
Hari ini Athala pergi ke sekolah bersama-sama dengan Azkar dan kakaknya,
"aku bosan sekali, sepulang sekolah kita jalan-jalan yuk!" Azkar mencolek pipi Athala,
"hah, kalian enak punya pasangan, sedangkan aku" Edward yang sedang menyetir kesal melihat kelakuan dua orang pasangan kekasih itu,
"makanya segera cari, jomlo,!" sahut Athala dengan suara dingin khasnya,
"Atta, kamu tega ya, padahal dari kamu bayi aku selalu menuangkan kasih berlimpah ruah padamu" Edward galau mendengarkan omongan Athala,
"bodoh!" Athala memalingkan mukanya ke luar jendela,
"Atta, good job" Azkar menjulurkan lidahnya dan mengedipkan sebelah matanya,
"oh ya, dimana papa? kok nggak pernah liat ya?"
"papa sudah kembali ke Jerman, kamunya aja yang keenakan tidur!" Edward mencoba fokus menyetir,
"aku juga nggak sadar sih, Paman August tiba-tiba sudah nggak ada aja" balas Azkar enteng,
Athala keluar dari mobil begitu sampai di sekolahan, Miria melihat Athala geram, selama 5 hari Athala nggak masuk dia juga diskors, urung aja nggak sampai dikeluarin dari sekolah.
"Athala kecil, aku rindu kamu!" Riko langsung menyambut Athala dengan pelukannya begitu Athala masuk ke dalam kelas,
"kamu cari mati ya!" Athala menatap tajam Riko, sontak Riko langsung menjauh dari Athala,
'ni cewek kalau mood lagi jelek nakutin banget' batin Riko,
Athala berjalan menuju ke tempat duduknya, Azkar masih berdiri sambil memarahi Riko karena seenaknya peluk Athala begitu aja. Athala terdiam dalam dunianya sendiri terasa hampa, tidak ada secercah cahaya pun di dunianya, hingga Azkar datang, diam-diam Athala memperhatikan tingkah Azkar itu dan tersenyum.
__ADS_1
/Flasback....
Athala kecil berlarian di depan rumahnya bersama Azkar, Edward Hana memperhatikan mereka sambil tersenyum,
"jangan lari-lari nanti ja...." belum selesai Edward bicara, Athala sudah jatuh duluan,
Edward langsung menghampiri Athala, Azkar menundukkan kepalanya karena merasa bersalah,
"maaf, gara-gara Azkar sakalang Atta jadi jatoh"
"nggak pa-pa kok, kak Martin yenag aja Athala gadis yang kuat kok" Athala tersenyum manis pada Azkar dan berdiri,
"nggak sakit apa kaki kamu?" tanya Edward,
"tenang aja Athala kuat!" Athala memasang tampang seriusnya, tapi malah terlihat sangat imut,
Edward dan Azkar tertawa melihat Athala yang seperti itu, mereka bertiga llau bermain bersama hingga hati menjelang sore, Azkar dan Edward berjalan dulu meninggalkan Athala, Athala lalu memetik bunga yang ada disampingnya dan menciumnya.
Athala terdiam di tempatnya, dia sama sekali tidak merasakan apapun, seakan perasaannya hilang terhadap sekitarnya,
"Atta, kamu jangan nglamun aja dong" kata Azkar, Athala hanya menatap dingin Azkar,
"nggak kok" balas Athala singkat,
Sepulang sekolah Athala langsung menuju ke mobil, Edward sudah menunggu disana,
"tumben lama" kata Edward,
"terserah" Athala membalas jelas, singkat, padat, dan tak berisi,
__ADS_1
Edward dan Azkar saling menatap, tingkah Athala semakin hari semakin tambah dingin dan cuek, seakan perasaannya sudah hilang, Edward dan Azkar memikirkan sebuah ide agar Athala tersenyum kalau bisa malah tertawa.
Dirumah,
"Atta lait kakak beliin kamu boneka, lucu kan!" Edward tersenyun didepan Athala sambil memainkan kedua tangan boneka itu,
"kekanakan" Athala berlalu pergi, Edward hanya bengong melihat reaksi Athala,
Dirumah Azkar,
"Atta, lihat ini film komedibyang aku beli, nonton bareng yuk" Azkar dan Athala lalu menoton film itu bersama,
Beberapa jam kemudian, perut Azkar sudah sakit karena banyak tertawa, sedang Athala sama sekali tidak bereaksi,
"tidak masuk akal, aku pulang ya" Athala malah meninggalkan Azkar yang tersiksa itu,
Sudah berbagai macam cara dilakukan oleh Edward dan Azkar tapi sama sekali tidak ada satupun yang berhasil,
"bagaimana?" tanya Edward, matanya memiliki lingkaran hitam seperti panda,
"perutku sakit, saat Atta pulang, aku nonton film itu lagi, filmnya bikin perutku sakit sampai aku nggak bisa gerak lagi, bagaimana Atta nggak terpengaruh!" kata Azkar, di pelipisnya terdapat koyo penghilang pusing,
"aku kasih boneka, gelang, parfum, pokoknya semua yang bikin seorang gadis seneng, bahkan aku Ari rekomendasi dari internet, hingga aku tidak tidur" Edward mengucek- ucek matanya, dia tidak tidur semalaman.
Edward dan Azkar saling bersandar dan tertidur di ruangan enah rumah Athala, Athala memperhatikan dua orang laki-laki itu sambil cekikikan,
'segitu inginnya liat aku senyum dan ketawa, dasar bodoh!" Athala mengambilkan selimut dan menyelimuti mereka berdua.
Selamat membaca 📖 Semoga pembaca senang 😊
__ADS_1
Maaf jika ada kesalahan dan kekurangan 😩
Jangan lupa like 👍 favorit ❤ dan komentar 👄