Sang Pangeran

Sang Pangeran
193. Ditinggal Pergi


__ADS_3

“Ini yang gue nggak suka kalau ketemu di rumah, Honey!” ucap Nicholas ke Paulina menanggapi cerita Paulina. 


“Apa maksudmu?” tanya Paulina. 


Nicholas kemudian memberi kode Paulina untuk pergi ke sebuah hotel langganan mereka. Paulina yang sedang kehilangan kesadaran, dengan memegang rokok di tangaya paham. Paulin bangun dan melempar kaosnya ke Nicholas agar Nicholas berpakaian yang benar. Paulina masuk ke tempat berganti pakaian dan bersiap pergi. 


Tanpa memperdulikan anaknya yang sedang sekarat kesakitan. Mereka berdua malah berniat pergi menghabiskan waktu bersama. 


“Gue juga butuh bantuan Lo!” ucap Paulina. 


“Apa?” jawab Nicholas. 


“Gue harus bebasin bokap gue. Gue harus ketemu sama orang yang namnya Sentot, dan gue harus habisi dia!” ucap Paul bercerita. 


“Oke!” jawab Nicholas. 


Mereka kemudian keluar kamar bersama, para asisten rumah tangga mereka berdiri mematung saat Paulina melewati mereka. Paulina kemudian terhenti di depan pintu saat berpapasan dengan salah satu pengasuh Alena. 


“Buka pintu kamar mandi Alena setelah  satu jam, biar dia menyadari kesalahanya. Urus dan bersihkan kamarnya!” ucap Paul memberi perintah.


Sang Pengasuh hanya bisa mengangguk patuh dan melihat mobil Nicholas pergi menjauh sampai menghilang di balik pagar. Sang Pengasuh langsung berlari ke dalam menemui teman kerjanya. 


“Mbak, kita buka kamar mandi Non Alena sekarang saja, Bu Paul malah pergi!” 


“Bisa- bisanya ya? Baru pulang, udah pergi lagi, nggak ngerti aku sama orang kaya dia?” 


“Iya, kita salah milih majikan nggak sih?” 


“Yang penting kita dapet uang aja. Ayuh tolong Non Alena. Dia kan anak kecil, ya bener sih anaknya nakal, tapi masa ditinggalin gitu!” 


“Udah yuk... yukkk! Kita buka pintunya!” 


Meski mereka baru bertemu dengan Alena dan tidak tahu permasalahanya, mereka hanya menggunakan hatinya dalam bekerja. Di mata mereka Alena tetaplah anak kecil yang wajar melakukan kesalahan, Alena juga anak kecil yang butuh perlindungan dan pendidikan moral yang baik, bukan kekerasan. 


Mereka pun membuka pintu kamar mandi tempat Alena dihukum. Kunci pintu kamar mandi masih ada di gagang pintu, dengan cepat mereka buka. 


“Astagah.... Non Alena!” jerit pengasuh Alena dengan mata nanar. 

__ADS_1


“Ya... Tuhan, Non! Bangun Non!” salah satu pengasuh Alena langsung menghampiri Alena. 


Hati mereka begitu ngilu, melihat keadaan Alena. Alena terbujur lemah di lantai kamar mandi yang basah. Wajah Alena begitu pucat, dan ada darah menetes dari bibirnya dengan pipi yang terlihat membiru dan lebam. Mereka langsung mendekap Alena kencang dengan menahan pedih kenyataan orang kaya yang tidak bisa mereka terka. 


Mereka tahu Bu Paulina baru saja bercerai dengan suaminya yang mereka tahu adalah Daddy Alena. Hanya saja mereka juga heran, belum lama bercerai tapi pacarnya sering datang ke rumah. Dan hari ini, mereka melihat Bu Paulina lebih memilih pergi bersama pacarnya itu meninggalkan anaknya yang sudah 3 bulan tinggal di asrama. 


“Ayo angkat Non Alena, jangan di sini!” 


“Ayo!” 


Kedua pengasuh Alena yang bernama Noni dan Tuti kemudian menggendong Alena ke sofa.


“Non Alena harus dibawa ke rumah sakit!” ucap Noni


“Ya udah telpon Bu Paul!” jawab Tuti. 


“Nggak aku takut, kamu aja. Aku bersihkan darah Non Alena dulu, ya ampun kasian banget Non Alena!” jawab Noni dengan sesak malah Noni yang menangis dan tidak tahan melihat Alena yang begitu lemah. 


“Ish.... kamu kan baby sister dan yang tadi dipasrahi!” gerutu Tut. Mereka berdua enggan berhubungan dengan majikanya. Meski begitu terpaksa mereka menelpon Paulina tapi sayangnya tak kunjung diangkat. 


