
Detik demi detik berlalu, satu persatu peserta bintang kecil tampil. Menyajikan bakat terbaik mereka yang sudah diasah dan ditempa selama satu minggu.
Semua menikmati dengan bangga, terharu dan terhibur. Beberapa penonton bersorak hore saat jagoan mereka tampil.
Alena sudah tampil duluan duet dengan penyanyi senior hits di negara itu. Karena Alena belajar dengan giat dan penuh semangat dia tampil sangat bagus bahkan dia mendapat vote paling tinggi. Paul kemudian menyombongkan dirinya di samping Kia.
Sementara Kia tidak peduli dan lebih memilih menggeser tubuhnya mengobrol dengan Manda. Tidak lama tiba giliran Ipang. Dan seketika mata Kia membulat sempurna.
Ternyata Jeje datang sebagai penyanyi bintang tamu. Dan Ipang diberi kesempatan menyanyikan lagu Jeje berduet denganya.
Jeje di kampus memang seorang vokalis band yang berbakat dan bersinar. Sampai sekarang pun karirnya melejit. Jeje sekarang berkarir sebagai penyanyi.
“Ya Tuhan dunia apa yang aku masuki sekarang? Jadi kenapa Jeje memakai masker karena sekarang dia jadi artis. Sial kenapa dia harus berduet dengan Ipang?” batin Kia menatap getir penampilan anak dan mantan pacarnya itu.
Mantan pacar sekaligus akar dari kekacauan hidupnya dulu.
Saat tampil baik Ipang atau Jeje sesekali menatap ke Kia. Kia pun memberikan senyum menyemangati anaknya. Dan Kia mendadak merah padam saat Jeje dengan sorot mata tajam dan nakalnya menuju ke Kia.
“Cepatlah berakhir sayang, ibu tidak berharap kamu menang. Pulanglah bersama ibu Nak. Jangan dekat- dekat om brengsek itu. Dia lebih gila dari ayahmu dia bahkan bengis dan jahat” batin Kia justru mendoakan anaknya gugur malam ini.
Tidak lama penampilan mereka selesai. Juri pun mengomentari Ipang, termasuk si Jeje mengungkapkan kesan dan pesanya berduet dengan penyayi kecil menyanyikan lagu tentang keluarga. Jeje mengungkapkan kekaguman ke Ipang.
Lalu mereka pura- pura menanyakan keluarga Ipang. Dan Ipang dengan bangga menunjuk ibunya. Jeje langsung menyunggingkan senyum nakalnya saat tau Ipang anak Kia.
Jeje ingat sekali saat audisi dulu. Ipang bahkan menjadi trending topik karena dengan polosnya dia mengungkapkan tidak punya ayah.
Jeje yang nakal dan play boy, bahkan sampai Kia pergi belum berhasil mencicipi Kia menjadi tertarik dan tertantang untuk mendekati Kia lagi.
Karena Ipang sering bolos latian. Meski penampilan Ipang tetap memukai, tapi Ipang mendapat banyak kritikan dari juri. Kia dan Ipang justru bahagia saat di kritik. Kia berharap Ipang gugur.
“Anakmu memang tidak pantas ada di sini! Heh, anak sampah, kalian tidak pantas bersaing dengan anakku” ucap Paul menyindir Kia.
“Ehm. Dia bukan anak sampah, Nyonya, tolong jaga mulut Anda! Saya memang ingin segera mengajak anakku pulang, agar jauh- jauh dan terhindar dari virus jahat seperti anakmu. Anakku bisa berkarir sendiri dengan jalannya, menyesal saya mengijinkan dia ikut ajang ini” jawab Kia tidak mau kalah. Dan meninggikan harga dirinya.
“Oh iya, memang kamu punya relasi. Berkarir dimana? Sombong sekali, kalian itu rendahan berbeda dengan kami. Anaku semua agensi pasti akan mengincarnya” ejek Paul lagi.
“Sepertinya anda buta teknologi ya? Anakku bisa lebih sukses lewat you tube, masyarakat sekarang sudah jeli menilai. Anaku bisa sukses meski tanpa relasi” jawab Kia lagi.
“Hoh benarkah? Kenapa kamu mengikuti ajang ini? Kamu benar-benar munafik!”
“Tentu saja karena keinginan anaku, Anda sendiri kalau anak anak diincar banyak agensi, untuk apa mengikuti ajang ini?” balas Kia lagi.
“Tentu saja, semua orang harus tau anakku akan menjadi juara, anakku akan menjadi juara di setiap tempat” jawab Paul.
