Si Gadis Dingin

Si Gadis Dingin
S2 Bab 36


__ADS_3

"paman, bolehkah aku tidur dengan Ava?" Reyhan memohon dengan manis pada Azkar,


"tidak boleh! adik kan sudah tidur denganku!" Reva mencibirkan bibirnya sebal,


"tidurlah denganku, lagian tempat tidurnya juga besar kok!" ucap Rava santai,


"Ava kau menyebalkan sekali!" Reva pergi dengan marah,


"apa tidak pa-pa, Reva kelihatannya marah banget lho" Reyhan menatap Rava,


"tenang saja, dia memang selalu seperti itu, dia menganggap aku ga miliknya seorang jadi orang lain tidak boleh dekat denganku" Rava tersenyum pada Reyhan, dan Reyhan juga ikut tersenyum,


"kenapa aku merasa tingkah dua anak itu mirip dengan kau dan Riko" Athala meminum minumannya,


"kau mengakuinya"


"apa?" Athala mengangkat sebelah alisnya,


"kalau anka itu mirip denganku, mereka berdua anakku kan?" Azkar tersenyum,


"jagan tersenyum! dan mereka bukan anakmu!"


"melarang ku tersenyum, apa kau terpesona denganku?"


"kau sangat menjijikan, aku akan menemani Reva" Athala pergi meninggalkan Azkar yang terdiam di ruang tengah,


Di dalam kamar Rava. Reyhan terus memperhatikan Rava yang mengoperasikan laptopnya dengan sangat baik,

__ADS_1


"jangan menatapku seperti, kau membuatku kesal!"


"kau pintar sekali, bisa kau ajari aku juga?" Reyhan mendekatkan diri pada Rava,


"sudah malam, besok aku akan mengajarimu" Rava berjalan menuju ke tempat tidur,


"yaaay, ayo tidur!" Reyhan langsung melompat ke tempat tidur,


"bisa tidak jangan melompat, kalau jatuh gimana?"


"tenang saja, tubuhku ini sangat fleksibel, ayah sering melatihku bela diri" Reyhan rebahkan tubuhnya di samping Rava,


"aku ngantuk, jangan ngajakin aku ngomong terus!" Rava langsung memejamkan matanya, Reyhan langsung saja memeluk Rava saat tidur, Rava sama sekali tidak merasa risih karena sudah terbiasa dipeluk oleh Reva,


_______________________________


"AAAAAA!!!" Reva berteriak keras sekali, Reyhan langsung terbangun sedang Rava hanya sedikit membuka matanya lalu melanjutkan tidurnya,


"lihat, dia peluk-peluk adik saat tidur, hanya aku yang boleh kan!" Reva sangat kesal dengan apa yang dia lihat,


"haaaah, kau itu cemburu sekali, Rava kan mungkin cuma menganggapnya sebagai saudara" jelas Athala,


"justru itu, hanya aku satu-satunya saudara Ava, nggak ada lagi yang boleh menjadi saudaranya!"


"kau jangan berisik deh, masih pagi juga!" Rava akhirnya terbangun karena merasa terganggu,


"Ava kok gitu sih!"

__ADS_1


"aku hanya ingin tidur tenang, tapi kau pagi-pagi sudah teriak-teriak nggak jelas cuma gara-gara cemburu!" Rava berjalan dengan malas melewati Reva,


"Rey nggak pa-pa kan?" tanya Athala kerena Reyhan hanya diam terbengong,


"uh" mata Reyhan mulai berkaca-kaca, sepertinya dia sangat terkejut,


"eh, Rey?" Athala mulai cemas,


"hik hik hik" Reyhan bukanya menangis malah cegukan,


"loh? nggak nangis?" Athala bingung melihat Reyhan yang malah cegukan,


"Rey...hik...terkejut..hik...sampai. hik cegukan nggak...hik bisa nangis" Reyhan berbicara dengan diselingi cegukannya,


"tenanglah" Azkar mengendong Reyhan sambil menepuk-nepuk punggungnya agar cegukannya sedikit reda,


"hahahaha lucu sekali, bukannya nagis malah cegukan" Rava tertawa terbahak-bahak,


"kau barusan tertawa gara-gara dia?" Reva menatap tajam Rava yang mengelap air matanya karena terlalu banak tertawa,


"emang masalah, ya terserah kan aku tertawa gara-gara apa"


"kamu hanya boleh tertawa gara-gara aku!" Reva membentak Rava,


"kamu jangan terlalu posesif deh, aku nggak suka tauk!" Rava berbalik dan pergi karena merasa jengkel dengan tingkah Reva yang terlalu posesif dengannya.


Happy Reading 📖

__ADS_1


Don't forget to like 👍 and comment 👄


+vote


__ADS_2