Sang Pangeran

Sang Pangeran
78. Yakin


__ADS_3

“Huft... kenapa panggilan gue ditolak ya?” 


Kia mendengus kesal duduk di depan tv. Lalu Kia menatap foto Aslan sendu.


"Sebenarnya dimana Aslan sekarang?" batin Kia tanpa sadar Kia benar-benar rindu Aslan.


Kia menggenggam ponselnya kesal. Berulang kali Kia menelpon Aslan. Tapi ponsel ayah Ipang tidak bisa dihubungi, padahal kan malam ini malam penampilan Ipang penetuan ke babak final. 


Peserta bintang kecil tinggal tersisa 3 orang. Ipang, Alena dan Felicia, Felicia gadis kecil yang memang bersuara emas dari kota kecil di negara itu. Sementara Daffa sudah pulang dua minggu lalu. 


“Yuk berangkat yuk!” ajak Cyntia keluar kamar setelah selesai dandan. Sementara Kia tampak lemas. 


“Lo kenapa?” tanya Cyntia melihat Kia tidak semangat. 


“Aslan kok nggak angkat telpon aku ya?” 


“Empt....haha” Cyntia justru tertawa. 


“Sukanya ngetawain!” dengus Kia.


“Aslan tuh bingung, mau pilih anak dari istri tua apa istri muda makanya dia nggak angkat telpon!"


“Ish. Aku bukan istrinya!” 


“Hemmmm, tapi kan anak lo anaknya”  sahut Cyntia lagi.


“Udah ah ayok berangkat!” ucap Kia tidak mau diledek Cyntia lagi.


“Ya ayo aku udah siap dari tadi!” jawab Cyntia. 


Lalu mereka berdua berangkat ke studio ITV. Dan sekarang Kia mulai lihai, Kia dengan penampilan kecenya memegang stir sendiri. Dan Cyntia sang guru duduk manis di sampingnya. 


Seperti sebelumnya mereka tak membawa rombongan manapun. Hanya berdua, tidak ada supporter heboh seperti Felicia, dan Alena. Jika biasanya Cyntia hanya mengantar Kia sampai parkiran, kini Cyntia ikuy turun menemani Kia.  


Setelah menempuh perjalanan beberapa saat mereka sampai di studio ITV. Dan parkiran sudah dipenuhi para supporter dan penonton. Dan saat Cyntia membuka mobil dan turun, orang- orang yang mulai mengenali Cyntia dan Kia. 


Kia dan Cyntia yang merupakan pendatang baru di dunia hiburan, mereka kurang persiapan. Mereka belum punya tim manager ataupun pengawal, mereka kemudian kelabakan menghadapi wartawan dan fans. 


“Mbak Cyntia, ternyata kenal dengan ibunya Pangeran?” 


“Waah ini ibunya Pangeran ya? Pantes Pangerasn tampan, boleh minta waktunya?” 


“Ibunya Pangeran boleh minta waktunya sebentar, tips mendidik anak sehebat Pangeran gimana ya?” 


“Ibu boleh minta waktunya sebentar, Pangeran bisa menyanyi bakat dari siapa ya? Sejak kapan?”


“Ibu boleh minta waktunya sebentar, benarkah ibu single parents, kalau boleh tau Pangeran yatim atau ayahnya masih hidup ya?” 


Berbagai pertanyaan datang menyerbu. Kia langsung pucat pasi karena basic Kia bukan artis. Kia bingung mau jawab da bagaimana. Cyntia kemudian menarik tangan Kia dan menganggukan tangan. 


“Mohon maaf ya, ngobrolnya lain kali ya? Maaf! Permisi” ucap Cyntia ramah dan tegas. 


Lalu security dari ITV tanggap dan sigap membantu mereka agar bisa masuk tanpa diganggu. Mereka kemudian masuk ke dalam.


Karena ini penampilan masuk ke babak final, malam ini Kia dipersilahkan masuk ke belakang panggung dulu untuk dimintakan video semangat.

