
Azkar melotot tajam pada semua cewek itu, dia lalu berjalan menghampiri Athala,
"Atta kamu nggak pa-pa?" Athala hanya diam dia tidak menjawab pertanyaan Azkar,
"Azkar bagaimana lo bisa suka sama anak haram kayak dia!" Miria berteriak pada Azkar, Azkar hanya menatap dingin Miria lalu langsung mengendong Athala dan membawa Athala pergi dari tempat itu,
Azkar memasukkan Athala ke dalam mobilnya dan segera membawanya menuju ke rumah sakit terdekat. Begitu sampai Athala segera ditangani oleh dokter.
Azkar menunggu di luar ruangan, tak lama Edward datang bersama Indra dan Riko,
"bagaimana keadaan Atta?" Edward bertanya pada Azkar,
"masih diperiksa didalam" Azkar menundukkan kepalanya, dia sama sekali tidak bisa tenang,
Dokter keluar dari ruangan itu, keempat cowok itu langsung menghampiri dokter,
"bagaimana keadaan Atta?"
"adik saya gimana?"
"bagaimana dokter?"
Mereka menghujani dokter itu dengan pertanyaan-pertanyaan mereka,
"mohon tenang, Athala sepertinya mengalami syok yang sangat parah, saya memberikan beberapa pertanyaan tapi dia hanya diam dan tatapannya kosong" jelas dokter itu,
__ADS_1
"apa kami bisa melihatnya dok?"
"oh boleh silakan, tapi tolong jaga ketenangan, sepertinya kalian ini pembuat onar disekolah" dokter itu memberikan tatapan tajam pada keempat cowok itu, mereka tentu saja langsung merinding mendapat tatapan seperti itu.
Mereka akhirnya masuk ke dalam ruangan Athala, mereka melihat Athala hanya diam dan tatapannya kosong,
"Athala, kau baik-baik saja?" Riko menghampiri Athala,
"ehem!" Riko langsung menoleh ketika mendengar Azkar berdehem,
"hehehe, maaf nggak bermaksud" Riko tertawa melihat tingkah Azkar,
"Atta, kau kenapa?" Azkar mengelus kepala Athala, Athala langsung menepis tangan Azkar dan menatapnya tajam,
"Atta kenapa kau seperti itu?" Edward terkejut melihat Athala bertingkah kasar seperti itu,
Edward hanya menundukkan kepalanya, Edward merasa bersalah atas apa yang terjadi,
"kakak kau juga tidak memberitahuku kalau ibu meninggal karena aku kan!" Athala menangis,
"Atta, bukan seperti itu, kau salah faham!" Edward mencoba menjelaskan apa yang terjadi,
"aku nggak peduli, kakak sebenarnya tidak pernah menyayangiku kan?" Athala semakin menjadi-jadi,
Edward diam, dia lalu menghampiri Athala dan memeluknya, Edward memeluk erat Athala, dulu dia sangat senang punya seorang adik perempuan yang sangat manis seperti Athala,
__ADS_1
"kau salah aku sangat menyayangimu, aku tidak ingin kau tau karena pasti kau akan seperti ini"
"aku juga sangat menyayangi Atta kecil ini" Azkar tersenyum lembut pada Athala, dan memeluknya
"Athala, aku sangat mencintaimu!" Riko melompat dan ikut memeluk Athala juga,
"kekanakan!" Indra pun ikut juga,
Keempat laki-laki itu memeluk Athala secara bersamaan, Athala tersenyum senang, walaupun dia anak haram dan tidak dicintai sepenuhnya oleh ibunya, tapi masih banyak yang mencintainya,
—————————————————
Setelah dirawat dua hari di rumah sakit akhirnya Athala diperbolehkan untuk pulang, sifat Athala yang sebelumnya sedikit ceria kembali 100% dingin dan cuek lagi.
"Athala, setelah kamu sekolah lagi jangan lupa kamu balas perasaan yang aku ungkapin ke kamu saat dirumah sakit!" Riko tersenyum jail pada Athala, dan dibalas jitakan oleh Azkar,
"Atta milikku" Azkar memeluk leher Athala dari belakang,
Semua tertawa melihat sifat Azkar yang mudah cemburu seperti itu,
"kalau kau bersifat kekanakan seperti itu, aku akan membuangnya" Athala berkata dingin pada Azkar,
"jangan yang mulia" Azkar berpura-pura ketakutan dan tertawa pada Athala, Athala hanya tersenyum tipis menanggapi.
Selamat membaca 📖 Semoga pembaca senang 😊
__ADS_1
Jangan lupa like 👍 favorit ❤ dan komentar 👄