
Di saat dokter Lena berbicara dengan Nicholas, Cyntia mengkode Kia, dengan memberikan pesan melalui ponselnya.
“Serahin ke gue dulu untuk opening percakapanya. Lo duduk manis dan diam dulu, oke bestiii!” ketik Cyntia ke Kia.
Kia mengangguk.
Dokter Lena kemudian kembali menghadap ke Cyntia dan Kia. Dokter Lena sempat menatap Kia dengan tatapan aneh, seakan dia seperti melihat Kia. Iya melihat foto Kia di akun gosip.
“Mau kemana Nicholas?” tanya Cyntia mengalihkan perhatian Dokter Lena yang menatap Kia aneh.
“Katanya temenya ada yang kecelakaan, dia harus bantuin!” jawab Dokter Lena lugas.
“Wah temen yang mana tuh? Kecelakaan dimana?” tanya Cyntia memancing.
Dookter Lena mengangkat bahu tidak tahu.
“Dia sering ninggalin dokter Lena mendadak begini?” tanya Cyntia lagi semakin mengorek Dokter Lena.
Dokter Lena tampak tersenyum malas menanggapi kawan kerka suaminya. Dokter Lena mulai merasa tidak nyaman dengan pertayaan Cyntia. Meski Dokter Lena tampak acuh, tiba- tiba anak di pangkuanya merengek.
“Papa kemana sih Mom? Dhe – dhe mau ikut Papa!” rengek. Anak Nicholas.
“Papa, pergi sebentar, sayang!” jawab Dokter Maghdalena.
“Papa pelgi telus. Mau ikut papa!” rengek anaknya lagi, kemudian baby sister dokter Lena yang baru dari kamar mandi datang dan langsung menenangkan anak dokter Lena .
“He... maaf ya, biasa anak- anak rewel, mau pesen apa? Aku pesenin!” jawab Dokter Lena sungkan ke Cyntia dan berusaha mencairkan suasana.
Kia diam dan memandang iba ke dokter cantik di depanya ini. Di Mata Kia dokter Maghdalena sesosok istri sempurna. Sholehah, ramah dokter lagi. dia juga ibu yang baik. Sangat terlihat dari caranya menyambut ramah Kia dan Cyntia, hati dokter Lena sangat baik.
“Dasar Nicholas, pria tidak tahu diuntung, bisa- bisanya dia menduakan istri sebaik dokter Lena!” batin Kia sekarang jadi kesal dan niat mematahkan Paul jadi tumbuh.
“Tangisan anak- anak belum tentu biasa aja lho Dok! Jangan- jangan itu firasat!” ucap Cyntia kembali semakin menghidupkan aura interogasi dokter Lena.
“Firasat gimana?” tanya dokter Lena.
“Pumpung ketemu di sini, sebenarnya udah lama, aku pingn tanya ini, Dok!” ucap Cyntia mengeluarkan ponselnya.
__ADS_1
“Apa sih?” tanya Maghdalena.
“Ini Nicholas bukan sih? Gue ragu. Dokter Lena istrinya kan?” tanya Cyntia menunjukan video perselingkuhan Paul dan Nicholas di kafe.
Awalnya dokter Lena kebingungan menatap Cyntia, dengan ragu, Dokter Lena mengambil ponsel Cyntia dan menonton rekaman yang ada di dalamnya. Seketika itu mata dokter Lena langsung nanar, tidak butuh waktu lama kedua bola mata indahnya itu penuh dengan genangan air. Dadanya terasa sesak.
Dokter Lena meletakan ponsel Cyntia kasar, dan air matanya lolos. Lalu menatap Kia dan Cyntia marah.
“Kalian sengaja kan, datang ke sini menemuiku?” tanya dokter Lena sambil terisak.
“Kok nangis , Dok? Maaf aku hanya bertanya!” jawab Cyntia berakting. Keahlian akting Cyntia memang sangat teruji.
Dokter Lena kemudian menunduk dan menyangga dahinya dengan kedua tanganya. Seketika itu tangisnya pecah. Sayangnya Dokter Lena tidak bisa menerima ini dan berusaha menepis.
Kia yang sedari tadi diam dan duduk cantik seperti yang dimau Cyntia jadi bingung.
“Maaf!” ucap Kia meloloskan katanya ragu.
“Apa maksud kalian tunjukan ini? Aku tidak akrab denganmu Mbak Cyntia. Dan kamu, kamu orang yang lagi ramai dibicarakan banyak orang kan? Kamu perempuan yang jadi simpanan Tuan Aslan kan? Kalian kesini sengaja untuk ini kan?” ucap Dokter Lena lagi berusaha tidak percaya meski hati terdalamnya tetap merasa sakit.
“Ya, benar! Kami kesini memang sengaja, kami harus tunjukan ini,ke kamu!” sambung Cyntia.