"Kita lihat saja nanti!"
“Ehm” Manda diam- diam mendengarkan perdebatan mereka. Dan ingin membela Kia tapi tempatnya tidak memungkinkan.
“Udah Kak nggak usah diladenin dia. Liat aja hasil akhir nanti siapa yang menang” bisik Manda ke Kia.
“Iya!” jawan Kia. Lalu Kia diam dan tidak meladeni Paul. Berada di dekat Paul benar-benar membuat Kia darah tinggi. Untung ada Manda.
Lalu penampilan terakhir adalah Daffa. Seperti biasa Daffa tampil dengan sifat gesreknya. Dan ngelawak, sehingga membuat penonton terhibur.
Dan penampilan semua peserta bintang kecil berakhir. Saatnya pengumuman jumlah vote dan siapa yang akan pulang. Para orang tua peserta dheg- dhegan dan harap- harap cemas dengan hasilnya.
Berbeda dengan Kia yang sangat berharap Ipang kalah. Buat Kia, berangkat ke Ibukota hanya untuk menyenangkan Ipang.
Ikut audisi semacam ini apalagi Kia terjebak di semua orang yang ada di masalalunya adalah sebuah kesalahan yang seharusnya Kia hindari.
Dan treng, di layar pengumuman keluar hasil penjurian dan voting. Daffa menempati urutan pertama melangkahi Alena, lalu di bawahnya peserta dari daerah terpencil yang memang bagus. Baru setelahnya Alena.
__ADS_1
Paul pun menelan ludahnya malu, meski 3 besar Alena kalah dari Daffa. Tapi dia tetap sombong ke Kia.
Di deretan 5 angka tidak ada Ipang. Kia mengurutkan setiap kata dengan cermat, berharap Ipang tereliminasi. Tapi sayang Ipang tetap bertahan meski diurutan kedelapan.
“Hhhh” Kia menghela nafasnya sedih karena itu berarti dia pulang sendiri.
“Semangat Sayangku” ucap Paul dan Manda melambaikan tangan ke kedua anaknya.
Acara pun selesai. Siaran langsung di televisi di tutup. Lalu para orang tua diberi kesempatan menemui anaknya masing- masing.
Kia pun segera menghampiri Ipang, memeluknya dan melampiaskan kerinduanya. Begitu juga Paul dan Manda.
“Ibu sedih ya, karena Ipang nggak juara?” tanya Ipang dipelukan Kia.
“Tidak Nak, ibu malah tidak sabar, menunggu Sayangya ibu pulang, Ipang juara di hati ibu” jawab Kia.
“Ayah juga bilang begitu. Ipang akan pulang kalau ayah yang jemput” ucap Ipang kembali membahas ayahnya.
Seketika Kia langsung memucat. Anaknya benar- benar sekarang sangat mengidolakan dan butuh ayahnya. Sepertinya Kia memang tidak boleh bermusuhan dengan Aslan.
“Iya Sayang” jawab Kia tidak mau membuat anaknya sedih.
“Apa ibu marahan lagi sama ayah?” tanya Ipang lagi.
“Huh marahan? Apa maksudmu?”
“Ayah bilang ke Ipang kalau ayah mau pergi, Ipang sedih, tolong Bu jangan buat ayah pergi” tutur Ipang pelan.
“Ayah bilang begitu? Kapan?” tanya Kia kaget. Apa maksudnya Aslan pergi, pergi kemana?
“Tadi pagi ayah ke sini” cerita Ipang .
“Ibu, berjanji akan berbaikan dan tidak marah lagi pada ayahmu” ucap Kia lagi.
“Benarkah?” tanya Ipang girang.
Kia mengangguk dan mereka berpelukan.
Lalu Manda dan Daffa menghampiri mereka.
“Hai Aunty” sapa Daffa ke Kia.
“Hai Juara” jawab Kia menoleh ke Manda dan Daffa dan melepaskan pelukanya dengan Ipang.
“Aunty jangan bawa Ipang kabur lagi ya!”ucap Daffa polos membuat Kia malu.
Mau bagaimanapun tindakan Kia memang tidak mencerminkan sikap dewasa. Membawa anaknya kabur dari karantina karena masalah pribadi.
“Iya” jawab Kia tersenyum.
Lalu anak- anak kembali berkumpul dan kembali ke karantina. Manda menawarkan mengantar Kia, tapi Kia menolak. Hingga akhirnya mereka berpisah.
Kia berjalan sendirian ingin segera pulang. Saat di pintu masuk, Paul menghampiri Kia, mencengkeram Kia, dan menghadang langkah Kia.
