
Lima tahun kemudian, Indonesia.
"akhirnya sampai juga!" kata laki-laki itu, sambil merenggangkan kedua tangannya, perempuan yang ada disampingnya langsung memukul punggungnya,
"liat sekitar dong, malu-maluin aja!" perempuan itu memasang tampang sebalnya,
"maaf Atta kecil" ucapnya sambil mengacak-acak rambut Athala,
"kakak bodoh!" Athala menempis tangan Azkar,
"hahaha, sorry!" Azkar mencium kening Athala,
"kakak! kita lagi di bandara ini lo!" Athala berteriak pada Azkar, sontak semua orang yang berada disekitar mereka menoleh dan berbisik-bisik. Athala sebal dan meninggalkan Azkar yang masih cegegesan,
"Atta tunggu!" Azkar mengejar Athala.
————————————————
"haaaaah, malas sekali" Edward berbaring ditempat tidurnya,
"Ed! jangan malas-malasan jagain anak kamu itu!" Edward menoleh pada istrinya yang marah-marah itu, lalu tersenyum,
"kan seharusnya kamu yang jagain!" Edward berdiri,
"dasar ya!" istrinya itu memukuli dada Edward, karena kesal Edward langsung memeluknya,
"bisa diam tidak, Amel kecilku!" Edward langsung mencium pipi Amel,
"aku bakal aduin kamu ke kak Indra!" Amel mendorong Edward dan mengendong anaknya yang masih berumur satu tahun itu,
__ADS_1
Setelah lulus SMA Edward langsung melamar Amel, setelah itu mereka menikah saat Edward berumur 21 dan Amel berumur 19.
drrrttt drrrt (bunyi HP)
Edward merogoh sakunya, dan mengeluarkan ponselnya itu,
"hallo, kenapa telpon?"
"kakak jemput aku di bandara, aku sama sekali tidak bisa mengandalkan kak Martin yang bodoh ini!" terdengar suara Athala yang sangat sebal,
"hahahaha, baiklah tunggu ya Atta kecilku!" Edward tersenyum dan memutuskan telponnya, Edward keluar dari kamarnya dan menghampiri Amel yang sedang mengendong putranya itu,
"Elios, papa pergi dulu ya?" Edward mencium kening putranya itu, lalu memeluk Amel,
"kemana?"
"jemput Athala dan Azkar di bandara!" kata Edward sambil berlalu pergi,
———————————————————
Bandara
"jauh-jauh dariku!" Athala mempercepat langkahnya, Azkar hanya cengar-cengir melihat tingkah Athala saat marah,
"kamu kalau marah lucu banget!" Azkar juga mempercepat langkahnya menyamai Athala,
"kakak juga lama banget!" Athala terus menggerutu,
"kakak siapa yang kamu maksud?" tanya Azkar bingung,
__ADS_1
"kak Edward, katanya udah berangkat tapi kok lama!" Athala memasang tampang kesalnya,
Mobil Sport putih berhenti di depan Azkar dan Athala, kaca depannya terbuka dan memperlihatkan wajah Edward,
"adik kecilku, aku merindukanmu!" Edward langsung keluar dan memeluk Athala,
"gara-gara kelamaan kita tinggal dan terus bareng denagn Riko dan Indra kayaknya kamu jadi ketularan kebodohan Riko deh!" Athala mengerutkan dahinya dan memandang kakaknya itu,
"hehehe, begini-begini aku juga seorang ayah" Edward melepaskan pelukannya dan menatap Azkar,
"ngomong-ngomong kapan aku punya keponakan?" Edward tersenyum misterius pada Azkar,
"apa-apaan sih Ed!" Azkar memalingkan mukanya dari Edward,
"kakak! kita nikah aja belum, kakak udah mikirin punya keponakan!" Athala menatap tajam Edward,
"buruan masuk ke mobil dan kamu bisa ketemu Eliosku yang paling imut!" Edward masuk ke mobil, diikuti oleh Azkar dan Athala.
Hanya butuh waktu satu jam mereka sudah sampai di depan rumah lama Athala,
"kakak kok nganterin aku kesini?" Athala menatap Edward heran,
"emm, soalnya kalau dipikir-pikir? Amel bakalan marah kayaknya, soalnya dia sebenarnya cemburu sama Atta!" Edward memalingkan mukanya karena malu mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi,
"ooohh, Amel cemburu sama Atta!" Azkar menatap Edward tak percaya,
"ya udah aku pulang dulu, kalian baik-baik dirumah ya?" Edward mengedipkan matanya pada Azkar, Athala hanya menatap bingung mereka berdua.
Happy Reading, Readers📖📖
__ADS_1
Don't forget to like 👍 favorit ❤ and comment 👄