Si Gadis Dingin

Si Gadis Dingin
Gosip di Sekolah


__ADS_3

Keesokan harinya di sekolah, Satria harus menghadapi berbagai macam pertanyaan dari Melisa karena ia tak menanggapi telepon dan pesan dari Melisa.


"Aku udah tidur Mel dari sore," cuma itu jawaban yang bisa Satria katakan. Akhir-akhir ini Satria mulai sering berbohong pada Melisa.


"Kamu bener kemaren ketemu sama om Steve?" Akhirnya Melisa mulai menanyakan pertanyaan yang dihindari Satria.


"Iya, kamu tau dari mana?" Satria menatap Melisa dengan khawatir.


"Ya dari om Steve lah," jawab Melisa.


"Om Steve bilang apa lagi?" Dengan perasaan was-was Satria bertanya pada Melisa.


"Om bilang selamat karena ibuku sudah merestui hubungan kita," jawab Melisa.


"Cuma itu?" Satria tak percaya jika Steve hanya mengatakan itu.


Melisa mengangguk, baginya hanya itu pertanyaan yang tidak ia mengerti. Mengenai dimana mereka bertemu, Melisa percaya kata-kata Steve yang mengatakan dirinya bertemu dengan Satria di rumah Satria.


Satria bisa merasa sedikit lega, ternyata Steve benar tak mengatakan apapun. Satria jadi memiliki kesempatan untuk mengatakan lebih dulu pada Melisa.


Tapi Satria tak tau harus mulai mengatakannya dari mana. Di tengah kebingungannya itu, guru yang mengajar mereka sudah datang. Satria memutuskan untuk memberi tahunya nanti saja ketika jam pulang sekolah.


Dan rahasia ini terus tersimpan hingga mereka selesai ujian tengah semester.


Melisa mulai terbiasa dengan kesibukan Satria, ia pun hanya mengandalkan Dion untuk mengantar jemputnya sekarang. Melisa tak lagi menggunakan mobilnya, ia hanya membiarkan mobil itu terparkir di rumahnya. Satria juga sudah sama sekali tak pernah mengantar atau menjemput Melisa saat sekolah.


Bahkan saat jam istirahat, tempat yang akan dikunjungi Satria hanyalah perpustakaan. Melisa juga tak pernah lagi menyelidiki kemana Satria pergi sepulang sekolah, ia sengaja meminta Dion untuk mengantarnya pulang ke rumah agar Satria bisa mengantar Mia pulang.


Dan gosip yang beredar di sekolah saat ini adalah Melisa yang sudah jadi pacar Dion, walaupun kenyataannya tidak. Tapi Dion tak mau mengakui jika ia dan Melisa hanya berteman, ia membiarkan bahkan merasa senang dengan gosip itu.


Sedangkan gosip yang beredar di kalangan guru-guru adalah kedekatan Satria dengan bu Natasya yang merupakan pemilik yayasan. Seorang guru ada yang pernah melihat saat Natasya memeluk Satria di motornya tempo hari. Guru itu sangat yakin ada hubungan antara Satria dan Natasya. Terlebih melihat kedekatan Satria dan Melisa saat ini yang mulai menjauh.

__ADS_1


Gosip itu kini perlahan mulai menjadi santapan para siswa juga. Gosip yang mengatakan Satria adalah simpanan bu Natasya.


"Tau gak? Kasian loh temen gue, ada yang putus dari pacarnya karena pacarnya lebih milih ibunya dari pada dia?" Sindir Stella saat mereka sedang berada di kantin.


"Ibunya siapa? Si cowok apa si cewek?" Tanya teman lainnya yang duduk di sebrang Stella.


"Ibunya si cewek lah, mungkin ibunya lebih hot dibanding dia," Stella bicara sambil melirik Melisa.


Melisa yang mendengar semua itu hanya terdiam. Ia tak tau jika yang dimaksud Stella itu adalah dirinya.


Dion yang sudah paham maksud dari Stella meminta Stella untuk menutup mulutnya dengan memberi kode menempelkan jari telunjuknya di depan bibir Dion. Namun Stella tak mengindahkannya, ia malah makin semangat karena ia tau Melisa pasti belum tau tentang gosip itu.


"Kenapa? Harusnya elu seneng dong Dion, kalau itu cowok lebih milih anaknya, elu ga mungkin bisa jadian sama dia sekarang," cibir Stella.


