Sang Pangeran

Sang Pangeran
196. Tantangan dari Cyntia


__ADS_3

Tidak ada kata takut dalam kamus Cyntia jika dia merasa benar. Bayangan kehancuran hidup sudah dia khatamkan sejak dia memutuskan diri sampai mengenak dunia kelam di masalalu. 


Nafas yang dia rasakan sekarang adalah sebuah kesempatan. Hidup bagi orang yang pernah gagal seperti Cyntia kini lebih sederhana, apa yang membuatnya bahagia, merasa lega itu yang akan dia lakukan. Apa yang membuatnya kesal, menyesakan ya itu yang akan dia lawan. Pengalaman pahit keluarganya yang broken home, hidup berat yang dilalui bersama suami psyconya membuat Cynti sekeras itu. 


“Hai Cyn!” sapa teman Cyntia bernama Iki seorang publik figur yang menggeluti dunia permedia sosialan sebagai jalan mendapatkan nafkahnya. 


“Hai...!” jawab Cyntia. 


Cyntia bangun pagi di rumah Kia. Setelah Pangeran bangun, mandi dan sarapan, Mbak Narti juga sudah bersiap pindah ke apartemen Cyntia mereka langsung cuss. Bahkan Mbak Narti Cyntia ajak ke kantor tempat Iki membuka podcast. 


“Udah siap nih?” tanya Iki. 


“Siap banget dong!” jawab Cyntia semangat. 


“Perlu briefing nggak nih? Mungkin ada pertanyaan yang perlu kamu seleksi?” tanya Iki sopan dan ingin menghargai privasi Cyntia. 


“Nggak! Apapun pertanyaan lo akan gue jawab, buruan deh. Gue ada jadwal lain!” jawab Cyntia profesional, karena hari ini dia akan melalukan meeting pekerjaanya dan mulai reading naskah projek barunya bersama Sutradara Dewa. 


“Oke! Yuk masuk!” jawab Iki. Kru Iki pun sudah menyiapkan tempat duduk yang nyaman dan nyentrik, kamera mahal pun sudah bersiap.


Sebagai presenter yang profesional, Iki pun menanyai Cyntia dengan rapih dan sesuai mau netizen. 


“Lo sedeket apa sih sama Bu Kia itu?” tanya Iki. 


“Deket banget, Kia itu bukan hanya temen buat gue, dia saudara gue, lebih dari itu!” jawab Cyntia. 


“Jadi itu sebabnya lo berani ngebela dia?” 


“Berani karena gue tau kebenaranya!” jawab Cyntia. 

__ADS_1


“Meski semua orang akan menyalahkanmu? Maaf maksudnya, semua orang kan tahu posisinya Tuan Aslan meninggalkan Nyonya Paulina dan anaknya yang notabenya istri dan anaknya, bahkan dengar- dengar perusahaan dan keluarganya juga, demi temanmu itu!” pancing Iki lagi. 


“Aslan nggak pernah ninggalin Kak Paulina ataupun Alena!” jawab Cyntia berani. 


“Maksudnya?” 


“Kak Paulina lah yang meninggalkan Aslan!” jawab Cyntia lagi tidak mau berbosa basi meski di depan media. 


“Bisa diperjelas? Bukankan sebuah kewajaran, Paul meninggalkan suami yang sudah berhianat?” 


“Paulina yang selingkuh lebih dulu, dia maling teriak maling, dia yang membuat Aslan jatuh ke Kia!” ucap Cyntia lagi 


“Kenapa kamu berani bilang ini?” 


“Kalau ada yang mau hujat Kia. Hujatlah aku! Orang yang membuat Aslan dan Kia ketemu itu aku! Kia tidak tahu apapun, aku yang mengaturnya, dan itu terjadi 7 tahun lalu! Aslan butuh Kia karena Paul yang menghianatinya, maaf saya tidak bisa cerita lebih banyak tentang ini, tapi inilah kenyataanya!” ucap Cyntia lagi dengan tegas dan jelas. 


“Kenapa tidak? Paul berani menyenggol dan menyalahkan temanku, gue juga berani dong senggol dia, gue nggak takut. Kalau emang nggak terima dan berani,gue tantangin Kak Paulina! Ayo kita ketemu dimana mau dia ketemu? Di sini boleh, gue bongkar semua bukti siapa Paul sebenarnya! Yang pasti ada atau nggak ada Kia, Aslan dan Paul tetap wajib bercerai!” jawab Cyntia lagi tanpa saringan. 


“WAJIB?” tanya Iki penuh penekanan. 


