
Tidak peduli persetujuan Cyntia Rendra mau nekat ikut Umma, Kikan dan Ipang makan malam di apartemen Cyntia.
Begitu Umma selesai marah, dan selesai bersih- bersih, Rendra langsung mengajak Umma dan Kikan ke rumah Cyntia.
Kikan pun menyambutnya dengan bahagia.
“Beneran Kak? Kita makan di rumah, Kak Cyntia?” tanya Kikan.
“Ayo buruan!” ajak Rendra.
Mereka pun ke apartemen Cyntia, seperti sebelumnya, jika di hadapan orang banyak. Rendra dan Cyntia bersikap normal meski harus ekstra hati- hati dan jaga sikap. Pokoknya nggak boleh sampai ada yang curiga.
“Yeaay Alhamdulillah, Ipang bahagia kalau kita selalu kumpul rame begini!” seru Ipang jujur.
Semua pun ikut tersenyum. Begitu juga Rendra dan Cyntia.
“Kak... Kikan main di tempat Kak Cyntia dulu boleh ya!” ucap Kikan meminta.
“Boleh!” jawab Rendra mengangguk.
“Udah malem kok, suami Kak Cyntia belum pulang?” ceplos Kikan mengira Cyntia masih bersuami.
“Ehm!” Rendra berdehem dan meminum air putih di depanya.
Cyntia ikut merasa tidak nyaman, diam dan melirik ke Rendra lagi, mereka bertatapan penuh arti.
"Maksud Kikan, suami Kak Cyntia nggak marah kita main di sini?" tanya Kikan lagi.
__ADS_1
“Kak Cyntia udah cerai!” jawab Cyntia jujur.
“Mmmmprt!” tiba- tiba Umma langsung memuntahkan minumanya karena tersedak mendengar Cyntia menjawab sudah bercerai.
“Maafin pertanyaan Kikan ya Nduk!” tutut Umma kemudian.
“Nggak apa- apa Umma! Saya emang belum lama bercerai, tapi udah selesai masa iddahnya kok!” jawab Cyntia lembut sambil tersenyum.
Mbak Narti dan Mbok Mina yang sudah tau berekspresi biasa aja, tidak seperti Umma dan Kikan.
“Jadi, Kak Cyntia sendiri?” tanya Kikan menegaskan.
“Iya!” jawab Cyntia mengangguk
“Uhuk uhuk... ehem..." Mendengar status Cyntia Kikan sangat bahagia.
Sayangnya menerima perlakuan menyebalkan itu, Rendra malah jadi mati kutu, dan ingin segera pergi dari rumah itu. Tidak ada yang tahu kalau Rendra juga sudah melakukan itu dengan Cyntia. Rendra juga yang dulu selamatkan Cyntia dari suami gilanya.
“Terima kasih, atas makan malamnya nona Cyntia dan Mbok Mina. Ipang, om pulang dulu, mau ikut om atau bareng Umma?” ucap Rendra pamit dan mengajak Ipang berharap punya teman sesama lelaki.
Cyntia juga ikut bersandiwara tersenyum manis.
“Ipang mau di sini saja Om, di sini wangi, tidak seperti di rumah Om, baunya aneh (alkohol)” jawab Ipang polos, malah semakin membuat Rendra malu dan tersudut.
Cyntia juga hanya bisa melirik mendengarkan Ipang itu, rasanya puas sekali kalau ada yang menghina Rendra.
“Oke... Om pulang dulu ya!” pamit Rendra sudah semakin tidak tahan dipojokan terus. Rendra kemudian buru- buru pergi.
__ADS_1
Setelah Rendra pergi Kikan pun melancarkan aksinya untuk mendekati Cyntia. Sayangnya Cyntia malam ini ada acara talkshow di televisi sehingga mereka bermain sendiri tanpa Cyntia.
Sekitar pukul 10 malam, setelah Pangeran mengantuk. Kikan dan Umma pulang ke apartemen Rendra dan mengobrol.
”Umma, kenapa nggak jodohin Kak Rendra dan Kak Cyntia?” tanya Kikan.
“Jangan! Kita nggak berhak begitu, jodoh itu urusan Tuhan! Apalagi kalau Nak Cyntia tidak berkenan!” jawab Umma bijak.
“Umma tapi Kikan merasa di anatara Kak Rendra dan Kak Cyntia itu ada sesuatu, lho!” jawab Kikan lagi.
“Sesuatu gimana?”
“Kikan sering perhatiin, mereka itu sering curi- curi pandang gitu Umma, awalnya Kikan pikir itu tidak ada artinya karena Kikan kira kak Cyntia masih bersuami, kalau Kak Cyntia sendiri, fiks deh pengamatan Kikan bener!” ujar Kikan memberitahu Umma.
“Kamu itu kebiasaan deh, suka menghubung- hubungkan, bukan berarti karena kamu ngefans sama Kak Cyntia lantas enak saja menjodoh- jodohkan dia dengan kakakmu yang payah itu! Umma kecewa sama Rendra, bisa- bisanya dia tidak membedakan mana yng halal dan haram!” jawab Umma mengeluh dan merasa kecewa mengetahui kenakalan ponakan yang dia sayangi itu.
Umma sangat sayang ke Rendra yang pada dasarnya dulu anak yang taat dan penurut bisa- bisanya menyimpan alkohol di rumahnya.
“Hummm!” jawab Kikan manyun.
“Umma malu, sama kelakuan Rendra. Nak Cyntia itu gadis yang baik, kasian. Pokoknya Umma mau di sini dulu, coba seperti apa hidup kakakmu itu!” jawab Umma lagi berniat ingin melepas rindu dwngan Rendra dan tinggal di ibukota untuk beberapa waktu.
“Kikan berarti ikut Umma?” tanya Kikan senang saat mendengar Umma ingin tinggal dengan Rendra itu berarti Kikan akan sering bertemu idolanya itu.
“Terserah kamu!” jawab Umma, lalu memiringkan tubuhnya untuk memejamkan matanya tidur memeluk Ipang.
“Yes!” ucap Kikan senang.
__ADS_1
Terserah, Umma setuju atau tidak dengan ide Kikan menjodohkan Rendra, tapi Kikan merasa insting Kikan adalah benar. Kikan pun ingin membuktikanya.