
“Ava beneran?” Reyhan memegang tangan Rava, Rava hanya tersenyum tipis dan merangkul pundak Reyhan,
“ayo, aku benar-benar bosan!” Rava menarik tangan Reyhan menuju ke kamarnya,
“lagi-lagi dia mau merebut Ava dariku!” Reva geram melihat Reyhan dan Rava bareng,
“siapa suruh kamu ngajakin berantem Rava duluan, jadi dia memilih Rey!” kata Arjun dengan nada judes,
“Jun jangan gitu dong, bicara sedikit lembut ke Reva” Elios tersenyum kaku,
“Jun bisa nggak sedikit akur sama si kembar, sama Rava dingin, sama Reva judes banget!” Indra menatap kesal putranya itu, Azkar hanya menahan tawanya,
“makanya punya anak tuh gini penurut” Azkar memeluk Reva dan mengusap pelan kepalanya,
“dad bisa aja”
_____________________________________
“wah, gimana ini?” Reyhan kewalahan menghadapi banyak musuh di dalam game yang dimainkanya, Rava melihat Reyhan lalu menghampirinya,
“gini nih caranya” Rava mengajarkan cara bermainnya pada Reyhan,
“oh gini ya?” Reyhan lalu bermain tanpa bantuan dari Rava, tak lama kemudian…..
“YEAH!!! AKU MENANG!!!” Reyhan melonjak kegirangan, dia lalu memeluk Rava dari belakang, Rava yang sedang memaca uku menoleh dan mentap Reyhan,
“segitu senengnya ya?”
“tentu dong, biasanya aku hanya mainin permainan yang diberikan oleh kak Os dan kak Jun”
“begitu ya?”
__ADS_1
“Ava dulu orang yang seperti apa sih?” Reyhan mentap Rava heran,
“aku orang yang nggak terlalu peduli dengan keadaan sekitarku, bahkan biasanya dengan Ev pun aku nggak peduli” jelas Rava,
“kamu itu dingin anget ya? Seperti kak Jun”
“Jun itu leih kearah cuek”
“emang apa bedanya dingin dan cuek?”
“kalau aku jelasinpu, kamu nggak akan faham”
“Ava jahat banget, nggak mau jelasin ke Rey!” Reyhan berjalan keluar dan pergi meninggalkan Rava sendirian,
___________________________
Azkar dan yang lainnya berkumpul
“hey, Azkar kau nggak punya niat gitu buat nikah sama Athala, lagian kalian juga udah punya anak bareng” Indra menatap Azkar yang dari tadi tenang seperti aliran sungai,
“lagian pasti Atta juga nggak mau” kata Azkar acuh,
“sejak kapan kau jadi mirip Atta kayak gini?” Edward menatap bingung Azakr yang tingkahnya jadi mirip Athala gini,
“aku benar-benar nggak mau kok!” jawab Athala singkat,
“bisa dilihat kalau sebenarnya kalian itu masih saling mencintai” Riko berkata dengan santainya,
“nggak!” Azakr dan Athala menjawab barengan,
“tuh kan, apa kubilang”
__ADS_1
“Riko, kau jangan mengada-ada!” Athala mentap tajam Riko,
“nggak2 , aku bercanda kok!” Riko memuang mukanya, karena tidak nyaman di tatap seperti itu oleh Athala,
“dad” Rava menghampiri Azkar,
“oh, ada apa?” Azkar menatap Rava,
“apa dad lihat Rey? Dia pergi gitu aja, mungkin karena dia marah denganku”
“memang apa yang kau lakukan?”
“semua yang kulakukan sepertinya hanya membuat orang lain marah saja, kalau tidak tau kau pergi dulu” Rava pergi begitu aja,
“dia bicara kayak gitu, tapi mukanya datar-datar aja ya?” Edward tersenyum,
“Ed, apa Amel nggak marah kamu tinggak pergi kesini?” tanya Indra pada Edward,
“tenang aja kakak ipar, dia nggak akan marah, karena dia lagi ngumpul juga sama teman-temanya” Edward lalu mentap kesal ke Indra,
“nggak usah gitu juga kan?”
Athala hanya tersenyum melihat tingkah mereka, mengigatkanya dengan kenagan di masa lalu,
“kenapa? Kau pasti merasa seperti kembali ke masa lalu kan?” Azkar berbicara pada Athala,
“jika kau tidak pergi, mungkin tidak akan terasa seperti ini” lanjut Azkar.
Happy Reading 📖
Don’t forget to like 👍 and comment 👄
__ADS_1