Sang Pangeran

Sang Pangeran
93. Pilihan Rendra.


__ADS_3

Kalau kata Dilan rindu itu berat, tapi kalau kata Kia, rindu itu menyebalkan.  Sepulang dari menemui Ipang kemarin hati Kia menjadi runtuh. Kia semakin merasa menadi ibu yang buruk. 


Kenapa harus anaknya yang menanggungnya. Kia pun teringat Aslan, kemana dia. Seharusnya dibalik semua yang terjadi, Aslan lah orang yang paling bertanggung jawab. Setelah Kia tau kenyataan tentang Alena, menurut Kia Aslan lah yang harus jelaskan ke Alena. Kasian Ipang. 


“Lo dimana sih? Dasar singa gila menyebalkan!” gerutu Kia bangun tidur menatap ke jendela kesal sendiri. Kia melihat ponselnya tapi tidak ada nama singa gila yang muncul. 


Entah perasaan rindu karena cinta atau rindu karena kesal. Yang pasti rasanya Kia ingin sekali bertemu Aslan. Mengadukan apa yang terjadi pada anaknya, meminta pertanggung jawaban dan perlindungan untuknya. 


Kia juga sangat ingin memakinya. Selain itu Kia juga ingin banyak bertanya, bertanya tentang semua yang Mbok Mina katakan, memberitahu keberadaam Mbok Mina. Dan yang paling utama, Kia ingin sampaikan, Kia mau jadi istri Aslan. 


Aah, intinya saat ini Kia ingin bertemu Aslan. Banyak sekali yang ingin dia utarakan. Saking banyaknya sampai rasanya kepala Kia mau pecah. Tapi sayang kalau dipecahkan, Kia masih ingin hidup. Kia pun hanya bisa meneteskan air matanya di dekat jendela. Satu- satunya bahasa tubuh Kia yang menjelaskan betapa banyak beban kata yang ingin dia keluarkan. 


“Hiks... hiks...” Kia terisak sambil bersedekap melihat pohon hijau yang tertata di luar jendela kamar. 


“Lo nangis Ki?” tanya Cyntia menangkap suara Kia. 


“Ehm” Kia buru- buru mengelap air matanya tidak mau ketahuan kalau Kia menangisi Aslan.


“Woy...” Cyntia mendekat dan membalikan tubuh Kia paksa. Lalu dicondongkanya wajah Cyntia mendekat ke wajah Kia untuk memastikan mata Kia merah dan sembab. 


“Eh lo beneran nangis, kenapa lo?” tanya Cyntia lagi. 


“Nggak apa- apa” jawab Kia. 


“Hemmm oke deh kalau lo nggak mau cerita. Dua hari ini gue syuting di luar, mungkin gue nggak pulang!” ucap Cyntia pamitan. 


“Ya. Oh ya gue penasaran, gimana respon Paul ke lo setelah dia tau kalau lo sahabat gue?” tanya Kia kemuidan. 


“Hhh” Cynntia mengehela nafasnya dan mengibaskan rambutnya. 


“Gue nggak peduli. Di lokasi syuting gue sekarang udah punya banyak temen senior kok. David jugaa banyak temenin aku ngobrol. Biar aja dia benci sama gue” jawab Cyntia sekarang sudah tidak mau pura- pura baik ke Paul dan sandiwara. Toh tanpa Cyntia menjadi mata- mata lagi, Tuhan sudah bukakan kartu Paul lewat Mbok Mina yang lebih tau semuanya. 


“Ohh gitu, ciee yang udah nggak jadi junior lagi” goda Kia ke Cyntia, Kia sudah tersenyum lagi. 


“Tapi bener- bener tau, dia itu pandai banget berakting. Di lokasi dia dan si Nicho benar- benar tak terlihat sedikitpun kalau mereka ada hubungan. Bahkan istri Nicho itu suka dateng ke lokasi” tutur Cyntia bercerita. 


“Oh ya?” tanya Kia antusias. 


“Huum, kasian ya istrinya si Nicho itu. Hhh, gue aja nggak nyangka,” ucap Cyntia lagi. 

__ADS_1


“Sekali dia nyakitin Ipang, gue akan bongkar rahasia mereka, ck kasian istri Niko. Paul benar-benar berbisa,” gumam Kia dengan ekspresi geramnya. 


Mendengar pernyataan Kia yang tampak emosi Cyntia tersenyum bangga ke Kia. 


“Lo sekarang banyak berubah ya Ki, nggak kaya dulu waktu ditindas Melly” puji Cyntia. 


“Berubah gimana?” 


“Ya lo jadi tampak berani gitu?” 


“Dia nyakitin Ipang Cyn, gue nggak akan biarin dia terus-terusan berlaku seenaknya begitu,” 


“Tapi dia Paul, Ki, lo yakin mau berperang sama dia?” 


“Yakin! Gue nggak takut apapun kalau soal Ipang.” 


“Oke, baguslah kalau gitu! Lanjutkan!” 


“Udahlah aku mau mandi!” ucap Kia beranjak dari tempatnya mengobrol.


Semenjak Mbok Mina menceritakan tentang Paul dan melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Paul bersikap kasar ke Ipang. Pikiran apa Kia pelakor atau bukan hilang.


Di hati Kia kini mengakar, Kia harus lindungi Ipang agar tidak dilecehkan dan di rendahkan semena- mena. Apalagi oleh seorang Paul. Kalau bisa Kia ingin buat Paul menyadari kesalahanya. Kia sendiri tidak menyangka ada orang seperti Paul. 


