
"haaaaah, bosan banget! seharusnya aku ikut Athala aja sekolah!" Azkar merebahkan dirinya ditempat tidur,
"nanti Athala pulang ajak jalan aja ya?" gumam Azkar,
Azkar beranjak dari tempatnya, lalu meraih ponselnya dan menelpon Riko,
"hallo sayangku!" teriak Riko,
"nggak usah kayak gitu deh!" Azkar menatap Riko yang cengar-cengir,
"mau bicara sama Edward nggak, ini Edward ada disebelah!"
"terserah! aku bosen, Athala baru aja satu jam yang lalu berangkat sekolah!" Azkar kembali merebahkan badannya di tempat tidur,
"hey, Edward sini, Azkar mau ngomong nih!"
"hey Azkar!" sapa Indra,
"hello adik ipar!" sapa Edward juga,
"kayaknya tadi Riko panggilnya Edward kok kak Indra juga ikut nongol!" Azkar heran,
"kami kan satu paket, kamu tau nggak Edward baru jadian sama Amel adikku!" Indra cengar-cengir
"eh, ternyata selera Edward itu gadis kecil ya?" Azkar tersenyum jail pada Edward,
"diem, atau aku nggak bakalan restuin kamu sama adik aku!" ancam Edward,
"bercanda kakak ipar" Azkar lalu tertawa,
"udah lama banget kita nggak bicara kayak gini, Azkar waktu pulang nanti kita beneran harus sering ngumpul bareng!" kata Indra bersemangat,
__ADS_1
"aku kangen sama Athala kecil" ucap Riko sambil cemberut,
"nggak usah kangen-kangenan gitu, Atta itu milikku!" sahut Azkar sebal,
"hahaha, posesif banget kamu!" ejek Edward
ting-tong( bunyi bel rumah)
"eh, kayaknya ada orang datang aku matiin dulu ya, bye!" Azkar menutup teleponnya,
Azkar segera berlari menuju ke pintu depan,
"iya siapa?" tanya Azkar,
"hehehe, it's me!" kata Athala sambil menjulurkan lidahnya,
"hah dasar! kenapa nggak langsung buka?" Azkar masuk ke ruang dengan sebal, sedang Athala hanya cekikikan di belakangnya,
"tepon sama Riko!" balas Azkar singkat,
"tumben udah pulang?"
"gurunya nyuruh pulang gitu aja!" jelas Athala,
"oh gitu!" Azkar menuju ke dapur untuk masak,
"kakak mau masak? sini aku bantu!" Athala berlari kecil di belakang Azkar,
Mereka masak bersama dan saling membagi tugas, sehingga mereka jadi cepat selesai. Setelah selesai Azkar mengajak Athala untuk jalan-jalan bareng,
"iya bentar aku mandi dulu" Athala segera ke kamarnya untuk mandi,
__ADS_1
Setelah semua siap, Azkar dan Athala berkeliling kota dengan berjalan kaki. Mereka mengunjungi berbagai tempat wisata termasuk Holstentor atau gerbang Holsten, sebuah gerbang yang dibuat dari batu bata merah dengan didesain Ghotik di kota Lubeck, Holstentor bukan hanya sebuah gerbang, tapi sebenarnya adalah benteng.
Azkar dan Athala berkeliling, mereka juga mengambil foto bersama, setelah puas mereka lalu pulang karena hari sudah menjelang malam.
"wah senangnya!" Athala merebahkan dirinya di kamra Azkar,
"kenapa masih di kamarku? buruan balik ke kamarmu sendiri!" perintah Azkar,
"kak, apa kamu nggak merasa aneh?" tanya Athala,
"aneh gimana?" Azkar mengerutkan keningnya,
"sifat kita tertukar, biasanya kamukan yang sering bersemangat kayak gini, sedang aku bersikap cuek" Athala melompat-lompat di tempat tidur Azkar,
"hah, buruan balik ke kamarmu sana!" Azkar menarik tangan Athala, Athala sekarang berada di pelukan Azkar, wajah mereka hanya berjarak beberapa centi saja, Azkar tersenyum misterius dan langsung mencium Athala, Athala pun membalasnya.
"em, kakak!" Athala mulai merasa tidak enak, Azkar masih menciumnya, karena kesal Athala langsung mengajak kaki Azkar,
"aduh!" Azkar mengaduh kesakitan,
"rasain!" Athala menjulurkan lidahnya dan pergi,
'begini baru mau pergi' batin Azkar.
Setelah itu Azkar mulai mau sekolah dengan giat, sepertinya mereka berdua akan terus tinggal di Jerman bersama.
Terima kasih untuk pembaca setia๐,
Author pengin novelnya sampai sini๐, kalau bisa lain waktu saya buatkan untuk S2 nya,
Sekian dan terimakasih banyak.๐๐
__ADS_1