
Enam tahun kamudian
drab drab drab ( suara orang berlari)
Anak laki-laki itu berlari dengan sangat cepat menghindari orang-orang yang mengejarnya,
"menyebalkan sekali!" seru anak itu sambil terus berlari, tak jauh dari yang dilihatnya ada sekelompok laki-laki dewasa disana, mungkin mereka bisa membantunya,
"paman tolong aku!"
Azkar menoleh melihat anak yang memanggilnya, tiga orang lelaki disampingnya juga menoleh,
"paman orang-orang itu mau menculikku, tolong selamatkan aku!" Aanak laki-laki itu memeluk kaki Azkar, Azkar hanya diam lalu langsung menggendongnya, anak itu memeluk erat leher Azkar, preman-preman itu tidak menyadari bahwa anak yang mereka cari terlewat karena mereka hanya fokus kedepan tanpa menoleh kesamping.
Di sebuah cafe,
"siapa kau nak?" tanya Azkar, anak laki-laki itu menoleh menatap Azkar sambil memakan makanannya,
"aku Rava, anak perkependudukan Amerika, mereka menculikku dan membawaku kemari" katanya sambil terus memakan makanannya,
"jika kau warga Amerika kenapa kau bisa bahasa Indonesia dengan lan?" tanya Edward,
"soalnya mommy yang ajarin" Rava berdiri dan beranjak pergi,
"mau kemana kau?" Azkar menarik tangannya, Raa hanya menatapnya datar,
__ADS_1
"ponselku hilang, nggak punya uang, tinggal kartu kredit di celanaku ini" Raa mengeluarkan kartu kredit dari saku celananya,
"untuk apa kartu itu"
"ambil uang, beruntung aja kalau ada isinya"
"ikutlah pulang deganku" kata Azkar,
"oh iya dari tadi ada hal yang terus menggangguku" kata Riko sambil berjalan mendekati Azkar,
"apa?" tanya Azkar datar,
"anak ini kalau diperhatikan sangat mirip denganmu ya" Riko tersenyum lembut,
"mirip dari mananya, justru paman pirang ini yang sangat menggangguku, kau dilihat-lihat sedikit mirip dengan ibuku" Rava berjalan mendekati Azkar, dan mentapanya dengan seksama,
"memang benar sih paman sedikit mirip denganku" Rava membalikan badannya dan meraih ponsel Azkar yang ada di meja,
"paman aku pinjam ponselmu buat telpon seseorang" Rava langsung menghidupkan ponsel Azkar lalu membuka kontak dan menelpon seseorang,
"halo?"
"ADIIIK!" Rava reflek menjauhkan ponsel itu dari telinganya, semua orang disana juga sama terkejutnya mendengan teriakan dari ponsel itu,
"nggak usah teriak-teriak napa?"
__ADS_1
"aku cariin kamu, kemana aja kamu selama ini, mommy berusaha juga cari kamu tapi nggak ketemu- ketemu"
"aku di negara Indonesia, kamu buruan jemput aku kesini, ponselku hilang dan aku nggak punya uang juga"
"siap adik kecilku" terdenan suara tawa dari ponsel itu,
"kamu cuma lima menit lebih tua dariku, nggak usah kayak gitu, bye Reva" Rava langsung menutup telponnya tanpa mendengarkan dulu balasan Reva,
"siapa itu, saudaramu?" tanya Edward heran, Rava tidak menjawabnya, dia melihat wallpaper ponsel Azkar yang bergambar foto seorang wanita,
"emm, paman apa dia kekasihmu?" tanya Rava sambil menghadapkan ponselnya pada Azkar,
"oh dulunya iya, sekarang entah dia ada dimana" Azkar meraih ponselnya dari Rava,
"kalau paman bertemu dengannya lagi, apa yang akan paman lakukan pertama kali?"
"meminta maaf, karena aku sudah seenaknya" Azkar menundukkan kepalanya,
"benarkah?" Rava tersenyum lembut pada Azkar, duanya terkejut melihat Rava tersenyum,
"kamu bisa senyum juga ternyata" Edward mengacak lembut rambut Rava,
"oh iya aku juga lupa, nama paman-paman ini siapa ya?" ucap Rava sambil tersenyum lagi.
Selamat membaca📖, maaf kalau Author lama nggak Up🙏, soalnya lagi nggak ada inspirasi😁😁
__ADS_1