
Keesokan harinya, Melisa dan Satria pergi ke kota A dengan mengendarai mobil bersama dua pengawal yang dikirim Gunawan untuk mengawal perjalanan mereka.
Satria dan Melisa berangkat siang hari, dan tiba di kota A pada malam hari. Mereka tidak akan menyewa hotel dan memilih untuk tinggal di rumah Melisa.
Dua orang yang mengantar mereka kini berganti dengan dua orang lainnya yang berjaga di depan rumah Melisa.
Melisa dan Satria kini berada di dalam kamar, kamar Melisa tepatnya. Keduanya sudah merebahkan diri di atas tempat tidur karena merasa lelah dengan perjalanan dari kota B menuju kota A.
"Nanti setelah pesta berakhir, kita akan tinggal dimana?" Tanya Satria.
Selama ini Satria tetap menempati rumah Natasya, sementara Melisa juga tetap berada di rumahnya sendiri.
"Di rumahmu saja, aku bosan tinggal di sini," jawab Melisa.
"Baiklah, tak masalah. Kalau begitu kau harus membereskan pakaianmu yang di sini dan membawanya ke rumahku nanti," ucap Satria.
"Tidak mau! Aku mau, pakaianku yang mengisi lemari di rumahmu itu baru semua."
"Apa?"
"Nanti kamu antar aku belanja pakaian ya," pinta Melisa dengan nada manja.
Satria hanya bisa menghela nafas, ia memang belum pernah menemani wanita berbelanja sebelumnya. Terlebih karena Melisa sendiri juga bukan tipe wanita yang suka berbelanja.
"Tidak mau?"
"Mau sayang, apa sih yang engga buat kamu," jawab Satria sambil mencolek dagu Melisa.
Melisa pun tersenyum senang. Ia menenggelamkan kepalanya di dada bidang Satria.
"Tidurlah, besok juga akan menjadi hari yang melelahkan bagi kita," ajak Satria.
"Mmm... Kamu juga. Oh iya, apa badanmu masih terasa sakit?" Melisa tiba-tiba terbangun ingin melihat kondisi tubuh Satria.
"Hanya sedikit sakit, tapi tak apa. Ayo tidurlah," Satria menarik tangan Melisa dan merebahkan tubuh Melisa ke dalam dekapannya.
Keduanya pun kini tertidur lelap, perjalanan panjang membuat mereka merasa lelah sekali. Namun pesta belum berakhir, masih ada dua tempat yang harus mereka datangi.
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali. Amanda dan Bobi sudah datang menjemput. Sementara Melisa dan Satria baru saja terbangun dari tidur mereka.
"Duh, pengantin baru kita jam segini udah bangun... Rajin banget," goda Amanda.
__ADS_1
"Iya dong kak, hari ini kan jadwal kita padat," jawab Melisa.
"Ya sudah kalau begitu, kalian cepetan mandi sana! Udah barengan aja mandinya biar cepat," ucap Bobi.
"Duh, sayang... Malah lama kalau mandi bareng gitu," Amanda tak setuju dengan usul Bobi.
"Oh ya?" Bobi menoleh ke arah Satria, seolah meminta kepastian.
"Tenang saja kak, kami akan cepat kok," Satria lalu menggandeng tangan Melisa dan mengajaknya mandi bersama.
"Kamu yakin bisa mandi dengan cepat?" Goda Melisa.
"Bisa sayang, kita bisa menikmati mandi bersama lain waktu. Ke depannya akan ada banyak waktu untuk kita mandi bersama. Sekarang kita tidak ada waktu," jawab Satria.
Akhirnya keduanya pun mandi bersama. Dan benar saja, sesuai janji Satria mereka mandi secepat kilat.
Selesai berpakaian keduanya langsung diboyong menuju hotel tempat mereka akan mengadakan resepsi. Hotel milik Amanda tentunya.
Acara memang akan baru dimulai pukul satu siang nanti, namun mereka harus memastikan semua telah sesuai dengan rencana. Bahkan Melisa menambah permintaan untuk semakin memperketat keamanan karena ia tak ingin ada kejadian seperti di kota B lagi.
Setelah memastikan semua sudah siap sesuai rencana, Melisa pun siap di rias. Kali ini ia ditemani oleh Amanda karena ada banyak hal yang ingin mereka ceritakan satu sama lain.
