu Umma! Ajak Pangeran ke Umma,” jawab Umma.
“Nanti mereka keluar Umma, Pageran baru selesai mandi. Kita tempat makan, yuk! Kan belum pada makan malam!” jawab Aslan mengajak makan malam.
“Ayo, Kak! Kikan laper!” jawab Kikan jujur dan bersemangat.
Semua pun bangun. Aslan juga menelpon Kia jika sudah selesai bebersih segera menyusul ke tempat makan.
Sebelum beristirahat untuk persiapan acara besok mereka makan malam bersama. Selain itu Aslan juga mengajak Rendra memeriksa tempat resepsi dan menemui beberapa koleganya.
Karena sudah bukan pernikahan pertama, dan tidak memakai adat apapun malam itu juga tidak ada acara pengajian atau ritual apapun. Hanya kumpul keluarga, makan bersamaa menikmati suasana pantai dengan kehangatan dan canda tawa.
Doa yang mereka lakukan hanya doa sederhana yang dipimpin Radit sebelum menyantap makan malam. Setelah semua mengucap aamiin mereka pun bersantai kembali.
Pihak resort menyiapkan makan malam dengan tema candle light dinner dan ditemani penyanyi kafe.
Pangeran dan Kia yang mandi agak lama dataang terakhiran sehingga jadi pusat perhatian. Mereka yang keluarga inti jadi nggak ikut berdoa.
Penyanyi Kafe yang tahu kalau Pangeran juara bintang kecil, menyambut kedatangan Pangeran.
“Kakak pengen duet nih sama juara bintang kecil boleh dong! Ayo naik, Den Pangeran!” ucap vokalis band kafe.
Pangeran yang berjalan menggandeng tangan Kia berhenti menoleh ke Kia. Kia tersenyum mengangguk.
“Ipang mau Nyanyi?” tanya Kia berbisik.
“Sama Kak Alena!” jawab Ipang.
“Oke!” jawab Kia mengangguk lalu berjalan maju.
Kia kemudian memberitahu pihak penyanyi kafe kalau ada Alena juga.
Alena duduk di ujung bersama Mbok Mina sehingga tak terlihat oleh penyanyi kafe. Mbok Mina yang statusnya sebagai pengasuh memang selalu menempatkan diri terpisah dari meja Aslan dan keluarganya. Padahal baik Aslan apalagi Kia tak pernah membedakan.
“Oh ya, katanya ada princsess Alena juga? Wah para bintang berkumpul nih! Yuk sini yuk ke depan, kasih lagu buat Papi Mami dan tamu undangan!” ucap kakak vokalis band lagi.
Semua kemudian menoleh ke Alena teidak terkecuali Aslan. Alena yang baru saja terguncang jasmani dan rohaninya menunduk terdiam. Tidak bisa dihindari, rasa sedih frustasi dan luka masih menghantui Alena.
“Pangeran maju duluan ya!” bisik Kia merasa Pangeran jauh lebih sehat mental dan keberanianya. Kia membiarkan Pangeran bergerak sendiri tanpa didampingi.
__ADS_1
Pangeran mengangguk pintar dan berjalan berani.
Kia memilih berjalan ke Mbok Mina dan mendekati Alena.
“Alena cantik, udah selesai makanya?” tanya Kia pelan melirik ke piring Alena. Sebelum Mbok Mina makan, Mbok Mina mendahulukan menyuapi Alena.
“Sudah Bu!” jawab Alena lirih.
“Ibu, pengen denger suara cantiknya Alena, Alena nyanyi ya buat Ibu dan Daddy!” pinta Kia lembut.
Alena terdiam menatap Kia dan menoleh ke Mbok Mina.
“Iya Non, Mbok juga pengen denger Non Alena nyanyi, Mbok kan udah lama nggak dinyanyiin sama Non Alena!” tutur Mbok Mina meminta.
Saat Mbok Mina dan Kia masih merayu Alena. Di depan panggung kecil yang membelakangi pantai itu, Ipang sudah memegang mic dan memulai melantutkan nada indahnya. Ipang memilih membawakan lagu Harta Berharga. (*tau kan yg soundtrack film keluarga cemara?
Semua yang sedang melahap makanan termasuk Dhanu dan Ranti ikut mendengarkan. Setiap nada yang Ipang lantunkan cukup mengoyak hati mereka sehingga menyadari kesalahanya.
