Si Gadis Dingin

Si Gadis Dingin
S2 Bab 28


__ADS_3

Athala melahap makanan yang sudah disiapkan di depannya, Azkar hanya menatapnya sambil tersenyum geli,


"kenapa?" tanya Athala ketus,


"makannya jangan comot!" Azkar mengelap sisa makanan yang tertinggal diujung bibir Athala, wajah Athala langsung memerah karena malu,


"hey, gadis dingin ku!" panggil Azkar karena Athala terus menunjukan kepalanya,


"apa!" sahut Athala tanpa mengangkat kepalanya,


"huh!" Azkar langsung mengangkat dagu Athala dan menciumnya, Athala terkejut dan mendorong jauh wajah Azkar,


"kakak! jangan seenaknya gitu dong, ini kan ditempat umum!" Athala langsung berdiri dan meninggalkan Azkar sendirian, ia pulang dengan naik taksi, tidak peduli lagi dengan Azkar yang terus memanggilnya.


Azkar langsung membuka pintu kamar Athala, semenjak kembali ke Indonesia dia sama sekali tidak ingin disentuh sedikitpun oleh Azkar, padahal kalau di Jerman mereka terbiasa tidur bareng,


"Athala Freude!" Athala menoleh, Azkar sama sekali tidak pernah memanggilnya seperti itu,


"ka.. kak?" ini pertama kalinya Athala merasa takut denagn Azkar,


Azkar langsung mencium Athala yang berada ditempat tidur, dan terus melakukannya tanpa henti, Athala hanya menangis, Azkar benar-benar tidak seperti yang biasa ia kenal, Athala hanya menangis tanpa melakukan perlawanan.


Paginya Athala hanya meringkuk di balik selimut, badannya sakit semua karena ulah Azkar semalam, Azkar yang berada disamping Athala terbangun,


"Atta, maaf" Azkar mengecup kening Athala dan pergi dari kamar,


"aku sangat membencimu!" Athala benar-benar sangat membenci Azkar untuk saat ini, ia bangun dan segera mandi.

__ADS_1


—————————————————


Edward turun dari mobilnya, dia sekarang berada di depan rumah Athala,


"Atta kecilku aku datang!" Edward langsung masuk tanpa permisi, dilihatnya suasana rumah sangat sunyi, Azkar duduk di kursi tamu sambil membaca buku,


"Azkar, tumben kok sepi?" tanya Edward heran,


"Atta sedang marah" jawab Azkar singkat,


"kok bisa?"


"no comment!" Azkar menatap tajam Edward,


"kakak!" Athala turun dari atas,


"Atta kecil!" Edward langsung memeluk erat Athala,


"ada apa, kau sedang sakit?" Edward terkejut, padahal dia hanya memeluk Athala, kok Athala kayak kesakitan baget gitu,


"oh, gak pa-pa kok! kenapa kakak kesini?"


"Amel marah denganku, dia nglarang aku buat ketemu Eliosku, gara-gara semalam....., ya tau kan kamu!" Edward meringis pada Athala,


"oh" jawab Athala,


"kok gitu sih! kamu juga kenapa marah dengan Azkar?" ucap Edward penasaran,

__ADS_1


"nggak usah dibahas, aku ke kamar dulu!" Athala langsung masuk ke dalam kamarnya,


"oi Azkar! kamu lagi perang dingin sama Athala ya?" Azkar hanya menatap Edward tanpa membalas omongannya,


"hah, sebaiknya aku pulang aja deh" Edward melangkah keluar rumah Athala, dan segera pergi dan dengan mobilnya, menuju rumah Riko yang tak jauh dari sana.


Edward mengetuk pintu rumah Riko, tak lama Riko membukanya,


"oh, kak Edward!" Riko menyebutnya denang senyum khas miliknya,


"Riko, kamu tau nggak kalau Azkar dan Athala Langi berantem?"


"nggak tuh, soalnya kemarin kayaknya baik-baik aja, mereka jalan bareng ke mall" jelas Riko,


"begitu ya, tapi...."


"udah kakak kayaknya juga lagi ada masalah, kakak pulang aja selesain masalah kakak!"


"kamu usir aku?"


"nggak gitu, tapi nanti kalau kakak nggak segera selesain masalah kakak, Amel tambah marah"


"baiklah, aku pergi dulu ya!" Edward masuk ke mobilnya dan segera melaju menuju ke rumahnya.


"sebenarnya Azkar, meniduri Athala kemarin malam!" ucap Riko, dia lalu masuk ke dalam rumahnya.


Bandara,

__ADS_1


Athala segera check-in ke pesawatnya, hari ini dia memilih untuk pergi dari lndonesia menuju ke Amerika,


"nggak usah cari aku, maaf kakak, Riko, Indra, Amel, Elios kecil, dan orang yang paling disayangi dan benci Azkar" Athala berangkat meninggalkan Indonesia.


__ADS_2