Mendengar itu, Melisa mengernyitkan dahinya. Ia menatap tajam pada Stella.


"Apa lu liat-liat?" Stella malah menantang Melisa. Dari dulu ia memang sudah benci dengan Melisa. Jika Melisa terjatuh, maka ialah orang pertama yang akan tertawa bahagia karenanya.


Melisa tak menjawab, karena ia sendiri masih memikirkan perkataan Stella.


Melisa menatap heran, dia menoleh ke arah Dion. "Apa ini?" itulah kira-kira maksud dari tatapan Melisa.


Dion hanya menggelengkan kepalanya, ia tak mau menjawab pertanyaan dari tatapan Melisa itu.


Melisa kembali menatap Stella.


"Kenapa malah berlaga bego begitu? Kasian ya kamu Mel, ditinggal Satria karena ibu kamu lebih menggoda dari elu," ucap Stella dengan gaya mengejek.


"Maksud kamu apa? Satria dan ibuku kenapa?" Melisa akhirnya bertanya karena benar-benar tak mengerti maksud Stella.


Stella menatap licik pada Melisa. "Jadi elu belum tau?" Stella tertawa melihat wajah Melisa yang kebingungan.

__ADS_1


"Kamu tau sesuatu Dion?" Tanya Melisa menatap tajam pada Dion.


"Itu cuma gosip Mel, ga mungkin Satria kaya begitu," Dion akhirnya menjawab.


"Gosip apa?" Melisa semakin memojokkan Dion.


"Ya ampun, jadi elu beneran ga tau? Kasian banget, gila sih hebat banget Satria. Bisa rapih bener mainnya sampe Melisa ga tau," Stella masih dengan nada mengejek.


"Dion," Melisa melotot ke arah Dion. Memintanya menjelaskan gosip apa yang dimaksud.


Dion yang dipelototi oleh Melisa balik menatap tajam pada Stella, karena gadis itu kini ia harus menjelaskan pada Melisa.


Dion sebenarnya sudah mendengar gosip itu, namun ia tak mau mengatakan pada Melisa karena merasa ini semua hanya gosip belaka. Satria tak mungkin seperti itu, mungkin karena Satria pernah dipanggil oleh Natasya membuat orang-orang salah paham dan mengaitkan hubungan Melisa dan Satria yang menjauh dengan hal itu.


Orang-orang sembarang mengambil kesimpulan jika Satria memiliki hubungan khusus dengan Satria hingga dirinya dipanggil. Padahal sudah jelas saat itu Satria diminta untuk menjauhi Melisa. Dan memang yang kedua kali, Natasya meminta Satria untuk membuat Melisa kembali pada ibunya. Dion sendiri juga tak tau apa yang sebenarnya terjadi antara Satria dan Natasya.


"Dion..." Melisa kembali memanggil Dion karena laki-laki itu tak kunjung memberi jawaban yang ia minta.


Dion menghela nafas panjang.


"Mel, aku kasih tau ke kamu ya ini cuma gosip," Dion mewanti-wanti Melisa terlebih dahulu sebelum ia mengatakan mengenai gosip itu.


"Gosip apa itu?" Melisa terlihat tak sabar.


"Ibumu dan Satria punya hubungan spesial. Kau tau kan kenyataannya tak seperti itu," Dion berhenti sejenak. Ia melihat ekspresi Melisa yang tetap datar.


"Apa mereka masih suka bertemu?" Tanya Melisa.


"Aku tidak tau Mel, terakhir kali bukannya waktu kita ikuti dia ke..." Dion menahan ucapannya. Ia tak sanggup meneruskan karena ada banyak pasang mata yang mengamati mereka di sana.


Melisa mengangguk, ia paham kenapa Dion tak melanjutkan ucapannya. Ia berpikir ini semua karena salahnya, seandainya ia segera menuruti perkataan Satria untuk memaafkan ibunya, semua ini pasti tak akan terjadi.

__ADS_1


Satria juga tak harus menemui ibunya lagi karena misinya sudah selesai. Ada sedikit rasa sesal di hatinya. Melisa beranjak pergi keluar dari kantin, diikuti Dion dibelakangnya.


Sementara itu, beberapa orang yang mendengar ucapan Dion terhenti menyimpulkan masing-masing kemana Satria waktu itu. Sudah pasti suatu tempat yang tak biasa, hingga Dion tak sanggup mengatakannya di depan umum.


__ADS_2