__ADS_1


Mereka kemudian berjalan ke arah yang ditunjukan satpam. Dengan arahan staff Kia menurut.


Kia juga sempat menemui Ipang, memeluknta dan memberi semangat. Tapi yang semangat Kia berikan bukan semangat menang. Kia mengungkapkan betapa rindunya Kia tidur bersama Ipang.


Sambil menunggu aba-aba staff Kia dan Cyntia duduk di sebuah ruangan.


“Lo baik- baik aja kan Ki?” tanya Cyntia. 


“Ternyata gini ya rasanya jadi publik figur?” tutur Kia. 


“Hemmm, gimana emangnya? Asik kan?” jawab Cyntia. Cyntia kan memang ingin dan menikmati jadi artis.


“Asik gimana? Gue nyesel ijinin Ipang masuk ke sini. Gue berharap Ipang malam ini pulang” jawab Kia.


“Kok gitu?” 


“Lo liat kan wartawan tadi? Mereka mulai nanyain ayah Ipang. Udah cukup Ipang menimba ilmu sampai malam ini aja, aku nggak mau Ipangku menang. Pokoknya malam ini dia harus pulang. Dia harus sekolah dan hidup normal saja” jawab Kia lagi beralasan.


“Lo aneh banget sih, bukanya bagus anak lo bersinar jadi bintang besar, malah gitu” bantah Cyntia.


“Nggak! Gue belum siap, gue nggak mau! Gue takut, gue mau hidup gue tenang” tutur Kia mantap dan yakin, ternyata menjadi bintang besar meresahkan.


“Hhh dasar lu ibu aneh, kalau lo nggak ijinin Ipang menang ngapain lo berjalan sejauh ini?” 


“Situasinya berbeda Cyntia. Ini dulu kerjaan Fatimah dan Ipang, Ipang yang merengek ingin ikut. Ya gue kira dengan berprestasi dan terkenal akan indah. Gue nggak nyangka kalau hidup gue di sini bakal nemuin situasi ribet begini? Mang gue tau bapak Ipang itu Si Aslan, apa kata orang kalau sampai ada yang tahu siapa kami?” jawab Kia lagi. 


“Nasi udah jadi bubur. Yang nentuin Ipang menang dan kalah itu penonton dan juri. Bukan lo, anak Lo juga menikmati. Dan kalaupun anak lo nggak menang, sejak anak lo masuk audisi , anak lo emang udah jadi artis” tutur Cyntia.


“Hemm, kenapa gue nggak mikir dari awal ya? Apa kabar kehidupan Ipang setelah ini?” 


Lalu si ular betina datang, beserta  asistenya. Mereka masuk untuk melakukan hal yang sama dengan Kia.


Paul dan Kia kemudian saling tatap. Kia kemudian memandang jijik ke Paul. Sementara Paul kaget karena Cyntia berteman dengan Kia.


“Kau?” pekik Paul melihat Cyntia.


“Hai Kak?” sapa Cyntia ramah. 


“Kalian saling kenal? Sedang apa kau di sini?” tanya Paul tidak menyangka.


“E..e..iya, perkenalkan, Kiara, dia manager baru saya! Saya menemaninya, dia ibunya Pangeran” jawab Cnytia asal.


“Woah?” Kia terhenyak dengan pernyataan Cyntia. Tapi kaki Cyntia menyenggol Kia memberi peringatan agar bersandiwara. 


“Oh, nggak salah kamu milih dia sebagai managermu?” ucap Paul sinis. 


“Salah? Kalian saling kenal? Kiara ini ibunya Pangeran” tanya Cyntia bersandiwara. 


“Jaga pacar atau suamimu! Dia penipu ulung. Sebaiknya setelah ini kau perlu pertimbangkan agar memberhentikan dia bekerja” ucap Paul menghina Kia dengan tatapan sinisnya.


"Hah?" tanya Cyntia memperjelas.


Cyntia mengepalkan tangan, tapi karena project web seriesnya belum selesai. Cyntia harus menahan dan berusaha akur dengan Paul. Cyntia pura-pura berekspresi netral.


