Sang Pangeran

Sang Pangeran
Hutan kabut


__ADS_3

Orang yang memakai topeng wajah burung itu masih terus mengamati situasi pertempuran yang ada di hadapannya,dia adalah Mei shin seorang gadis berusia sekitar 22 tahunan yang menjadi bagian dari pasukan khusus bawahan jenderal Chao.


Dia mencoba mencari celah untuk segera meninggalkan area pertempuran antara rombongan jenderal Chao melawan rombongan penyergap yang di pimpin oleh jenderal Jing.


Setelah beberapa saat dia mengamati keadaan di depannya dan melihat ada kesempatan untuk menjauhi tempat itu dia segera bergegas melesat menerobos area pertempuran,dia memilih untuk meninggalkan kuda tunggangannya dan menggunakan teknik meringankan tubuh yang dia miliki sambil mempercepat larinya.


Mei shin yang memilih meninggalkan kuda tunggangannya bukan tanpa alasan,itu di lakukan agar lebih mudah menerobos area pertempuran. Lagi pula Mei shin juga yakin akan mendapatkan kuda untuk di tunggangi lagi setelah dia melihat banyak kuda yang berlari menjauhi tempat itu, kuda kuda itu adalah kuda dari rombongan jenderal Jing yang kini sedang bertarung.


Dengan sedikit usaha akhirnya Mei shin yang saat ini sedang menggendong tubuh Sang Pangeran yang dari tadi tidak sadarkan diri dan berada di punggungnya telah menjauhi area pertempuran.


Mei shin terus berlari ke arah timur menuju hutan Kabut,setelah cukup jauh dia akhirnya melihat seekor kuda yang berada di bawah pohon sedang memakan rumput, dengan cepat dia segera mendekati kuda itu dan tak lama kemudian dia sudah berada di atas punggung kuda bersama dengan pangeran yang masih tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Jarak hutan Kabut dari tempat itu masih lumayan jauh,setidaknya jika berkuda dengan cepat masih membutuhkan waktu hampir satu hari. itulah sebabnya Mei shin lebih memilih berkuda daripada terus berlari dengan teknik meringankan tubuhnya, setidaknya dengan berkuda tidak akan menguras banyak energi.


Setelah cukup lama Mei shin memacu kudanya dengan cepat dan melewati beberapa desa, akhirnya dia melihat hutan Kabut sudah tidak jauh lagi,hari pun juga sudah senja.


Di saat Mei shin sudah hampir sampai di pinggiran hutan Kabut,tiba tiba saja ada sekelebat bayangan yang datang dan menghadang.


Sosok bertopeng serigala dengan pedang di punggungnya,melihat sosok di hadapannya Mei shin segera turun dari kuda dan melepaskan lilitan kain yang digunakan untuk menggendong sang pangeran,dia membaringkan pangeran di bawah pohon.


Setelah cukup yakin bahwa hanya satu orang saja yang berhasil mengikutinya sampai ke hutan Kabut, akhirnya Mei shin pun langsung menyerang orang yang menghadangnya,dia mencabut pedang yang tergantung di pinggangnya dan melesat ke depan.


"hiiaatt"

__ADS_1


Mei shin mencoba menebas leher lawannya, di saat yang sama orang itu yang sudah mencabut pedang dari punggungnya segera menangkis serangan Mei shin,tidak hanya sampai disitu Mei shin yang dari awal telah melancarkan serangan lebih dulu melihat tebasan pedangnya dapat ditangkis oleh lawan segera dia melakukan perubahan elemen pada tangan kirinya,Mei shin yang ber elemen dasar tanah langsung melapisi tinju tangan kirinya dengan tanah yang padat dan keras untuk memukul lawan, lawannya yang melihat itu segera menyiapkan tangan kirinya untuk menahan serangan Mei shin lalu


blarr..


Lawan Mei shin terpental sejauh lima langkah ke belakang sedang Mei shin masih tetap berdiri di tempatnya,perbedaan tingkat kekuatan yang membuat lawannya terpental mundur.


Mei shin yang tidak ingin lama lama menghadapi musuh segera melakukan teknik andalannya, dengan sedikit gerakan tangan dia melakukan segel lalu.


"penjara bumi"


seketika tanah di tempat musuhnya berdiri langsung berlubang dalam dan itu membuat musuhnya jatuh kedalam lubang setelah itu tanah yang berlubang kembali tertutup,itulah teknik penjara bumi atau juga bisa disebut mengubur musuh hidup hidup.

__ADS_1


Setelah pertarungan berakhir Mei shin segera menghampiri pangeran yang ternyata sudah sadar, dia lalu berlutut dan memberi hormat.


__ADS_2