Si Gadis Dingin

Si Gadis Dingin
Bab 24


__ADS_3

Semua orang terkejut mendengar penjelasan dari dokter, Athala langsung lari ke dalam ruangan Azkar, tidak ada yang sempat mencegahnya,


"kak Martin?" Athala mendekati Azkar yang masih tertidur, Athala mengenggam erat tangan Azkar,


"pokonya kakak harus sembuh, apa pun yang terjadi!" Athala mengeluarkan ponselnya dan menelpon papanya,


"hello papa?"


"hey my princess, why you call me?" sahut August,


"can you help me?"


"of course, what can I hepl you with?"


"Prepare the best hospital for Azkar, I'll leave the day after tomorrow!"


"Ok, my princess"


"thanks dad!" Athala tersenyum senang, doa akan membawa Azkar ke Jerman dan Azkar akan sembuh.


Athala keluar dari ruangan Azkar, membiarkan Azkar sendirian agar bisa istirahat dengan tenang,


"temuilah Azkar sekarang, karena lusa aku akan membawanya ke Jerman!" Athala berjalan melalui keluarga Azkar dan menuju ke tempat kakaknya duduk,


"Athala, kau sungguh-sungguh akan membawa Azkar ke Jerman?" tanya Riko,


"tentu saja, aku akan membawanya ke sana agar bisa ditangani denagn baik!" ucap Athala santai,


"you are my best sister!" Edward memeluk Athala,


"kau tidak usah ikut!" Athala menatap Edward dingin,

__ADS_1


"hah?" Edward langsung terbengong mendengar ucapan Athala,


"soalnya kalau kau ikut kesana, bawanya balik kesini itu susah, ya mendingan kamu nggak usah ikut!" Athala mengabaikan kakaknya itu,


"hahahaha!" Riko dan Indra menertawakan Edward yang seperti orang bodoh itu, sama sekali tidak bisa melawan adik kecilnya.


Lusanya Azkar dan Athala berangkat ke bandara, mereka di antar oleh Edward, Riko dan Indra serta ayah dan ibu Azkar,


"kamu jaga baik-baik Azkar ya" Anna memeluk Athala,


"tentu saja Tante!" sahut Athala,


"Athala aku bakal kangen sama kamu!" Riko memeluk Athala tanpa aba-aba,


"huh, sama sekali tidak ada yang peduli padaku!" Azkar cemberut melihat hanya Athala yang diperhatikan,


"hahaha, kamu cemburu karena dicuekin, sama aku juga!" Edward langsung merangkul Azkar,


"I will miss you so much" Riko memeluk Azkar dengan erat, Athala kesal liatnya langsung memukul tiga laki-laki yang memeluk Azkar,


"dia kak Martinku, hanya aku yang boleh peluk!" Athala memasang tampang sebalnya pada mereka, Azkar lalu memeluk Athala,


Perhatian pesawat R-3 akan lempas landas tiga menit, dimohon penumpang segera melakukan chek-in


"oh, sepertinya kita harus segera pergi, bye-bye" seru Azkar, dia lalu menarik Athala supaya berjalan lebih cepat,


Ibu Azkar mencoba untuk tidak menangis, tapi akhirnya dia tetap menangis,


"tak perlu menangisi anak kurang ajar seperti dia!" ucap Reno acuh tak acuh,


"biarpun begitu kau tetap menyayanginya, laki-laki itu memang memiliki harga diri yang tinggi!" Anna tersenyum pada Reno, Reno langsung memalingkan mukanya dan diam-diam tersenyum.

__ADS_1


——————————————————


Tiga bulan kemudian, Jerman.


"kak Martin cepetan, papa udah nungguin itu!" teriak Athala sebal, Azkar hanya berjalan ogah-ogahan,


"ih cpetan!" Athala langsung menarik tangan Azkar,


"aku malas Atta, kamu aja yang pergi ke sekolah!" Azkar kembali duduk lagi,


Karena geram Athala memukul kepala Azkar,


"aduh, sakit tauk!"


"kakak kan sekarang sudah sembuh, karena itu agar tetap pintar harus sekoalh sekarang!"


"nggak mau ah!" Azkar menghidupkan TV nya,


"ya udah terserah kakak, kakak bakal sendirian lo dirumah, soalnya papa juga pergi kerja" Athala meninggalkan Azkar sendirian dirumahnya.


Setelah pengobatan Azkar berhasil, dia dan Athala memutuskan untuk menetap sementara diJeman sekalian sekolah juga, tapi entah kenapa baru sebulan sekoalh Azkar udah males banget.


Azkar berjalan menuju ke balkon rumah, dia lalu menatap langit,


"aku ingin sekali mendengar celotehan Riko yang tidak berguna itu" Azkar lalu duduk di sana.


Selamat membaca 📖


Maaf jika ada kesalahan dan kekurangan 😩


Jangan lupa like 👍 favorit ❤ dan komentar 👄

__ADS_1


__ADS_2