Sementara Kia langsung melawan tidak terima. 

__ADS_1


“Jaga mulut anda, Nyonya Paul, apa maksud anda mengataiku penipu! Sudah cukup anda setiap hari mengatai  saya dan anak saya. Tidak kah anda lihat seperti apa diri anda?”  


“Dasar ******, berani kau padaku! Jika aku mau sekarang juga aku hancurkan karir anakmu” ucap Paul sinis


“Karir anakku?” 


“Saya masih cukup baik, membiarkan anakmu ada di sini, sekali saya klik, dan saya memberitahu siapa kamu dan anakmu, hancur kalian!”


“Anda mengancam saya?” tanya Kia lagi.


“Ya, anakmu hanya anak ******. Liat saja nanti mereka yang mendukung anakmu aka berbalik menghujat kalian. Tunggu saja!” ucap Paul lagi mengancam Kia.


“Kau!”


“Katakan dimana Aslan  beritahu dia agar bersikap baik pada Alena, maka aku akan mengampunimu dan menjaga rahasiamu!” 


“Woah? Anda mencari suami anda pada saya? Anda pikir saya siapa? Saya bukan baby sisternya!"


“Kau memang pandai bersilat lidah ya! Aku pikir aku tidak tahu, dia pergi bersamamu kan? Katakan padanya Alena butuh dia!” 


“Apa maksud anda! Saya sama sekali tidak pernah bersamanya” 


“Dengarkan saya baik! Satu tetes air mata Alena yang keluar itu berharga mahal. Kalian harus membayarnya? Katakan dimana Aslan!” 


“Maaf Nyonya Paul, anda lucu sekali anda istrinya kenapa bertanya pada saya. Saya sungguh tidak tahu dimana suami anda!” jawab Kia. 


“Hhhh! Masih juga tidak mengaku. Kamu pikir aku tidak tahu, dasar pelakor. Liat apa yang akan aku lakukan pada anakmu!” 


“Jangan sakiti anak saya, saya bukan pelakor. Anda sebaiknya ngaca! Anda pikir saya tidak tahu apa kebusukanmu, Nyonya!” 


“Kau!” 


“Tuan Nicholas! Apa yang akan terjadi pada anda jika aku katakan pada media tentangnya?”  ucap Kia balas mengancam Paul.


“Sial! Kau!” pekik Paul maju ingin menjambak jilbab Kia tapi ditahan asisten Paul.


“Anda sentuh anak saya, saya akan katakan pada wartawan tetang hubungan kalian!” ancam Kia.


“Tau darimana kamu?” 


“Jangan remehkan saya , saya tau semuanya!” 


“Dasar ******!” 


“Dasar ular berbisa!” balas Kia maju .


"Tahan Nyonya tahan di sini banyak wartawan" bisik asisten Paul.


Saat keduanya hampir bertengkar dengan fisik. kru TV datang. Lalu mereka melakukan syuting.


Dan di panggung ketiga peserta bintang kecil keluar membawakan lagu pembuka. Selanjutnya dimulai acara penampilan mereka. Dalam diamnya Paul mengambil ponselnya. 


Paul benar- benar kelabakan dan tidak menyangka sainganya memegang rahasianya. Lalu Paul menghubungi seseorang agar mencari tahu siapa Kia dan Cyntia. Paul juga memberi peringatan ke Nicho agar berhati- hati pada Cyntia. 


Kia sendiri tidak habis pikir. Semakin sering bertemu dengan Paul, Kia semakin yakin, Aslan benar, Cyntia benar. Ada yang cacat dengan rumah tangga Aslan, dan Kia kini Kia jadi berfikir tentang Aslan.

__ADS_1


Bagaiamana kehidupan Aslan selama ini. Bagaimana Aslan bisa hidup dan bertahan dengan perempuan seperti Paul. Kia pun ingat kejadian 7 tahun lalu itu, seorang pria dengan penuh emosi yang melampiaskanya secara kasar padanya. Terlihat menyedihkan dan menyebalkan.


__ADS_2