“Suamiku tidak mungkin menghianatiku apalagi bersama Kak Paulina. Ini pasti akal- akalan anda kan, bu Kia!” ucap Dokter Lena malah marah ke Kia.
“Saya, tidak pernah mengada- ada, Dokter Alena. Tolong dengarkan saya. Suami saya meceraikan Nyonya Paulina sekitar 3 bulan lalu. Sebelumnya mereka sudah pisah ranjang. Dan surat pemeriksaan yang Paulina upload, itu usianya 10 minggu per tanggal kemarin. Saya hanya ingin menunjukan fakta ini! Bayi Paulina bukan anak suamiku!” tutur Kia akhirnya, kini giliran Kia yang menjelaskan, dan mulai mengeluarkan sisi Kia yang berani.
“Apa? Jadi kalian berdua datang kesini ingin mengatakan, bahwa anak yang ada di kandungan Kak Paulina itu anak suami saya, padahal itu anak suamimu? Iya? Saya tidak percaya!” jawab Dokter Lena di luar dugaan Cyntia dan Kia .
Cyntia pun menggelengkan kepala tidak meyangka begini respon Dokter Lena.
“Apa bukti ini tidak cukup?” tanya Cyntia.
“Aku tau Kak Paulina dan suamiku bersahabat!” ucap Dokter Lena lagi terus berusaha mempercayai suaminya. Sebenarnya dia juga merasa sakit tapi masih denial dan berusaha mempertahankan harga diri keluarganya.
Cyntia kemudian menoleh ke videonya. “Astaga!” batin Cyntia kesal. Ternyata speaker saat Cyntia merekam mode mute. Jadi hanya menampakan Paulina dan Nicholas duduk berdua, memang mesra, tapi Dokter Lena berusaha menganggap itu keakraban saat sahabat saling curhat.
Cyntia kemudia sangat geram.
__ADS_1
“Tapi aku tidak berbohong, Dokter Lena. Suami anda adalah ayah dari bayi yang dikandung Paulina!” tutur Kia lagi menjelaskan.
“Pergi kalian dari hadapanku dan nggak usah sok baik, suamiku tidak seperti itu!” jawab Dokter Lena lagi, malah mengusir Cyntia dan Kia.
“Aku punya bukti yang lain!” jawab Kia. "Apa perlu kutunjakan agar anda percaya? Atau harus ku tunjukan ke media, dulu?" tantang Kia berani.
“Pergi kalian dari sini. Aku tidak mengenal kalian!” jawab dokter Lena masih marah.
“Anda boleh tidak mempercayai kami, tapi tidakkah sebagai istri anda merasakan firasat itu?” ucap Kia memperingatkan lagi.
“Sebenarnya anda siapa sih? Benar- benar saya tidak menyangka menemui perempuan seperti anda Bu Kia! Setelah kamu merebut suami dari Ka Paul dan menghancurkan rumah tangganya, dan sekarang kau membuntutiku berpura- pura baik?Kamu kesini ingin menghancurkan kami juga? Hah?” jawab Dokter Lena justru marah- marah.
Kia menelan ludahnya tidak menyangka. Ternyata benar memang, ketika label buruk menempel pada seseorang, bahkan keberanaran akan terlihat salah.
“Cukup Kia!" Ucap Cyntia menghentikan kia.
"Kami datang menemuimu hanya ingin mengatakan yang sebenarnya agar anda lebih memperhatikan suami Anda dokter Lena. Ada bayi dari suami anda yang tumbuh di Rahim orang lain dan dituduhkan ke suami teman saya! Kami kesini beritikad baik , meminta ijin memberitahu anda lebih dulu! Sebelum pihak kami bongkar ini ke media. Tapi kalau anda tidak percaya itu tidak masalah. Toh kenyataan yang terjadi tidak bisa dirubah kan?! Terima kasih atas waktunya!” ucap Cyntia kesal.
“Ayo Ki, kita pergi!” ajak Cyntia
“Semoga anda tidak menyesal dan salah mengambil langkah, Dokter!” ucap Kia memberitahu.
Cyntia kemudian pergi dari tempat Dokter Lena.
“Benar kan kataku Ki? Ideu itu salah. Nggak aka nada manfaatnyaa kasih lihat ke dia. Sekaarang waktunya aku bertindak!” ucap Cyntia.
Kia diam, ternyata apa yang di dalam pikiranya memang tak seperti di kenyataan.
Masih di dalam mobil Cyntia menyerahkan bukti video itu ke temanya. Cyntia pun menyerang Paul dengan kekuatanya sebagai selebriti . Cyntia membuat pernyataan menyindir Paulina, mengenai tanggal cerai dan usia kehamilan Paulina.
Cyntia juga janjian dengan teman Cyntia untuk datang ke acara podcast sahabatnya.
“Lo yakin cara ini berhasil Cyn?”
“Lo diam aja! Kita lihat bagaiamana Paul akan berakhir!” jawab Cyntia.
"Oke. Aku percaya padamu!"
__ADS_1