Sedangkan Satria menunggu Melisa di luar ruangan bersama dengan Bobi.
"Sudah jauh lebih baik, meski masih sedikit sakit," jawab Satria.
"Untuk acara kali ini, kau tak perlu khawatir. Aku yang bertanggung jawab langsung. Aku sudah mengerahkan beberapa pasukan khusus untuk berjaga."
"Terima kasih kak, kau memang selalu bisa diandalkan."
"Tentu saja, Melisa hanya memiliki aku seorang yang bertindak sebagai kakaknya. Tentu aku akan melakukan apapun untuk membuat Melisa bahagia."
Satria tersenyum.
Setelah beberapa jam mereka saling berbincang dan memberi nasihat kepada pengantin baru. Melisa pun sudah siap dengan gaun putih yang cantik.
Sedangkan Satria menggunakan setelan jas berwarna perak. Membuatnya semakin gagah dan tampan.
Mereka berdua melakukan pemotretan terlebih dahulu sebelum masuk ke acara inti.
Beberapa tamu undangan sudah mulai berdatangan. Karena keamanan yang sangat ketat, beberapa orang mengalami kesulitan untuk masuk ke dalam hotel. Mereka harus melalui proses verifikasi yang panjang dan berbelit agar bisa benar-benar masuk ke dalam gedung.
__ADS_1
Pukul satu pun tiba, sebagian tamu undangan yang sudah datang dan menempati posisi duduk mereka pun segera berdiri. Kedua mempelai datang bersama dengan diiringi alunan musik yang merdu.
Semua mata tertuju pada Melisa yang sangat cantik dan anggun. Tak salah memang mereka mempercayakan Amanda sebagai penanggung jawab acara. Ia benar-benar mencarikan perancang busana terbaik untuk pernikahan Melisa ini.
Setelah pengantin duduk di pelaminan, semua orang antri untuk bersalaman dengan kedua mempelai. Sebagian lagi ada yang menikmati hidangan mewah yang sudah disediakan.
Lantunan musik klasik mengiringi pesta pernikahan Melisa dan Satria. Saat hari mulai sore, tamu undangan yang datang pun semakin banyak.
Semua orang yang dipercaya bertugas sebagai panitia pun melakukan tugasnya dengan baik dan semaksimal mungkin.
Hingga hari mulai gelap, hanya tersisa beberapa tamu undangan.
Satria mulai merasa kelelahan, badannya mulai merasakan sakit akibat pukulan yang dilakukan anak buah Vino.
"Ssshhh..." Keluh Satria.
"Kenapa suamiku? Apa kamu sakit?"
"Sedikit, bisakah kita istirahat sebentar?"
"Ayo kita istirahat dulu," Melisa mengajak Satria untuk turun sejenak dari pelaminan. Mereka berjalan menuju ruang istirahat.
Bobi yang melihat kondisi Satria sepertinya sudah mulai kelelahan, segera berlari menghampiri Satria.
"Kamu kenapa Sat?"
"Badanku mulai terasa sakit lagi kak, aku mau istirahat sebentar," jawab Satria.
"Kalau kamu sudah lelah, kita sudahi saja pestanya," usul Bobi.
"Apa tidak mengapa?"
"Tidak apa, lagi pula dari sekian banyak tamu yang diundang sudah hampir sembilan puluh persennya sudah datang," jawab Bobi.
"Ya sudah kalau begitu, biarkan saja pesta ini terus berjalan sesuai dengan jadwal. Hanya saja jika mereka menanyakan kami, katakan saja kami ada di ruang istirahat," pinta Satria.
"Baiklah, kamu istirahat saja dulu. Mel, jaga suami mu baik-baik."
"Iya kak, kami ke belakang dulu ya!"
Satria dan Melisa pun pergi menuju ruang istirahat. Sedangkan pesta tetap berjalan hingga pukul delapan malam.
__ADS_1
Beberapa tamu yang datang telat dan tak sempat menemui Satria dan Melisa terpaksa hanya bisa menikmati pesta tanpa bertemu dengan kedua mempelai.
Begitulah akhirnya pesta yang meriah itu selesai, tepat pukul delapan malam. Satria dan Melisa pun segera diantar pulang kembali oleh Bobi dan Amanda.