Kia mandi, berdandan dan bersiap untuk bekerja. Setelah selesai berdandan tanpa repot- repot masak dan bersih- bersih , kini semua nya sudah siapa. Bahkan Mbok Mina sudah membuatkan bekal makan siang untuk Kia. Dua hari saja Mbok Mina tinggal di rumah Kia, Mbok Mina sudah paham apa kebutuhan Kia. 


“Terima kasih Mbok” tutur Kia tersenyum ramah. 


“Iya Non” jawab Mbok Mina. 


“Kia berangkat ya Mbok” pamit Kia ke Mbok Mina. Entah kenapa keberadaan Mbok Mina membuat Kia merasa ada orang tua dan keluarga di rumah. Kia jadi punya tempat berpamitan. 


Rasanya seperti ada bekal doa yang teriring saat Kia melangkahkan kakinya. Membuat langkah Kia semakin ringan dan bersemangat.  


Seperti hadiah, Tuhan menghadirkan sesosok ibu yang lama Kia rindukan. Padahal mereka baru bertemu, tapi suara dan tatapan Mbok Mina begitu menghangatkan hati Kia yang keras dan terjal lama tak mendapatkan sapaan dari orang tuanya yang telah berpulang. 


****


Di gedung apartemen mewah di lantai ke 60  di ibukota itu. Dua orang laki- laki masih bersembunyi di balik selimut tebal dan wangi yang berada di beda kamar. 

__ADS_1


Meski di dalam pesawat Aslan sudah tidur. Karena kelelahan menunggu di depan tempat bekas karantina Ipang, seusai mandi dan sholat subuh Aslan  kembali datang ke dunia mimpinya. Tapi kali ini dia tidak lagi berkelana masuk ke dunia bersama Kia. Entah pergi dunia mana jiwa Aslan itu. Yang pasti sangat lelap. 


Sementara Rendra yang sudah tidur baik semalam, hanya melelapkan tubuh sebentar. Alarmnya berbunyi nyaring dan membangunkanya. Nasib membujang, benda kecil berbentuk bulat yang terpajang di atas nakas menjadi teman terbaiknya yang selalu membangunkanya.


Rendra pun bangun, membuka matanya, menyibakan selimut, kemudian berdiri dan membuka tirai kamar. Matahari sudah tinggi, langit tampak cerah, gedung- gedung pencakar langit di ibu kota pun tampak berjajar di hadapan mata Rendra.


Rendra melihat sekilas jarum penunjuk angka di alarmya. Sudah jam 8 seharusnya Rendra sudah ada di kantor. Tapi Rendra memutuskan untuk mengikuti Aslan. Keluar dari Nareswara grup, keluar dari zona nyaman, dan berjuang dari nol lagi, demi kesetiaanya terhadap sepupunya itu. 


Rendra mengacak- acak rambutnya, mengusir rasa kantuknya. Tiba – tiba ponselnya berdering, ditatapnya layar ponselnya tertera nama Meta, perempuan yang sudah lama dia pacari tapi tak kunjung dia nikahi. 


“Pagi Sweety” sapa Rendra ke Meta. 


“Nggak usah sweety, sweety, bos nyebelin kamu itu udah pulang ya?”  serang pacar Rendra marah- marah, sehingga terpaksa Rendra menjauhkan telepon dari telinganya. 


“Pagi- pagi nggak usah marah- marah Sayang, ntar ilang lhoh cantiknya” ucap Rendra mesra ke pacarnya. 


“Gue khawatir, lo jadi budaknya lagi” 


“Dia kakakku Sayang, dia juga akan jadi kakakmu juga!" jawab Rendra. Meski Rendra juga sering mengumpati Aslan tapi di hadapan orang lain Rendra tetap tidak terima kakak sepupunua di hina.


“Ya terserah apalah itu, tapi pokoknya gue nggak mau tau. Lo jangan keluar dari perusahaan Nareswara, lo tetep kerja di sana ya!” omel pacar Rendra lagi. 


Rendra sempat curhat kalau Rendra akan ganti atasan. Dan Rendra bingung mau pergi atau stay.


Pacar Rendra, sebagai perempun normal, merasa posisi Rendra di Nareswara sudah bagus. Masa depan terjamin, jadi tidak rela kalau Rendra harus keluar dan meninggalkan gaji tinggi. 


“Hemmm” jawab Rendra berdehem. Karena buat Rendra tabungan Rendra sudah lumayan, yang terpenting sekarang adalah janjinya pada bibinya. Bukan tentang uang lagi, Rendra harus menemani Aslan berjuang. 


“Kok hmm sih?” omel Meta lagi. 


“Sayang, aku kebelet ke kamar mandi, udah dulu ya!” ucap Rendra menutup telepon beralasan. 


Rendra malas berdebat dengan pacarnya. Meta kan hanya melihat sisi uangnya. Tidak tahu bagaimana dulu Tante Andini menyelamatkan keluarga Rendra dan menolongnya.


Rendra menghela nafas, belum menjadi istri, Meta sudah marah- marah, itulah sebabnya dia belum menikahi Meta. Meski sudah pernah tidur bersama.  Rendra kemudian diam, apa iya dia akan lanjut berhubungan dengan Meta atau putus saja.


****


Makasih Kakak udah mau baca.

__ADS_1


Jangan ragu buat komen. Komen aja nggak usah dihapus. Author suka kok kalau dikomen. Itu bentuk dukungan buat Author terus menulis dan belajar lebih baik. Makasih ya.


Sabar ya. Kia dan Aslan segera ketemu kok. Author usahain buat Up lagi setelah ini


__ADS_2