Cyntia yang hatinya, sebelumnya kebal dan tidak cengeng entah kenapa malam ini mendengar Ipang menyanyi jadi baper dan menangis. Apalagi setelah mendapatkan perlakuan hangat dari Kikan dan Umma. Cyntia jadi sensitif dan benar- benar merindukan sebuah keluarga yang berharga dan memeluknya dengan cinta.
“Kakak kenapa menangis?” tanya Kikan memberikan tissu.
Rendra yang tadinya cuek jadi melirik menangkap pemandangan itu, seorang Cyntia yang selama ini begitu tangguh ternyata bisa menangis dan mengeluarkan sisi kewanitaanya.
“Enggak, nggak apa- apa!” jawab Cyntia menunduk dan menyeka air matanya. “Huuuft kenapa gue jadi sensi gini sih?” batin Cyntia kesal lalu mengangkat wajanya dan melirik ke Rendra sejenak.
Rendra pun masih terdiam menatapnya, ingin menghibur dan menanyai Cyntia tapi gengsi dan bingung. Cyntia langsung membuang pandanganya lagi, entah kenapa semakin lama Cyntia melihat Rendra hati Cyntia semakin terasa ngilu tidak bisa dijelaskan apa sebabnya.
Setelah beberapa menit berlalu, Ipang berhasil menyelesaikan lagu harta berharga itu. Semua pun bertepuk tangan menyambut Ipang.
Aslan tersenyum bangga dan melambaikan tangan menyambut Ipang. Ipang yang melihatnya begitu turun langsung menghambur ke Aslan tidak peduli pada ibunya yang duduk jauh terpisah bersama mbok Mina dan Alena. Aslan ke ruang makan lebih dulu bersama Rendra jadi Kia dan Aslan tidak berpasangan selayaknya penganten baru yang selalu menempel pada umumnya.
Kakak- kakak dari band kafe kemudian memberi komentar dan penghargaan dari Ipang. Setelah itu mereka kembali memanggil Alena.
“Ayo Sayang!” bisik Kia ke Alena, begitu juga Mbok Mina.
“Iya!” jawab Alena mengangguk setuju untuk menyanyi. Kini giliran Alena yang menghibur.
Alena berjalan menunduk cantik dengan rambut panjangnya yang tergerai memakai dress warna pink.
Setelah sampai di panggung mata sayunya menatap Aslan sejenak, setelah itu tersenyum pada pengiring musik.
Alena mendekat dan membisikan lagu pilihan yang ingin dia nyanyikan, Lagu Cinta Untuk Mama.
Pemain musik di kafe itu mengangguk dan mulai memetik piano, menyusun tangga lagu Cinta untuk mama yang begitu syahdu. Alena pun mulai melantunkan nada lagu itu dengan hati dan suara yang merdu.
Semua pun terdiam mendengarkan setiap petikan gitar dan piano yang mengiri suara Alena yang khas anak kecil dan menyayat hati itu.
Entah kenapa di suasana bahagia kedua anak kecil itu malah menyanyikan lagu yang mengandung bawang. Para orang dewasa jadi menelan ludah menahan tangis dan iba. Padahal dari tadi penyanyi kafe selalu menyanyikan lagu romantis ala orang dewasa.
Semua nya terdiam mendengar ungkapan tulus Alena untuk seorang Mama. Entah mama siapa yang ada di benak Alena, Mama Paul yang entah apa yang sedang dia lakukan?
Atau untuk Mama Kia, mama yang ada di depanya, tapi bukan mama kandungnya. Yang pasti semua bisa merasakan suara yang Alena lantunkan begitu mengandung emosi, seperti ungkapan hati.
“Hanya ini kunyanyikan senandung dari hatiku untuk mama, hanya sebuah lagu sederhana, lagu cintaku untuk Mama.... lagu cintaku, untuk mama, untuk mama!”
__ADS_1
"Untuk Mama....." lirih Alena mengakhiri lagunya dengan berlinangan air mata.
Lagu Alena pun membuat Kia menangis sesenggukan. Selesai menyanyi, Alena turun dan berlari langsung memeluk Kia erat.
Pangeran yang melihatnya terdiam, tidak ada raut iri sama sekali, tapi Pangeran kasian. Pangeran hanya mengeratkan pelukan pada ayahnya.
Semua yang melihatnya, termasuk pegawai kafe pun menjadi saksi, kalau Kia ibu tiri yang tulus dan disayangi anaknya.
Semua kemudian bertepuk tangan memecahkan susana haru. Kakak band kafe kemudian naik ke panggung langi menghidupkan suasana agar kembali hangat dan ceria.
