
Azkar menyiapkan makanan dimeja, Athala hanya memperhatikannya sedang Reva dan Rava saling berdebat, entah apa yang di debatkan,
"Atta, apa kau pernah memasak makanan untuk dua anakmu itu?" tanya Azkar sambil duduk di kursi,
"mom mana ada bisa masak, mom itu payah sekali" sahut Reva,
Mereka makan bersama layaknya keluarga, ya benar juga sih. Bel rumah berbunyi,
"Rava, bisa tolong bukakan?"
"siap paman" Rava berlari kecil menuju ke pintu depan dan langsung membukanya,
"loh, ternyata kamu ya, kukira Azkar yang akan membukanya" Miria tersenyum pada Rava, Rava langsung menatapnya sebal,
"masuklah" ucap Rava ketus, Miria masuk dan diikuti Rava dibelakangnya,
"Azkar, haii" Miria langsung menghampiri Azkar, dia tidak menyadari bahwa ada Athala disana,
"hey, wanita murahan" kata Athala sambil berdiri menghampiri Miria,
"apa kabar?" bisik Athala tepat di telinga Miria,
"A...tha...la?" Miria terkejut melihat siapa yang ada di depannya itu,
"lama tidak jumpa ya?" Athala tersenyum lembut, Miria langsung emosi dan menampar Athala, tapi sebelum itu Athala sudah mencengkeram tangannya,
"kau, kupikir kau sudah menghilang dan aku bisa mendapatkan Azkar, kenapa kau disini" Miria menatap Athala penuh kebencian sedang Athala hanya menatapnya datar,
"kalau kau mau Azkar, ambil aja! aku nggak keberatan kok" ucap Athala santai sambil pergi dengan senyuman dinginnya,
"kenapa kau kemari? merusak suasana saja!" Rava menatap tajam Miria,
"kau anak kecil tapi sama sekali tidak punya sopan santun"
__ADS_1
"berani sekali kau menghina adikku!" Reva langsung menarik tangan Miria dan melemparnya sehingga Miria jatuh di lantai,
'dia masih kecil tapi tenaganya kuat sekali' batin Miria, Reva menatap Miria dengan tatapan mematikannya,
"pergi sekarang juga atau aku akan patahkan tanganmu!" suara Reva terdengar dingin dan menakutkan, Miria langsung berdiri dan berlari keluar,
PLOK PLOK PLOK, Rava bertepuk tangan dengan apa yang dilakukan Reva barusan,
"keren sekali Ev" Rava tersenyum,
"kalian bisa menyingkirkan penyihir itu, hebat seklai" Azkar merangkul kedua anak itu,
"bolehkah kami memanggilmu Daddy?"
"tentu saja"
——————————————————
Edward terduduk diam di depan rumahnya, Elios hanya memperhatikannya dari tadi,
"apa kau lihat ibu anak laki-laki yang ada di rumah paman Azkar?"
"iya, kenapa?"
"dia adalah adik papi, bagaimana menurutmu?"
"mirip sih, tapi dilihat saja sepertinya dia sama menyebalkannya dengan Rava!" Elios membuang mukanya,
"dia sebenarnya sangat baik tapi karena kurangnya perhatian dari keluarganya dia jadi seperti itu, kamu jangan berprasangka buruk dong!" Edward merangkul putra semata wayangnya itu,
"kita ke rumah paman Azkar yuk, aku penasaran dengan anak ceweknya itu" Elios tersenyum lebar,
"ayo, papi juga sedang bosan karena tidak ada kerjaan" Edward berjalan menuju ke mobil sport putihnya, dia pun berangkat ke rumah Azkar berdua dengan anaknya,
__ADS_1
Rumah Azkar,
"Ava bodoh! kembalikan ponselku!" Reva melempar bantal sofa pada Rava tapi dihindari dengan mudahnya,
"coba kulihat apa yang kau lakukan" Reva mengejar Rava sambil ingin memukulnya, Rava hanya mengindari santai semua serangan Reva sambil memeriksa seluruh isi ponsel Reva
"kalian berdua diamlah, kalau tidak mau dimarahi mommy kalian" ucap Azkar sambil mengetik beberapa urusan pekerjaan,
"jika marah kan, Daddy akan melindungi kami" Rava melemparkan ponsel Reva dan langsung memeluk Azkar dari belakang,
"kau saja tidak pernah seramah ini dengan mommy mu, tapi selalu peluk-peluk paman"
"habis mommy itu sensi banget!" Rava mencibirkan bibirnya,
"bagaimana bisa kau bilang seperti itu pada ibumu?" Edward muncul dari balik pintu bersama dengan Elios, Rava hanya menatapnya datar,
"wah, paman Edward" Reva melompat memeluk Edward,
"kau energik sekali" Edward mengelus rambut Reva,
"dia papi ku jangan seenaknya peluk-peluk!" Elios memandang jengkel Reva dan dibalas tatapan sinis,
"dia kan kakak mommy jadi nggak masalahkan?" ucap Reva yang terdengar seperti mengejek,
"kau..." Elios ingin menarik kaki Reva yang di gendong Edward tapi dihentikan oleh Rava,
"tenanglah, kakakku memang sangat merepotkan dan menjengkelkan!" Rava lalu berbalik dan duduk di samping Azkar,
"hey kamu Rava! kamu itu punya emosi nggak sih?" Elios menatap heran Rava.
Happy Reading 📖
Don't forget to like 👍 and comment 👄
__ADS_1
+vote