Si Gadis Dingin

Si Gadis Dingin
Bab 19


__ADS_3

"hahahhahaha" Athala tertawa terbahak-bahak mendengar penjelasan Indra,


Indra terkejut melihat Athala tertawa, selama ini dia nggak pernah sekalipun melihat Athala seperti itu,


"woi, jangan liatin Athala kask gitu!" Azkar menjitak kepala Indra,


"nggak usah kayak gitu juga kan" Indra mengelus-elus kepalanya sendiri,


"kak Indra emang pertama kali ini ya liat Athala ketawa?" Athala mengedipkan sebelah matanya sambil menjulurkan lidahnya,


"nggak usah sok centil gitu!" Azkar sebal melihat tingkah Athala pada Indra,


"hahaha, kak Martin cemburu ya?" Athala sekarang malah mengoda Azkar yang sedang merah dengan mencolek lengan Azkar,


"kak Martin?" Indra bingung mendengar panggilan Athala untuk Azkar,


"oh, itu panggilan istimewa, namanya kan Azkar Martin jadi aku panggil kak Martin deh" jelas Athala pada Indra,


"nggak usak nanya-nanya lagi!" Azkar menarik Athala ke pelukannya,


"kenapa cemburu ya?" Athala tersenyum manis pada Azkar,


Azkat memalingkan mukanya dari Athala, tentu saja dia cemburu karena Athala terlalu banyak bicara dengan Indra, biasanya kan sifatnya dingin gitu sama orang lain.


—————————————————


Athala berjalan sendiri di gang gelap, entah kemana perginya Azkar katanya tadi hana sebentar tapi ternyata lama banget, tiba-tiba seseorang memukulnya dari belakang dan membawanya pergi.

__ADS_1


Athala terbangun di sebuah gudang tua, dia terkejut melihat Tasya dan teman-temannya ada disana,


"kalian belum kapok juga ya gangguin aku!" Athala menatap dingin mereka semua,


"dalam keadaan seperti ini kamu masih berani memberontak ya?" seseorang keluar dari tengah-tengah teman-teman Tasya, Athala terkejut melihat siapa orang itu,


"Miria!" Athala tidak percaya dengan apa yang dia lihat, selama ini Miria selalu baik dan perhatian kepadanya, ternyata dia bos dari semua masalah ini,


"kenapa terkejut begitu? tidak percaya?" Miria mendekati Athala dan mengangkat dagunya, Athala sontak memalingkan mukanya agar tangan koyok itu tidak menyentuhnya,


"gue sudah menyelidiki semua hal tentang lo, ibu lo mati bunuh diri dihadapan lo, yang aku tau dia mati bukan karena tekanan dari keluarganya melainkan dari lo!" Miria tersenyum sinis dan matanya menatap dingin Athala,


"apa...maksud..mu?" Athala terkejut mendengar perkataan Athala,


"wah, sepertinya keluargamu tidak tega mekatakannya padamu, biar aku ceritakan......"


/Flasback fiveteen years ago.......


August hanya diam saja tidak menjawab, Rina terus mendesak August untuk mengatakan padanya siapa bayi perempuan yang ada di gendongannya itu,


"dia anak dari wanita yang tidak sengaja aku temui di klub malam itu" August menundukkan wajahnya, Rina terkejut mendengar perkataan August,


"dia anak harammu, beraninya kau membawanya kemari" Rina mulai meneteskan air matanya,


"wanita itu tidak mau mengurusnya, dia ingin membunuh anak ini. Bagaimana aku seorang ayah tega melihat putriku sendiri dibunuh" August mencoba menjelaskannya pada istrinya itu,


"aku tidak mau tau, aku tidak mau membesarkan anak dari wanita lain itu!" air mata Rina mulai deras membasahi pipinya,

__ADS_1


"aku mohon Rina, ku mohon!" August memohon pada Rina,


Edward kecil menghampiri kedua orang tuanya itu, dia lalu mendekati August,


"apa itu adik Ed?" Edward kecil mencoba meraih tangan bayi perempuan itu,


Edward lalu menoleh melihat ibunya, lalu Edward mendekati ibunya itu,


"mama kenapa nangis, mama seharusnya sebagai dong, Ed sekarang punya adik kecil yang manis" Edward tersenyun manis pada ibunya itu,


Flasback end/


Athala terkejut mendengarkan cerita dari Miria, Atjala menagis,


"wah teryata si gadis dingin ini bisa menangis juga ya?" Miria tersenyum sinis pada Athala, dia lalu menghujani Athala dengan tamparanya,


"lo merebut Azkargue"


"lo buat semua cowok tergila-gila sama lo!"


"lo pikir murid baru bisa seenaknya gitu!"


Semua orang itu mencemooh Athala, Athala tidak menghiraukan mereka, perlakuan mereka tidak seberapa dibanding rasa sakitnya, teryata dia adalah anak haram ayahnya itu, Athala menangis tanpa bersuara.


BRAK!!!


Azkar mendobrak paksa pintu gudang itu, semua cewek itu terkejut melihat kedatangan Azkar termasuk Miria, mereka ketakutan melihat wajah Azkar yang sangat menakutkan karena amarahnya.

__ADS_1


Selamat membaca 📖 Semoga pembaca suka 😊


Jangan lupa like 👍 favorit ❤ dan komentar 👄


__ADS_2