“Nggak diangkat, Non! Gimana ini?” 


“Udah! Udah 5 kali malah sekarang di luar area,” jawab Tuti. 


“Duh... Non Alena kedinginan begini, nggigil lagi, kita harus ke rumah sakit sekarang!” jawab Noni sambil memegang Alena, wajah Alena mulai membiru. 


“Aku nggak punya uang, gajiku udah kukirim ke kampung!” jawab Tuti. 


“Aku juga! Terus gimana?” tanya Noni panik. 


“Gimana ya? Ada yang bisa dihubungi selain Bu Paul nggak?” tanya Tuti. 


Noni yang kemarin bertemu dengan Aslan dan Kia saat menjemput langsung ingat Alena masih punya Daddy. 


“Kita telpon Daddynya Non Alena aja, istrinya baik!” ucap Noni memberi ide. 


“Kamu punya nomernya?” tanya Tuti. 

__ADS_1


“Nggak lah! Kita cari di handphone Non Alena aja!” jawab Noni memberi ide. 


***** 


“Huuuuh hah!” 


Meski Dokter Lena bisa mengelak dan mengusir Kia dan Cyntia, tapi dirinya tak bisa mengusir rasa sakit dan curiga dari hatinya. Sebenarya dokter Lena sudah banyak menaruh curiga ke suaminya yang sering pergi mendadak dan tidak pulang ke rumah padahal dia tau Nicholas tidak sedang syuting. 


Dokter Lena juga sering bertanya darimana Nicholas dapat uang banyak. Sebelum bertemu dengan Paulina dan sebelum menikah, Nicholas dan Dokter Lena lebih kaya dokter Lena. Bahkan saat menikah, dokter Lena yang berinisiatif membelikan sasrahan yang bagus dengan uang dokter Lena sendiri agar Nicholas diterima oleh keluarga Dokter Lena. 


Hanya dalam waktu 6 bulan, tiba- tiba Nicholas punya uang milyaran. Dokter Lena ingin bertanya darimana?  Tapi takut menyinggungnya. 


Dokter Lena juga pernah melihat noda merah di kemeja suaminya.


“Benarkah Mas Nikho menghianatiku? Tidak, ini tidak mungkin, aku sudah meninggalkan Papa Mama, aku harus pertahankan keluargaku. Mas Nicho tidak seperti itu!” batin Dokter Lena tidak bisa membohongi hati kecilnya dengan duduk sendirian di meja kafe itu dokter Lena memangis sendirian. 


Dokter Lena kemudian mengajak pengasuhnya berkemas dan pulang. 


“Kok pulang Mah?” tanya anak Nicholas yang bernama Pandu. 


“Kita pulang saja ya Sayang, Mama ada perlu!” jawab Dokter Lena bohong. Dokter Lena kini tidak bisa menikmati liburanya dia ingin segera pulang dan ingin menyelidiki sendiri suaminya. 


“Tapi Pandu masih mau liburan di sini Mamah! Kata Papa kan mau ajak kita jalan-jalan besok, Pandu mau lihat Rabbit, Pandu juga mau naik kuda!” rengek anak Nicholas lagi. 


Dokter Lena diam menatap anaknya Nanar. Sudah 5 jam Nicholas pamit pergi, katanya sebentar, tapi ternyata lama. Bahkan nomer Nicholas tidak bisa dia hubungi. Pikiran dokter Lena pun sudah tidak bisa diluruskan lagi. berbagai tanya muncul. 


“Beenarkah membantu temanya yang kecelakaan? Siapa? Dimana? Atau jangan- jangan Nicholas sendiri yang kecelakaan? “ 


“Atau jangan- jangan perkataan Cyntia dan Kia benar? Lalu dimana mereka?” 


Dokter Lena tidak kuat membayangkanya. Dokter Lena sendiri mengenal Paulina saat beberapa kali mendatangi lokasi Syuting suaminya dan membawakan makanan. 


“Mah!” panggil anak Dokter Lena lagi mengagetkan lamunn dokter Lena. 


Tes. 


Akhirnya airmata dokter Lena turun juga. 

__ADS_1


“Kita pulang, Sayanng, Papa pergi, ini juga sudah mau sore. Besok Mama kerja. Liburanya kapan- kapan lagi aja ya!” ucap Dokter Lena sendu mencoba memberikan pengertian ke anaknya. 


Ini adalah yang ketiga kalinya, Nicholas mengajak dirinya dan anaknya liburan, tapi tiba- tiba ditinggalkan begitu saja. 


__ADS_2