
Rava terdiam dengan pertanyaan Elios, sebenarnya dia juga bingung dengan dirinya sendiri kadang meskipun dia tertawa tapi dia sama sekali tidak merasakan apapun dan seakan hatinya kosong,
PUK!!
"pertanyaan macam apa itu, kau membuat adikku tersinggung!" Reva memukul kepala Elios,
"hey jangan memukul kepala, itu bikin orang jadi bodoh lo" kata Azkar pada Reva, Reva langsung menatap Azkar,
"benarkah, dad nggak berbohong kan?" Azkar hanya tersenyum,
"Eli maafkan aku, aku nggak bermaksud begitu" Reva langsung menarik tangan Elios dan meminta maaf,
"apa kau bodoh, hal seperti itu tidak berpengaruh" Rava duduk dan meraih ponselnya,
"dad, bohongin aku?" Reva langsung mendekati Rava, Rava hanya menatapnya saja,
"kamu jangan terlalu pendiam seperti itu dong, kesannya aku jadi seperti bicara dengan tembok!" Reva cemberut,
Azkar hanya tersenyum melihat tingkah dua anak itu,
"hey, dimana Atta?"
"dia pergi pagi-pagi sekali, lalu dia bilang nitipin dua anak ini"
"dia nggak pamit?"
"nggak, dia cuma ninggalin surat"
__ADS_1
"sama sekali tidak berubah, aku ingin kembali di masa-masa itu" Edward tersenyum,
Athala kecil berumur lima tahun berlari menghampiri kakaknya Edward,
"kakak lihat, siapa anak itu?" Athala menunjuk Azkar yang berkunjung kerumahnya bersama kedua orang tuanya,
"dia anak paman Reno, namanya Azkar Martin" jawab Edward, Athala langsung menghampiri Azkar,
"Hallo kakak Martin, namaku Atta" Athala tersenyum manis pada Azkar,
"oh, hallo Atta" Azkar juga ikut tersenyum senang.
Azkar tersenyum mengingat pertemuan pertamanya dengan Athala saat dia masih berumur enam tahun,
"dad, kami lapar" Reva dan Rava menghampiri Azkar sambil memegangi perut mereka dan Elios berdiri di belakangnya,
"sebenarnya anakmu itu punya tiruan sifat dari siapa sih?" Azkar tersenyum,
"hahaha, entahlah"
——————————————————
Athala diam di depan makam ibu tirinya itu, hampir sebelas tahun dia tidak ke makam ibunya ini,
"ibu, apa kabar? sekarang Atta sudah punya dua anak yang sangat manis, kapan-kapan Atta akan ajak mereka kesini" Athala menyentuh nisan ibunya dan menangis diam-diam.
Athala lalu berdiri dan mengusap air matanya, ia lalu mengendarai mobilnya menuju ke rumah Azkar,
__ADS_1
"wah, mommy pulang!" Reva langsung berlari memeluk Athala yang baru keluar dari mobil,
"kenapa kau selalu menyebut mom dengan seperti itu, Rava saja selalu diam gitu"
"karena aku memang nggak peduli, kurang kerjaan sekali" Rava berjalan masuk ke dalam rumah,
"anak itu" bisik Athala, Athala dan Reva lalu menyusul Rava masuk,
"Ava, ayo kita main!" kata Reva sambil langsung mengandeng Rava,
Saat Reva dan Rava sedang bermain di ruang tengah, pintu depan terbuka dan memunculkan Riko dan anaknya Reyhan,
"paman Riko, sedang cari Daddy ya?" tanya Rava,
"maaf, paman tidak punya banyak waktu, bilang pada Daddymu kalau aku titip Rey disini ya?" Riko lalu pergi dengan terburu-buru, meninggalkan Reyhan dengan Rava dan Reva,
"ayahmu kenapa?" tanya Reva,
"ayah seorang tentara dan dia sedang ada tugas di luar kota sekarang" Reyhan menundukkan kepalanya, padahal ayahnya baru seminggu di rumah sudah pergi lagi,
"lho, Rey nginap di sini lagi, Riko sudah berangkat ya?" Azkar langsung mengendong Reyhan yang mulai berkaca-kaca,
"emang ibunya Rey ada dimana?" tanya Reva tanpa maksud apapun,
"ibu Rey sudah meninggal saat melahirkan Rey" jelas Azkar,
"Rey, maafkan aku, aku tidak tahu"
__ADS_1
"nggak pa-pa kok" Reyhan tersenyum lembut pada Reva.