“Lepas tanganku, atau aku berteriak!” ucap Kia sangat sebal dari tadi langkahnya direcoki oramg terus.
“Aku hanya ingatkan kamu, bukankah kau bilang, kau tidak mengenal suamiku, kau benar- benar munafik, dan sekarang kau datang mengacaukan rumah tanggaku. Pergi dari suamiku atau aku akan memberimu pelajaran” ancam Paul dengan tatapan benci.
“Aku memang tidak sempat mengenali suamimu. Kau tanya saja apa yang dia lakukan 7 tahun lalu. aku tidak pernah merusah rumah tanggamu. Harusnya kau tegur dan urus sendiri suamimu! Kasian sekali istri sepertimu tidak bisa menjaga suami! Kau tenang saja aku tidak akan merebutnya! Minggir saya mau pulang” jawab Kia tegas dan menghempaskan Paul.
Tidak ingin membuat keributan dan mencoreng namanya Paul melepaskan Kia..
__ADS_1
Sementara Kia berlenggang pergi dengan berbagai pikiranya. Kia benar kan dengan kata-katanya. Kia kan memang awalnya tidak mengenal Asan.
Meski dalam hati Kia jadi ragu akan pilihanya berniat berbaikan dengan Aslan dan menerima kebaikanya, tapi kan Kia memang benar, tidak pernah menggoda Aslan dan berniat merusak rumah tangganya.
“Tapi aku sudah berciuman dan mempunyai anak denganya benarkah aku pelakor? Ah kenapa aku jadi bingung begini?” batin Kia lagi sambil berjalan keluar dan menggelengkan kepalanya sendiri.
"Ah terserahlah! Aku kan tidak tahu apa-apa"
Kia berjalan menuju ke halte. Dan berniat naik bus malam. Kia berjalab sendirian.
Saat Kia berjalan melewati parkiran, laki-laki bermasker itu kembali mendekati Kia. Kia tersentak karena tiba-tiba laki-laki itu di depanya.
“Hai” sapa Jeje dengan senyum nakalnya.
“Kau!” pekik Kia ketus dan mengalihkan pandangan ke sekitar.
Rupanya mobil- mobil penonton sudah meninggalkan tempat depan studio mulai sepi, dan jam menunjukan pukul sepuluh malam. Kia menelan salivanya dheg-dhegan.
“Jadi dia anakmu? Kalau dihitung- hitung usianya tepat dengan waktu kau meninggalkan kampus” tanya Jeja mendekatkan tubuhnya ke Kia.
“Jangan halangi jalanku!” sentak Kia menatap Jeje dengan benci.
“Siapa ayahnya?” tanya Jeje lagi.
“Itu bukan urusanmu”
“Kau menolak tidur denganku, dan kau tidur dengan orang lain sampai kau punya anak, siapa kamu sebenarnya Kia? Siapa laki-laki yang berhasil tidur denganmu?" tanya Jeje lagi.
“Aku bilang minggir dan enyah dari pandanganku”
“Ayolah Kia, anakmu butuh ayah, kau masih sendiri kan?” tanya Jeje lagi.
Semakin geram dengan Jeje, Kia berusaha berjalan mendahului Jeje dan ingin segera mendapatkan taksi.
Tapi Jeje menyeret tangan Kia, dan menariknya. Hingga Kia dalam genggaman Jeje.
“Apa maumu? Lepas!” ucap Kia berusaha menghindar.
“Masuklah ke mobilku, ikut aku, aku akan mengantarmu” bisik Jeje memaksa.
“Tidak sudi!” jawab Kia berusaha melepaskan tanganya.
“Malam ini kau harus ikut aku”
“Aku akan berteriak, kalau kau begini!”
“Teriaklah!” ucap Jeje tersenyum.
“Tolong” teriak Kia, tapi tangan Jeje membekap mulut Kia.
"Jalanan sudah sepi Kia. Kau masih mencintaiku kan?" bisik Jeje lagi.
Kia terus memberontak tapi Kia kalah tenaga. Jeje menarik Kia agar mendekat ke mobilnya.
Tapi tiba- tiba datang laki- laki dengan hoody hitam, meraih bahu Jeje dan menariknya dengan kuat. Tangan Jeje terlepas dari peganganya ke Kia, Jeje menoleh dan,
“Bug!” sebuah bogeman mendarat ke pipi Jeje.
"Kurang ajar!" sentak laki-laki itu.
Kia tertegun melihat pertolongan dari laki- laki itu.
__ADS_1