Sang Pangeran

Sang Pangeran
154. Serangan dimulai.


__ADS_3

Cyntia mengendarai mobilnya dengan hati yang sangat lega, riang dan 


gembira. Entah, rasanya sangat puas saat Cyntia mengetahui aib orang yang selalu memusuhinya itu. Cyntia juga bisa menyerang balik ke Rendra yang menghinanya. Bahkan Cyntia tidak sabar, melihat penderitaan dan raut muka Rendra yang kecewa setelah mengetahui pacar yang dia banggakan selingkuh. 


“Lo kenapa sih senyam senyum gitu?” tanya Shela  merasa Cyntia agak miring. 


“Gue lagi happy!” jawab Cyntia. 


“Gue tau lo lagi happy, tapi nggak gini juga sih? Siapa sih cewek mes*um yang lo rekam tadi? Gue kaya nggak asing sama dia!” 


“Itu loh selebgram yang suka, hay gaes, apa kabar hari loh? Ini hari gueh. Gitu!” jawab Cyntia sambilniruin gaya Meta kalau lagi nge-vlog. 


“Meta, eh apa Mela?” jawab Shella ikut menerka. 


“Yeaah, you are right!” jawab Cyntia. 


“Tunggu, tunggu! Bukanya dia pacarnya sekertarisna Tuan Aslan Nareswara?” 


“Yes!” 


“Tuan Rendra Handoyo Permadi kan? Yang ganteng dan cool itu” tanya Shella lagi. 


“Ya bener tapi kamu salah kalau katain dia cool!” 


“Lah emang cool!” 


“Nggak! Dia itu syaraf tau nggak!” 


“Darimana lo tau? Lo kenal? Tunggu, itu tadi bukan dia kan?” 


“Yeah!” 


“Berarti dia selingkuh? Si Meta itu?” 


“Yap, cerdas banget, Lo!” 


“Hoh! Oh my God, lelaki setampan itu diselingkuhi! Sayang amat!” cibir Shela. 


“Ihh nggak! Nggak sayang! Pantes dia digituin biar tau rasa kalau tau!” jawab Cyntia menyanggah pernyataan Shella. 


“Lo apaan sih? Emang lo kenal dia?” tanya Shella lagi. 


“Hmmmm!” Cyntia berdehem. 


Cyntia bukan hanya kenal, tapi pernah ciuman. Cyntia juga pernah tabrakan, Rendra juga yang selametin nyawa Cyntia dari suami psyco nya. 


“Eh ko lo diam? Lo kenal dia? Terus ngapain lo rekam- rekam si Meta?” tanya Shela lagi. 


“Iya gue kenal!” jawab Cyntia. 


“Kenal dari mana?” 


“Kepo banget sih Lo!” jawab Cyntia. 


Kia sudah  berpesan pada Cyntia, sampai Ipang selesai ikut Bintang Kecil, Kia tidak ingin media dan orang lain tau tentang pernikahanya dengan Aslan. Kia tidak mau dirinya dan Ipang jadi bullian di netizen.


Aslan sudah membuat sedemikian rupa sehingga perceraianya tak terendus wartawan, jadi orang lain juga harus menjaganya.


“Pelit amat?” cibir Shela. 


“Biarin!” jawab Cyntia.


Mereka kemudian menuju ke sebuah acara yang diadakan oleh stasiun ITV. Di situ juga hadir Ipang dan Alena untuk mempromosikan Final mereka besok malam. Grup band Jeje juga ada di situ. 


“Tante Cyntia!” panggil Ipang setelah dirias. 


“Hai, Sayangku!” jawab Cyntia merentangkan tangan menyambut Ipang. 

__ADS_1


Shella yang bekerja pada Cyntia baru dua bulan, kaget melihat kedekatan Cyntia dan Pangeran. Di saat yang bersamaan Jeje lewat. 


“Tante, kenapa nggak tinggal di rumah Ipang lagi sih? Kan sebentar lagi Ipang pulang!” tanya Ipang keras yang membuat Jeje dan Shela mendengarnya. 


“Nggak, Sayang. Kan Tante kemarin tinggal di rumah Ibumu karena ibumu sendirian dan Tante sendian. Kalau sekarang, Ibu dan ayah Ipang kan udah menikah, Ibu Pangeran udah nggak kesepian lagi! Nanti, ada Ipang pulang, apalagi kalau adek Ipang, Tante Cyntia mau tidur dimana? Makanya Tante Cyntia kembali tinggal di rumah Tante sendiri lagi. Ipang kapan-kapan main ya!” jawab Cyntia beralasan. 


