Sang Pangeran

Sang Pangeran
Promosi cerita : Ramanda


__ADS_3

Hai kakak semuaaa.....


Makasih udah mau baca nupel aku, doain aku selalu sehat dan Up lancar yaa pe Tamat.


*Oh iya, aku recomendasikan nupel keren dari temen aku niiih.


Judulnya Twins pembawa kebahagiaan, karya Kak Ramanda, Sampul ada di bawah ya!


Mampir yaak. Hehehe semoga sukaak*.


**********


Ini spill episodenya.

__ADS_1


"Um..Um..Um..!" Mulut Maira ditutup oleh tangan seseorang dan tangan yang lain melingkari pinggangnya meira, lalu orang tersebut menarik meira keruangan itu yang ternyata sebuah gudang.


Saat tangan yang menyekap mulutnya terbuka serta tangan yang ada di pinggang terlepas, Meira pun langsung membalikkan badannya dan terlihat olehnya, seorang pria tampan berjas hitam dengan wajahnya yang memerah seperti sedang menahan sesuatu.


"Ka-kamu..si-apa?" tanya Maira gugup karena ketakutan.


"Aku Daffin, Hanan Daffin Abhizar, " ujar pria tersebut yang ternyata Daffin " To..long saya Nona !" Ujar Daffin dengan suara bergetar menahan sesuatu.


"Ka-kamu..ke-napa?" tanya Maira masih gagap, dan Sepertinya ia mulai kasihan pada pria itu, karena ia berpikir pria itu sakit. "A-apa aku harus memanggil dokter untuk tuan?" tanya Meira lagi.


"A-apa.. maksud tuan?" tanya Meira bingung. Namun bukannya menjawab pertanyaan Maira Daffin langsung menarik tubuh maira ke dalam pelukannya..


"A-apa yang kau lakukan tuan?! Akh!!" Pekik Meira, karena mereka terjatuh di antara tumpukan kardus yang ada digudang itu.

__ADS_1


"Akh!!" Meira kembali terpekik karena Daffin menarik hijabnya Secara paksa.."Lepaskan aku!!" serunya lagi, namun tidak direspon Daffin.. karena ia sudah mulai menelusuri leher Meira


"Jangan tuan! Lepaskan!! " teriak Mera yang masih berusaha mendorong Daffin dengan sekuat tenaga. namun tenaganya kalah dengan Daffin.


"TOLONG..! TOL..."Meira berteriak meminta pertolongan namun teriakan terhenti karena mulutnya sudah di bungkam oleh bibir Daffin dengan rakusnya terus menelusuri mulut Maira.


"Um..um..um." Meira terus berontak hingga kehabisan tenaganya hanya air matanya yang semakin deras mengalir namun sepertinya tidak berarti bagi Daffin.


" Hiks..Saya mohon tuan hiks.. jangan lakukan ini hiks.." Kirana masih memohon dan masih berusaha untuk melepaskan diri.


"Aakh!! Sakiiit.. Sakiit tuaan!!" Maira menjerit kesakitan sambil memukul-mukul dada bidang Daffin dengan sisa tenaganya. Namun jeritan Meira seperti tidak terdengar oleh Daffin ia malah mempercepat ritmenya hingga ia mencapai klimaksnya dan tubuhnya langsung terjatuh tepat di tubuh Maira dengan wajahnya yang berada di dada maira.


"Maaf, aku berjanji akan bertanggung jawab " ujar Daffin dengan nafas yang masih memburu, Meira tidak meresponnya ia hanya mendorong tubuh Daffin yang berada di atasnya dengan sisa tenaganya, setelah terlepas, ia langsung memakai bajunya yang sudah robek, setelah memakai hijabnya ia pun melangkah keluar dengan sisa tenaganya dan tanpa bersuara sedikit pun.

__ADS_1


"Tunggu! siapa nama kamu?" tanya Daffin.



__ADS_2