Si Gadis Dingin

Si Gadis Dingin
S2 Bab 33


__ADS_3

"aku ingin paman Azkar jadi Daddyku"


Perkataan Rava terus terngiang di kepala Athala, kerena lelah Athala merebahkan tubuhnya di tempat tidur, karena malas berdebat akhirnya Athala menuruti putranya itu untuk menginap di rumah Azkar,


"Atta" Azkar masuk ke dalam kamar Athala,


"mau apa kau?" tanaya Athala dengan ketus,


"kamu ini tetap dingin ya?"


"emang kenapa?"


"judes lagi!"


"terus?"


"tapi tetap sexy"


BUK!!


"aw!" Athala melemparkan bantal pada Azkar,


"mesum, jelek, kerempeng lagi!" Athala menatap Azkar sinis,


"kerempeng ya?" Azkar langsung mendorong Athala ke tempat tidur dan dia di atasnya, Azkar melepaskan kaosnya,


"masih kerempeng?" wajah Athala memerah melihat Azkar yang tidak memakai pakaian dan memperlihatkan dada bidangnya,


"pergi sana, dasar gila!" Athala mendorong Azkar ke luar kamar,

__ADS_1


"hehehe" Azkar tertawa kecil di depan kamar Athala,


"paman kenapa?" Reva muncul sambil memeluk sebuah boneka (dulu milik Athala waktu kecil),


"nggak pa-pa, Reva kok belum tidur?" Azkar mengendong Reva yang mulai menguap,


"habis adik tidur duluan, aku nggak bisa tidur juga" Reva mengucek matanya,


"bagaimana kalau tidur dengan paman?"


"iya" Reva memeluk leher Azkar dan Azkar membawanya ke kamarnya,


Azkar meletakkan Reva di tempat tidurnya dan mengusap pelan kepala Reva,


"paman, kenapa aku merasa kalau kamu itu adalah Daddyku" Reva berbicara dengan mata tertutup, Azkar hanya tersenyum dan ikut berbaring ke tempat tidurnya,


Paginya, Athala terbangun dia hanya melihat Rava yang duduk di ruang tamu sambil membaca buku,


"heh?" Rava hanya menatap datar Athala,


"sikap macam apa itu?" Athala mengerutkan keningnya,


"emmm?" Rava berdiri dan berjalan menuju ke kamar Azkar, dilihatnya Reva tidur sambil memeluk Azkar, Rava tersenyum kecil dan berjalan menuju tempat tidur dan melompat,


"BANGUN PEMALAS!!!" Rava melompat-lompat di atas kasur, Azkar langsung terbangun begitu juga Reva,


"AVA BODOH!!" Reva melemparkan batal pada Rava dan langsung dihindari juga,


"kamu ini benar-benar sangat jahil" Azkar menggaruk tengkuknya, Rava hanya tersenyum,

__ADS_1


"dasar bersikaplah lebih baik lain kali!" Athala berdiri di depan pintu sambil melihat apa yang baru saja di lakukan Rava,


"kenapa kau juga berbicara seperti itu pada anakmu?"


"terserah akulah, mereka anakku bukan anakmu!" Athaal berbicara ketus dan pergi,


"paman kenal mommy dari kapan?" tanya Rava sambil duduk di samping Reva,


"dari kecil, sebelumnya dia adalah anak yang sangat manis dan ceria, tapi setelah kematian ibunya dia jadi seperti itu dingin dan ketus"


"lalu paman kemarin yang di panggil kakak itu?"


"dia kakak seayahnya"


"ibu yang meninggal itu ibu tirinya?"


"iya, Atta sangat menyayanginya, dia tau kalau bibi Rina bukan ibunya saat dia diculik oleh orang-orang payah itu"


"siapa yang pernah culik mom?" tanya Reva sambil mendekatkan wajahnya pada Azkar, Azkar mendorong wajah Reva agar menjauh,


"aku tidak terlalu peduli sih dengan yang lainnya, tapi dalangnya adalah cewek yang bernama Miria Mirai" jelas Azkar,


"lalu apa kau tau siapa Daddy kami?" ucap Reva bersemangat,


"aku Daddy kalian, apa kalian percaya?" Azkar berdur dan keluar dari kamarnya, Reva dan Rava saling memandang dan tersenyum,


"percaya" ucap Reva dan Rava bersamaan, Azkar langsung berhenti di depan pintu kamarnya dan memandang kebelakang, Reva dan Rava langsung memeluk kaki Azkar sambil tersenyum manis,


Happy Reading 📖 Everyone

__ADS_1


Don't forget to like 👍 and comment 👄


__ADS_2