“Kan nggak apa- apa, jadi rame, sekarang Tante Cyntia yang jadi kesepian deh!” jawab Ipang lagi. 


“Nggak, Sayang! Tante Cyntia nggak kesepian, kan ada Mbak Narti, nanti Tante juga kan menikah!” jawab Cyntia. 


“Tante menikah dengan siapa? Dengan Om Rendra ya?” ceplos Ipang keras.


Cyntia langsung membekap mulut Ipang, dan menoleh ke kanan dan ke kiri. Shela pun langsung melotot, meski di bekap, namanya anak kecil tetaplah anak kecil. 


Cyntia kemudian mengajal Ipang masuk ke suatu ruangan tempat pada kru istirahat. Saat Cyntia membuka tanganya Ipang kembali nyeplos. 


“Kenapa memangnya Tante? Ayah kan selalu sama Om Rendra. Tante jiga selalu sama Ibu. Ayah Aslan kan udah sama Ibu. Tante Cyntia sama Om Rendra kan jadi sama-sama sendirian nggak punya teman, nikah aja, biar nggak kesepian!” tanya Ipang panjang.


“Aih Ipang!” batin Cyntia gemash. “He...” Cyntia hanya nyengir.


Shella langsung menyusul Cyntia dan menguping.


“Ipang ngomongnya jangan keras- keras ya! Sini tante kasih tau!” tegur Cyntia ke Ipang menyejajarkan tinggi Ipang.


“Hmm, Ipang nggak keras kok ngomongnya, nanti Ipang kasih tau ibu dan ayah Aslan deh!” jawab Ipang lagi malah semakin membuka aib dan rahasia ayah dan ibunya.


Di saat yang bersamaan tim kreatif memangnggil Ipang. Ipang pun menoleh. 


“Ipang dipanggil, Tante, udah dulu ya! Dah, Tante!” pamit Ipang. 


“Daah!” jawab Cyntia dengan tatapan malunya. 


"Haishh, Ipang Ipang, semoga nggak ada yang denger!" batin Cyntia.


Cyntia kemudian menoleh ke Shella. 


“Aduh, Ck! Nggak! Nggak! Bukan gitu!” jawab Cyntia, menyanggah cepat. 


“Hhhh diam- diam lo ya! Main rahasia segala!” ucap Shella lagi. 


“Bukan gitu? Sungguh!” ucap Cyntia lagi. 


“Jadi suami temen lo itu Tuan Aslan? Wuaah! Kejutan apalagi ini?” ucap Shella lagi merasa tidak dianggap sama Cyntia.


“Nanti gue ceritain lengkapnya, tapi bukan seperti yang lo pikir! Suer!” tutur Cyntia menekankan. 


“Yayaya!” jawab Shella. 


Saat Cynta hendak bercerita, di belakang mereka Jeje bersedekap dan menyandarkan tubuhnya di gawang pintu.


“Prok prok! Hebat ya kalian. Ngincer pengusaha! Sayang pelakor!” Jeje bertepuk tangan sinis ke Cyntia.


“Lo? Ngapain Lo di sini?” pekik Cyntia kaget.


“Lo nggak kenal siapa gue?” jawab Jeje. 


“Sory ya gue nggak ada urusan sama lo! Pergi dari sini!” jawab Cyntia. 


“Gue juga tamu undangan. Gue juga punya hak atas ruang ini. Kasih tau dimana Kia tinggal atau karir Lo yang sedang meroket akan langsung turun ke dasar laut!” ucap Jeje mengancam. 


“Je... Kia udah bahagia bersama suami dan anaknya. Lo kan yang dulu jahatin dia. Please jangan ganggu dia lagi, atau justru lo yang akan habis nanti!” jawab Cyntia menggertak Jeje. 


Jeje kemudian menegakkan badanya dan menggaruk pelipisnya. Rupanya, nyali Jeje besar. Dia berniat mau menuruti ambisinya, mengerjai Kia.


Jeje mencari tahu tentang Aslan. Jeje merasa percaya diri mau melawan Aslan setelah tau  Aslan sudah tidak menjadi pemimpin Nareswara. Jeje karirnya sedang naik, dia merasa sudah tinggi. Jeje tidak tahu kalau yang mengontrak Jeje tunduk pada Aslan.


“Oh ya? Kita lihat saja nanti siapa yang akan hancur, rekaman percakapan kalian gue masih punya lo. Apa yang akan terjadi ya kalau masyarakat tau, ibu Pangeran yang solekha dan Cyntia Alora Magda yang citranya sangat baik dan anggun, dulunya dikeluarkan dari kampus karena terlibat bisnis prostitusi. Hahaha!" Jeje tertawa sinis.

