
“apa maksudmu?”
“bukan apa-apa” Azkar menatap Athala lalu tersenyum,
“apa yang kalian bicarakan?” Riko menatap Azkar dan Athala yang saling bertatapan,
“jangan salah faham, tidak ada hal penting yang kami bicarakan!” Athala
memuang mukanya,
“Atta, anak-anakmu pasti menginginkan keluarga yang lengkap” Athala hanya
diam dan tidak mendengarkan omongan Edward sama sekali,
“mom” Reva erlari menghampiri Athala, Athala menoleh kearah sumber suara itu,
“Ava erkelahi dengan kak Os!” semua langsung terkejut mendengar omongan Reva,
“Ev, kau nggak sedang bercnda kan?”
“Ev serius!” tak lama Reyhan juga datang,
“uwaaa, Ava berkelahi dengan kak Os!” Reyhan langsung memeluk Riko dan menangis,
“lali diamana Jun?” tanya Indra panic,
“dia hanya menonton saja, sama sekali tidak bergerak dari tempatnya duduk” kata Reva dengan nada kesal, semua orang pun langsung menuju ke halaman belakang, dilihatnya malah Elios yang terluka parah, sedang Rava hanya sedikit terluka,
“kalian hentikan!” bentak Azkar, Elios dan Rava menoleh bersamaan, Riko langsung turun tangan melerai dua anak itu,
“kenapa kau berkelahi?” Athala menatap Horor Rava, Rava hanya diam tidak menjawab,
“Elios, bicara!” Edward menarik tangan Elios,
__ADS_1
“mereka tadi berdeat, aku nggak terlalu denger apa yang mereka omongin, yang jelas bilang mom dan ayah gitu!” Arjun menjelaskannya secara santai,
“masak cuma itu yang kamu tau?” Indra menatap putranya itu,
“iya, cuma itu!”
“Rava bicaralah!”
“malas, lagian yang tadi itu Cuma kecelakaan kok!” Rava memuang mukanya dari Athala,
“tapi kok Elios sampai babak belur gitu, kamu pasti serius kan tadi?”
“iya, aku seriusin dia, emang nggak boleh? Aku juga nggak peduli dia kakak sepupuku atau apa, yang jelas dia sangat menjengkelkan!” ucap Rava kesal,
“mom latih kamu erkelahi ukan untuk ini, tapi…”
“nggak usah diterusin, aku nggak peduli, lagian hidup mom aja kacau, masih ngurusin hidup aku segala!”
PLAK!!
“benar kan? Mom aja nggak pernah marahin Reva tapi Rava? Mom nggak adil!” Rava pergi begitu saja,
“lebih baik mom biarin aku mati saja waktu itu!” tatapan mata Rava kosong saat mengucapkan itu,
“Rava pernah hampir mati?” tanya Azkar,
“hm” Athala hanya berdehem,
Flashback
“jika kau mendekat, aku akan membunuh
anak ini!” orang gila itu mengarahkan pisau kearah leher Rava, Rava hanya diam saja dan menatap Athala datar,
__ADS_1
“mom nggak selamatin adik?” Reva
menatap Athala,
“tenang aja, liat ini!” Athala
langsung berlari,
“hey, jangan mendekat!” teriak polisi
yang ada disana, Athala lalu melompat dan menendang orang gila itu pas dikepalanya dan langsung menangkap Rava sebelum terjatuh,
“wah, mom keren sekali!” Reva berlari kecil menghampiri Athala, Athala menurunkan Rava dan langsung menyambut Reva dengan pelukannya,
‘mom tidak menyayangiku?’ batin Rava dengan muka datarnya.
Flashback end
___________________________
Rava diam duduk di pingir tempat tidurnya, tidak ada yang dia pikikan untuk saat ini, sama sekali tidak ada, sampai pintu itu terbuka,
“boleh aku masuk?” Azkar memperlihatkan kepalanya saja dari alik pintu,
“hm” balas Rava,
“apa yang sebenarnya? Katakana padaku, hanya aku yang ada disini” ucap Azkar mengelus rambut Rava,
“jika aku bilang pada dad, apa dad akan mempercayaiku?”
“tentu”
Happy Reading 📖
__ADS_1
Don’t forget to like 👍 and comment 👄