Si Gadis Dingin

Si Gadis Dingin
Bab 23


__ADS_3

Azkar berjalan menuju ke ruang Athala, saat akan menyeberang tiba-tiba,


Tiiin-tiiin-tiiin BRAK!!


Azkar tergeletak di tengah jalan, padahal jalanan sepi kenapa ada mobil disini, darah merah segar mengalir di jalanan. Athala yang berada didalam rumah terkejut mendengar suara keras dari luar rumah, dia lalu keluar dan melihat Azkar tergeletak penuh darah,


"KAK MARTIN!!" Athala berlari dan menghampiri Azkar, Edward yang berada didalam kamar langsung keluar mendengar teriakan Athala.


Semua keluarga Martin keluar karena mendengar suara bising diluar rumah mereka, Anna merasa perasaannya tidak enak, begitu mereka keluar mereka meliaht Athala yang memeluk Azkar yang penuh dengan darah,


"Azkar!" Anna merasa pusing, lalu dia pingsan.


Azkar langsung dilarikan kerumah sakit, semua perawat langsung membawanya keruang UGD, Athala menangis di pelukan Edward,


"Atta tenanglah, Azkar akan baik-baik saja!" Edward mencoba menenangkan Athala,


"tapi...darah..nya..banyak...banget" Athala berbicara sambil terisak-isak,


Indra dan Riko juga datang kerumah sakit, mereka lalu melihat Athala yang sedang dipeluk oleh Edward, lalu menghampirinya,


"bagaimana keadaaan Azkar?" tanya Indra,


"apa parah?" Riko mengerutkan keningnya,


"Sstt!" Edward mengisyaratkan agar mereka berdua diam, lalu menunjuk Athala,


Riko melihat Anna yang sedang duduk sambil terisak-isak,

__ADS_1


"Tante Anna, Azkar akan baik-baik saja" Riko menemukan Anna, dia berbicara dengan lembut dan tersenyum,


"nggak biasa dia bicara lembut gitu, biasanya dia bicara sambil teriak-teriak!" bisik Indra paa Edward,


Edward hanya tersenyum, dia lalu duduk sambil memeluk Athala yang tertidur, Athala duduk di pahanya,


"apa Azkar nggak cemburu? liat kamu seperti ini dengan Athala?" tanya Indra,


"ya nggaklah, dulu waktu mereka kecil juga sering begini, Athala jadi boneka kami waktu tidur" Edward tertawa kecil,


"iri ya dengan kalian, aku nggak pernah seakrab itu denagn adikku"


"adikmu, oh Amel ya? dia manis banget tau" Edward tersenyum,


Dokter keluar dari ruangan Azkar, dia lalu langsung menghampiri keluarga besar Martin,


"memangnya kenapa dok?" tanya Reno,


"Azkar sudah bangun, tapi yang ia cari adalah orang yang bernama Athala" jelas dokter itu,


Athala yang tidur di pelukan Edward langsung terbangun ketika mendengar Azkar sudah bangun,


"aku Athala!" kata Athala sambil berlari menghampiri dokter itu,


"oh jadi Anda, silakan masuk" Athala masuk, dia melihat Azkar tersenyum lemah padanya,


"hey, kak? aku disini" Athala mengenggam tangan Azkar,

__ADS_1


"hey, gadis dingin ku" Azkar melepaskan genggaman Athala dan meraih pipinya,


"sekarang sepikan, boleh nggak aku cium kamu?" Azkar tersenyum mesum,


"masih sakit gini, kok mikirin ciuman yang tertunda!" Athala menempis tangan Azkar,


"hehehe!" Azkar tertawa melihat Athala salah tingkah seperti itu,


"aku mau keluar!" Athala sebal melihat tingkat Azkar, ketika Athala beranjak untuk pergi Azkar meraih tangannya dan langsung mencium Athala yang jatuh di dadanya, saat itu Anna masuk dengan Reno, mereka terkejut melihat pemandangan itu, Athala yang menyadari seseorang datang langsung berdiri dan menjauh dari Azkar.


"teryata ini tingkah kalian selama ini" Reno berbicara dengan nada dinginnya,


"kenapa kalian masuk, padahal aku sudah bilang cuma Athala yang boleh masuk!" Azkar kesal melihat ayahnya itu,


"Azkar, ibu sangat ingin melihat kamu, kenapa kamu malah bicara seperti itu?" Anna mendekati Azkar dan memeluknya, Azkar hanya diam tidak membalas,


"lepasin aku!" Azkar mendorong ibunya itu,


"ibu saja tidak pernah membela saat tuan Martin memarahiku!" teriak Azkar, tiba-tiba Azkar memegang dadanya, terlihat sekali kalau Azkar kesakitan,


"Athala panggil dokter!" perintah Azkar, Athala lalu berlari keluar dan memanggil dokter, semua orang yang berada di ruangan Azkar langsung disuruh keluar, Azkar lalu segera diperiksa oleh dokter itu.


Setengah jam kemudian dokter keluar,


"tuan muda Martin, sepertinya mengalami gangguan dengan jantungnya, jadi dia tidak boleh merasa tertekan sedikitpun" jelas dokter itu, semua yang ada disana terkejut mendengar penjelasan dokter.


Selamat membaca 📖 Semoga pembaca senang 😊

__ADS_1


Jangan lupa like 👍 favorit ❤ dan komentar 👄


__ADS_2