__ADS_1


"Ck ck, bagaimana ya respon Pangeran kalau tau ibunya itu perebut suami orang?” ucap Jeje memanasi Cyntia. 


Cyntia yang nyalinya kuat tertawa sinis menanggapi. 


"Kasian banget ya Lo! Hidup masih mengandalkan masalalu. Lo pikir gue takut?" jawab Cyntia.


"Lo belagu banget sih, pendatang baru juga!" ejek Jeje lagi sok merasa senior jadi artis.


“Lo ingat ya Je! Karir gue meningkat itu karena kemampuan dan kualitas gue emang bagus. Segimana lo ngehancurin hidup gue, itu nggak akan ngaruh. Dan gue justru akan semakin sukses. Ingat kata- kata gue!” balas Cyntia tegas dan berani ke Jeje.


“Lo nantang gue!” balas Jeje lagi.


“Ya! Kenapa? Lo pikir gue takut ngelawan bajingan kaya Lo! Dan ingat, lo nggak tau apapun tentang suami Kia dan kehidupan dia. Gue ingetin sebelum lo menyesal! Jangan pernah usik hidup Kia lagi, apalagi lo sentuh Pangeran! Lo akan nangis darah! Paham!” ucap Cyntia tegas. 


Jeje tersenyum licik masih percaya diri dan tidak takut Cyntia. 


“Oke, karena  lo nggak mau kasih tau alamat Kia, itu berarti Lo, ngibarin bendera perang ke gue! Jangan nyesel lo ya!” ucap Jeje tajam sambil menunjuk wajah Cyntia. Jeje kemudian berlenggang pergi.


"Hoh!" Cyntia menelan ludahnya kesal. 


“Ini ada apa sih?” tanya Shela yang daritadi diam merhatiin.


“Nggak ada yang rekam kan?” tanya Cyntia menoleh ke sekeliling. 


“Nggak kita di ruang privat kok!” 


“Ayok gue ceritain!” jawab Cyntia. 


Cyntia kemudian mengajak Shella bercerita. Karena Ipang dan Jeje sudah membuka, Cyntia kemudian jujur menceritakan dirinya, masalalunya dan hubunganya dengan Kia. 


*****


Di rumah Paul.


“Jangan gugurkan!” bentak Tuan Alex. 


Setelah menjenguk, Tuan Agung Tuan Alex kembali ke rumah Paul. Nyonya Jessy kemudian menjelaskan dan meceritakan kehamilan Paul. Ny. Jessy juga meminta solusi. 


“Tapi bagaimana nasib anak dan cucu kita, Papi?” tanya Nyonya Jessy. 


“Jika kita gugurkan dan sampai ada yang tahu, ini bahaya untuk Papi Mami.!” 


“Tapi kalau Paul menikah dengan ayah bayi ini. Akan menambah masalah baru!" jawab Bu Jessy.


Tuan Alex melirik putrinya yang diam, tapi sebenarnya sedang ngfly.


"Kita bisa mendapatkan simpati masyarakat jika kita angkat berita Paul diselingkuhi Aslan di saat dirinya hamil!" jawab Tuan Alex menyeringai


"Ya... ya..!" jawab Bu Jessy mengangguk


"Sore ini. Malam ini kita undang wartawan Nareswara. Kita harus angkat berita ini untuk menaikan nama Papi. Paulina harus terlihat menjadi perempuan yang tegar dan kuat. Alena juga harus menang!" ucap Tuan Agung.


"Baiklah. Biar Mama atur! Kau dengar itu Paul?" jawab Bu Jessy.


"Ya Mah!" jawab Paul menurut. Paul yang culas menjadi tak berdaya seperti boneka.


*****


Di tempat lain, sore harinya.


Setelah menyelesaikan cumbuan hangatnya, pasangan suami istri yang belum punya buku nikah itu berkemas. Kini mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah baru mereka. 


Aslan sudah tidak sabar membuka memory card mendiang ibunya. Aslan mewarisi sifat Ibu Andini yang penyayang dan menghargai orang tuanya, sehingga selama ini patuh pada Tuan Agung yang dia kira satu- satunya orang tua yang tersisa.


Tapi, di sisi lain. Aslan juga mewarisi sifat Tuan Surya, dia akan memberikan dan melakukan apapun untuk orang yang dia sayang. Kini orang yang Aslan sayang bukan Tuan Agung lagi, tapi Kia dan Ipang.


"Siapapun pelakunya nanti. Aku tidak akan memaafkanmu!" batin Aslan menebak isi memory card yang ada di leher Kia.

__ADS_1


__ADS_2