Si Gadis Dingin

Si Gadis Dingin
Bab 16


__ADS_3

Athala terus memeluk Azkar dengan erat, begitupun dengan Azkar,


"udah nggak pa-pa, aku disini temenin kamu Atta"


"maaf ya, aku nggak bermaksud tampar kakak tadi" Athala mulai berkaca-kaca,


"nggak pa-pa, aku maafin" Azkar menghapus air mata Athala,


"aku mau pulang" Azkar mengangguk, dia lalu mengendong Athala,


Azkar masuk kedalam mobilnya bersama Athala, Athala tertidur di sampingnya,


"benar-benar gadis yang bodoh!" Azkar menjalankannya mobilnya menuju kerumah,


—————————————————


/Flasback


Athala kecil menangis sendirian di depan makam mamanya itu, dari kejauhan papa dan kakaknya memperhatikannya,


"papa, apa nggak masalah jika dia dibiarkan sendirian gitu" tanya Edward pada papanya itu,


"don't worry, prince" August tersenyum sambil mengacak-acak rambut Edward,


Edward berjalan mendekati Athala, diikuti oleh papanya juga,


"Athala kamu mau nggak ikut kami ke Jerman?" tanya Edward pada Athala,


"terserah, lagian aku nggak punya siapapun disini" Athala membalas dengan suara yang terdengar serak dan dingin,


Edward hanya tersenyum melihat adiknya itu,


Flasback end/

__ADS_1


————————————————


Edward tersenyun sendiri melihat foto yang dibawanya itu, sehingga dia menjadi ingat kenangan dimasa lalunya,



Edward mendengar suara pintu diketuk, dia lalu langsung membukakan pintunya,


"oh, hey Edward?" sapa Azkar kaku,


"kok bisa sih kalian jadi kayak, buruan mandi sana!" Edward jadi sebal melihat Azkar dan Athala datang dengan basah kuyup kayak gitu,


"aku nggak bawa ganti"


"pinjam punyaku aja, gih sana buruan"


"kak Ed jangan ketus gitu dong dengan Azkar"


Athala masuk ke kamarnya untuk mandi, sedang Azkar mandi di kamar Edward,


"Athala kamu masak ya, aku malas kalau dibeli diluar lagi" kata Edward,


"aku malas kakak!"


Azkar jadi teringat, bahwa Paman August datang kerumahnya untuk melerai Edward dan Athala karena bertengkar gara-gara nyuruh Athala masak,


"udah, aku aja yang masak!" kata Azkar,


"memangnya kamu bisa?" balas Edward dan Athala seara bersamaan,


"aku ini master chef dirumahku" Azkar lalu berjalan menuju ke dapur dan mulai memasak,


Edward dan Athala hanya melongo melihat Azkar yang memasak dengan sangat lihai, memotong, menggoreng, benar-benar menakjubkan.

__ADS_1


"masakan sudah siap" Azkar menyajikan masakannya di meja makan, sedang Edward dan Athala Masin terbengong-bengong,


"ayo cepetan dimakan" kata Azkar,


Athala dan Edward mulai mengambil masakan Azkar dan memakannya,


"WOW, SO DELICIOUS" kata Edward dan Athala bersamaan,


Mereka bertiga makan malam bersama, di rumah Athala dengan perasaan senang.


——————————————————


Esok paginya Azkar berangkat sekolah bersama Athala an Edward menggunakan mobil Edward, selama perjalanan Azkar hanya tidur di kursi penumpang,


"anak itu Puna hobi tidur ya?" kata Edward,


"ya entahlah, jika di kelas dia memang lebih sering tidur dari pada mendengarkan pelajaran dari guru" jelas Athala,


"hehe, sekarang kamu mulai bisa membuka diri pada orang-orang di sekitarmu ya?" Edward tertawa kecil,


"huh!" Athala membuang mukanya sebal,


"kamu kenapa kemarin bisa basah kuyup begitu?"


"aku..., hanya salah faham kecil dengan Azkar sehingga kami bertengkar"


"oh gitu, Athala sebenarnya masalah mama itu..."


"DIAM!!, aku nggak mau dengar apa-apa mengenai mama!" Edward hanya terdiam melihat reaksi Athala,


'sepertinya salah faham kecil itu mengenai mama' batin Edward,


Azkar yang berada di kursi penumpang itu ternyata hanya pura-pura tidur, dia sebenarnya hanya ingin melihat bagaimana Edward memberitahukan kebenarannya pada Athala mengenai masalah ibunya itu.

__ADS_1


Selamat membaca 📖 Maaf jika ada kekurangan dan kesalahannya 😩


Jangan lupa like 👍 favorit ❤ dan komentar👄


__ADS_2