“Ya! Sebenarnya ini yang pantas jelasin Tuan Aslan dan Paul sendiri, bukan kapasitasku, tapi aku tau itu, semuaa bukti ada deh, temen- temen akan tau sendiri nanti siapa pacar Paul. Kalau temen- temen pada nggak percaya, tapi gue kan takut kena pasal menyebarkan foto yang nggak baik, intinya Paulina dan Aslan itu emang wajib cerai, rumah tangga mereka nggak sehaat. Di sini gue Cuma mau bilang, Kia nggak pernah rebut Aslan dari Paulina. Bahkan Kia selama ini pergi, menyembunyikan diri menghindari Aslan dan keluarganya, tidak pernah sama sekali Kia berniat menghancurkan rumah tangga orang. Kia membesarkan Pangeran seorang diri dengan segala cacian! Bahkan Kia menghilang dari Aslan, dan Aslan yang mencarinya setelah cerai dengaan Paulina, mereka bercerai karena memang kesalahan Paul, tidak ada isu istri simpanan atau perselingkuhan, seperti yang dituduhkan!” ucap Cyntia lagi. 


“Lalu dimana keberadaan Bu Kia sekarang?” 


“Woy jangan Bu kali, Kia tuh samaa lo mudaan lo!” jawab Cyntia ke Iki.


“Oh ya ya sory, sory, maksud gue gini, sekarang kan semua orang lagi penasaran dimana dan gimana mereka? Tapi kalau emang yang lo bilang bener mereka dimana?” 


“Seperti yang gue bilang tadi, Kia sebaik itu, segimana Paul memojokan dia, dia memilih diam, biar nanti bukti yang akan bicara! Bahkan kalau kalian taau? Kia sekarang lagi urusin anak Paulina dan Paulina sendiri nggak tahu dimana?” jawab Cyntia lagi sangat puas mengibarkan bendera perang di depan kamera itu. 

__ADS_1


“Masa?” tanya Iki. 


“Nih kalau nggak percaya!” jawab Cyntia menunjukan rekamanya. 


Tanpa seijin Kia dan Aslan dengan nekdnya Cyntia menunjukan ke khalayak ramai tentang apa yang terjadi dengan Alena. Setelah puas dan durasi cukup, karena endingnya Iki bertanya tidak sesuai materi awal, podcast diakhiri. 


Cyntia juga mengatakan tak perlu ada edit, semua share aja. Cyntia malah sengaja ingin memancing reaksi Paulina dan netizen. Iki pun menerima saran itu, hanya butuh waktu satu jam, video itu ter upload di youtube, beberapa potongan percakapanya juga tersebar di media instagram. 


Netizen kemudian dibuat antusias dan mulai muncul beberapaa kesimpulan terhadap Paulina. Beberapa lagi masih membenci Kia karena walau bagaimanapun menurut mereka Kia salah, beberapa lagi mengerti karena video Paul jalan bersama laki- laki mulai tersebar. 


Video Alena sakit dan ditolong Kia juga mulai tersebar. Yang pro Kia mendukung Kia beberapa lagi mengatai Kia pencitraan sehingga netizen ramai berperang argumen sendiri. 


Netizen pun mulai bercocok logi mencari dan menebak sosok laki- laki di foto potongan yang sudah Cyntia edit tanpa terlihat wajahnya. Foto saat Nicholas menggenggam tangan Paul di kafe, mencium puncak kepalanya. 


“Huuuuft!” Cyntia menghela nafasnya menuju ke tempat kerjanya. Cyntia merasa lega, sudah mengeluarkan unek- uneknya. 


**** 


Di Sebuah Klinik. 


Di ruang praktek dokter gigi, perempuan cantik yang berbalutkan hijab voal bercorak bunga- bunga langsung menutup ponselnya dengan meneteskan air matanya mendengarkan percakapan Cyntia dan Iki.


Dokter Maghdalena tahu betul, foto tangan laki- laki yang terpotret di unggahan Cyntia memakai cincin, cincinya adalah cincin yang sama dengan cincin pernikahan dokter Lena dan Nicholas. 


Dokter Lena ingin tetap menepis semua itu dan mempertahankan keyakinannya kalau suami dan artis papan atas itu hanya sebatas rekan kerja. Tapi kenyataanya, sampai dia berangkat kerja suaminya belum pulang. 


Dokter Lena berusaha menelponya dan menanyai bagaimana kabar teman suaminya yang kecelakaan, tapi telepon itu tidak diangkatnya. 


“Hahhhhh! Nicholas!” batin Dokter Lena menghela nafasnya kasar, meremas tanganya sendiri dan menepuk dadanya. 

__ADS_1


__ADS_2