
Mei shin dan Fu Han terus berjalan dan sesekali berhenti untuk beristirahat,saat mereka berdua lapar mereka memakan lumut yang banyak tumbuh di dinding gua karena hanya itu yang ada.
Akhirnya mereka berdua merasakan ada semilir angin yang berarti mereka berdua sudah tidak jauh dari ujung gua,Mei shin pun memutuskan untuk mengajak Fu Han mempercepat langkahnya.
Dan benar saja setelah beberapa saat berlalu
mereka berdua melihat sedikit cahaya dari kejauhan,Fu Han yang begitu senang karena sebentar lagi akan keluar dari dalam gua pun berlari menuju ke arah cahaya tersebut.
"bibi Mei,cepat lah kita sudah sampai di ujung gua"
"iya,,iya,, tidak perlu berlari seperti itu"
setelah beberapa saat mereka berdua telah berada di ujung gua,kini di hadapan mereka terlihat hamparan tanah yang cukup luas di tumbuhi rumput dan bunga bunga yang belum pernah mereka lihat sebelumnya tidak berapa jauh terlihat pohon pohon yang banyak dan begitu tinggi tinggi menunjukkan bahwa itu adalah sebuah hutan.
__ADS_1
Tapi satu hal yang belum mereka berdua sadari yaitu bahwa ujung gua itu ternyata berada di sebuah dasar dari Jurang Kematian."
mereka berdua terus mengamati keadaan di sekitarnya, sampai pada akhirnya mereka berdua melihat di sebelah kiri mereka sekitar seratus langkah dari ujung gua ada sebuah bangunan atau rumah.
Mei shin dan Fu Han pun bergegas menuju ke arah rumah itu,mereka berdua yakin jika dirumah itulah guru dari jenderal Chao tinggal. tapi sayang mereka berdua harus kecewa karena tidak ada orang sama sekali di rumah itu.
Kini mereka berdua sedang duduk di atas kursi yang ada di halaman rumah tersebut.
Perlahan Mei shin meraih kedua tangan Fu Han lalu menggenggamnya dengan erat sambil berkata
"tenang lah Fu Han,,apa pun yang terjadi bibi akan selalu bersamamu dan berusaha melindungi serta menjagamu"
"terima kasih bibi" hanya kata itu yang di ucapkan oleh Sang Pangeran Lie Fu Han.
__ADS_1
setelah itu mereka berdua larut dalam pikiran masing masing dan untuk beberapa saat keheningan terjadi di tempat itu,cukup lama ke heningan yang terjadi hingga akhirnya Fu Han bertanya kepada Mei shin.
"bibi,,bagaimana keadaan ayahanda kaisar, ibunda permaisuri, paman chao dan juga teman teman bibi yang lain"
Mendengar pertanyaan itu, sontak membuat Mei shin kaget. Kini dengan dada yang bergemuruh serta mata yang sudah mulai berkaca kaca Mei shin yang dari tadi menunduk,perlahan mendongak kan kepalanya untuk melihat Fu Han.
Di lihatnya kini bocah berusia sepuluh tahunan juga sedang menatapnya dengan mata yang berkaca kaca seolah akan menangis.
Mei shin benar benar bingung harus menjawab apa karena dia sendiri saat ini juga tidak tau keadaan orang orang yang di tanyakan oleh Fu Han.
Tak kunjung mendapat jawaban dari Mei shin akhirnya bendungan air mata Fu Han pun jebol, perlahan tapi pasti di kedua matanya mulai berair dan Fu Han pun mulai sesenggukan menangis.
Mei shin pun tak kuasa menahan laju air matanya karena dia berfikir pasti terjadi sesuatu yang buruk kepada orang orang yang di tanyakan keadaannya oleh Fu Han tadi.
__ADS_1