Rendra dan pegawai Aslan yang lain kemudian menyuraki Aslan si pengantin pria untuk menyanyi, toh sebelum resmi jadi Ceo, Aslan sempat menggeluti hoby menyanyi. Mereka tahu pasti Aslan bisa menyanyi, karena bakat Ipang juga dari Aslan.
Malam ini Rendra dan yang lain ingin mengerjai Aslan untuk menjadi lakon dan bintang yang menghibur para tamu. Kalau bisa jangan sampai hanya satu lagu, tapi banyak lagu.
“Ayo, Yah!” bisik Pangeran yang berada di pangkuanya menepuk pipi Aslan hangat.
Mami Asha, dan teman Aslan lain yang datang dari daerah yang berbeda dan terbang menggunakan biaya sendrir datang. Mereka langsung bergabung dan semakin menyuraki Aslan untuk naik dan menyanyi.
Karena malam ini malam bahagianya Aslan. Aslan menyanggupi. Aslan meletakan Pangeran ke pangkuan Rendra dan Aslan maju ke depan.
Lagu pertama yang dinyanyikan Aslan secara solo adalah lagu dari doel sumbang yang berjudul rindu aku rindu kamu. Lagu yang sangat cocok dan sesuai dengan latar mereka yang ada di tepi pantai.
Kia yang mendengar suaminya menyanyi jadi tertegun. Tidak pernah menyangka Aslan bisa menyanyi dengan begitu keren seperti anak muda. Semua yang hari ikut berdendang dan bertepuk tangan karena lagu doel sumbang itu memang cocok untuk karaokean dan bergoyang.
**** Yang belum tahu lagunya seperti apa, bisa searching di youtube ya, lagu rindu aku rindu kamu doel sumbang, enak banget lagunya.
Setelah semua bahagia. Aslan masih dituntut untuk menyanyi. Aslan pasrah dan ikut saja. Aslan kemudian meminta Kia untuk berdiri dan maju dan menemaninya.
Aslan diam- diam tahu lagu hits anak muda, Aslan meminta band mengiringinya lagu dari band ibukota yang berjudul cinta sampai mati (hehe maafkan kehaluan author ya).
Setelag itu lagu terlalu cinta yang Aslan bawakan dengan sangat apik sambil memegang tangan Kia dan membuat Kia tersipu- sipu dan yang lain iri. Tidak berhenti di situ, Aslan juga menyanyikan lagu akad.
Malam itu semua keluarga dan sahabat menikmati angin malam di tepi pantai itu dengan hangat.
Meski Kia sudah turun dan melanjutkan makan, Aslan masih lanjut karaokean bersama teman- temanya.
Umma, Mbok Mina dan Mbak Narti yang sudah tua undur diri ke kamar duluan. Rafli yang paling kecil juga tertidur, Ranti menyusul ke kamar. Meski Ipang masil melek dan bercerita bersama Delvin dan yang lain, Kia menegur untuk ikut tidur.
“Sayang udah malam, yuk tidur yuk!” ajak Kia ke Pangeran, sambil menggandeng Alena.
“Ya Bu!” jawab Pangeran patuh, karena beberapa kali Pangeran juga sudah menguap.
Alena menunduk masih dengan tangan menggenggam tangan kiri Kia. Sementara Ipang langsung meraih tangan kanan Ipang. Kini Kia menggandeng dua anak dengan kedua tangannya kanan dan kiri.
“Ayah kalian akan begadang dan tidur lama, jangan tunggu ayah, jangan tiru ayah ya! Begadang itu tidak baik untuk kesehatan, mengerti?” tutur Kia memberitahu kedua putra putrinya.
“Ya Bu!” jawab Alena.
“Kalau tidak baik untuk kesehatan, kenapa ayah melakukanya Bu? Terus kalau ayah sakit gimana?” tanya Pangeran bawel.
“Biar saja, biar ayah rasakan sendiri. Kalau ayah sakit jangan ditolong ya! Biar ayah mengerti nggak begadang lagi!” jawab Kia nakal dengan suara geramnya.
Pangeran dan Alena hanya bisa diam
Mereka langsung ke kamar tidur mereka. Alena merasa sangat canggung karena harus tidur bersama Kia, Pangeran dan nanti Aslan akan menyusul.
__ADS_1
Saat berada di depan pintu. Alena melepaskan tangan Kia dan berhenti. Alena merasa tidak seharusnya dia ikut di situ.
“Kenapa sayang?” tanya Kia heran melihat Alena berhenti.