
Azkar masuk ke dalam rumah bersama Athala, sebenarnya Athala bingung kenapa Azkar masuk kerumahnya,
"kamu nggak pulang ke rumahmu sendiri?"
"nggak ah! soalnya aku malam ini ingin tidur denganmu" Azkar tersenyum mesum pada Athala,
"nggak usah aneh-aneh, kita nikah aja belom!" Athala menarik kopernya dan menuju ke kamarnya,
"heh!" Azkar tersenyum misterius dan masuk ke kamarnya sendiri (dulu punya Edward),
—————————————————
Edward sampai di rumahnya, dia lalu langsung masuk, dilihatnya Amel sedang menatapnya penuh curiga,
"mana Athala?" tanyanya ketus,
"hahaha, dia pulang kerumahnya sendiri!" Edward menghampiri Amel dan meraih pinggangnya,
"apa kau cemburu dengan adik iparmu sendiri?" Edward lalu mencium bibir mungil Amel, Amelpun membalasnya,
"hen....tikan" Amel mulai tidak bisa bernafas dan memukul dada Edward agar melepaskannya,
"kenapa apa kau tidak menyukainya?" tanya Edward,
"dasar mesum!" Amel sangat sebal dengan Edward, dia lalu berjalan ke kamar untuk melihat Elios, Edward tersenyum melihat tingkah istrinya itu.
——————————————————
"kak hentikan!" Athala memukul Azkar, Azkar terus menciumnya tanpa henti,
"emang kenapa sebentar lagi kita akan menikah kan?" Azkar meraba tubuh Athala, Athala sudah berada di puncak kesabarannya, dia lalu langsung menendang daerah sensitif Azkar, Azkar langsung terjatuh kesakitan,
"kau tega sekali!" Azkar duduk dan merintih kesakitan,
"makanya jangan seenaknya sendiri, aku bilang aku nggak mau juga!" Athala keluar dari kamar dan meninggalkan Azkar sendirian,
__ADS_1
"heh mencoba menghindari ku ya?" Azkar lalu duduk di pinggir tempat tidur,
Athala menyiapkan makanan di meja, Azkar hanya memperhatikannya,
"kenapa liat-liat!" kata Athala ketus, dia masih sebal dengan apa yang dilakukan Azkar padanya tadi,
"kamu cantik!" kata Azkar,
"udah sering denger nggak ngefek!"
"kamu manis"
"nggak ngefek!"
"kamu imut"
"kak Ed sering bilang!"
"kamu cuek!"
"nyadar kok aku!"
"kamu bilang itu lagi, pisau melayang!" Azkar hanya tertawa kecil melihat reaksi Athala,
"aku mau tidur, jangan ganggu!" Athala masuk ke kamarnya, tak lupa Athala juga menguncinya agar Azkar nggak masuk seenaknya.
Azkar melangkah menuju kamar Athala, dia lalu mencoba membukanya,
"hah, dikunci ya?" Azkar kecewa dan bejalan ke kamarnya sendiri.
—————————————————
Azkar dan Athala hari ini berjalan-jalan di mall, sudah lama dia nggak keliling mall kayak gini,
"kak, ke sebelah sana yuk!" Athala menarik tangan Azkar menuju ke tempat pembelanjaan baju perempuan,
__ADS_1
"eh, Azkar ya?" Azkar menoleh mendengar seseorang memanggilnya,
"kamu siapa?" Azkar menatapnya bingung,
"eh kamu udah lupa ya, aku Miria" Miria tersenyun pada Azkar, Athala menatap Miria tidak senang, orang yang dia percaya baik teryata adalah dalang dari semua masalah,
"ngapain kamu!" Athala memeluk tangan Azkar, dan menatap tajam Miria,
"eh, kamu bareng sama Athala ya kesini?" Miria tetap tersenyum manis,
"nggak usah senyam-senyum kayak gitu, Azkar sekarang suamiku!" Athala sengaja berbohong pada Miria, Azkar hanya menatap heran pada Athala,
"Azkar kamu udah nikah sama Athala?" Miria seakan tidak percaya denagn apa yang didengarnya,
"Iya! kami udah nikah waktu masih di Jerman!" Athala menjawab ketus,
"gue tanya ke Azkar, nggak ke lo!" Miria meninggikan suaranya pada Athala,
"kakak" Athala pura-pura ketakutan dan bersembunyi di belakang Azkar,
"kamu bikin Atta takut!" Azkar menatap Miria tidak senang dan membawa Athala pergi menjauh,
Azkar mengajak Athala untuk makan di restoran yang ada di mall,
"kamu berani ya?" Azkar menatap Athala sambil tersenyum,
"berani kenapa?" Athala bingung,
"berani bilang ke orang kalau kita udah menikah"
"lagian kita beneran udah nikah kan, di Jerman!" Athala menatap Azkar dingin,
"hahaha, betul juga, semua orang nggak tau kecuali papa August" Azkar tersenyum senang.
_____________________________
__ADS_1
Happy Reading, Readers📖📖
Don't forget to like 👍 favorite ❤ and comment 👄