
Azkar menatap putranya itu dengan kagum, walau berkesan cuek, ternyata dia juga bisa cemburu terhadap orang lain,
"bisa cemburu juga ya kau ini"
"siapa yang cemburu, dad jangan mengada-ada deh!" Rava memalingkan mukanya,
"kalau cemburu bilang aja, Ray itu polos dan nggak peka" ucap Arjun santai,
"udah ku bilang, AKU NGGAK CEMBURU!!!" Rava menaikkan suaranya,
"nggak usah marah-marah gitu, lagian punya saudar angkat kayak Rey pasti seneng juga kan?" Elios menatap lembut Rava dan tersenyum,
"em, kau siapa ya?" Rava menatap datar Elios,
"bukannya kamu udah pernah panggil aku ya?"
"bum tuh, kapan?"
"sepertinya yang perlu dipertanyakan IQ nya itu kamu deh!" Elios menatap kesal Rava,
"nggak², aku ingat kok, kak Eli" Rava tersenyum ceria, Athala yang tidak sengaja melihat itu, langsung teringat dengan wajah Azkar,
Flashback,
"Atta, kalau besar nanti Atta mau menikah dengan siapa?" tanya Azkar,
"Atta akan menikah dengan kak Ed!!" jawab Athala kecil antusias,
"itu nggak boleh, kita saudara kan?" Edward mengelus pelan kepala Athala,
"kalau begitu Atta akan menikah dengan kak Martin" Athala tertawa riang, melihat itu Azkar juga ikut tertawa,
Flashback end.
"Ava, bisa nggak kamu bersikap seperti ini terus, mom sangat menyukainya" Athala mengelus rambut Rava, Rava diam terpaku, ini pertama kalinya Athala bersikap lembut padannya,
"Hem" Rava langsung memeluk leher Athala,
__ADS_1
"dasar anak manja" Athala tersenyum,
"mom, aku juga pengen peluk!" Reva keluar dari kamarnya dan memeluk Athala dari belakang,
"sejak kapan kalian ini jadi anak manja?" Reva dan Rava hanya menanggapi omongan Athala dengan senyuman mereka,
"Rava, kamu jangan panggil aku 'kak Eli', nggak pantes banget buat aku!" Elios melipat kedua tangannya di dada,
"kan manis banget" Reyhan tersenyum,
"sikap kalian ini benar-benar kekanakan sekali!" Arjun menatap mereka datar,
"Arjun, jangan begitu dong" Reva menarik tangan Arjun, Arjun hanya menatapnya saja,
"aku lebih tua darimu, sedikit sopan lah!"
"Kak Jun" Reva tersenyum pada Arjun, Arjun langsung memalingkan mukanya dari Reva,
'manis' batin Arjun,
"kak Jun kenapa?" Reva menatap Arjun yang memalingkan mukanya,
"wah, kak Jun senyum"
"benarkah? Jun senyum?"
"orang datar itu bisa senyum juga ternyata!"
"Ava kok gitu sih, kak Jun ganteng banget lho, nggak kayak Ava yang jelek!"
"kamu bilang aku jelek? oke, nggak usah bicara denganku selama seminggu ini!" Rava memalingkan mukanya sebal,
"okey, fine!"
"remember your words (ingat kata-kata mu)!"
"apa kalian ini sedang bertengkar?" Reyhan menatap si kembar itu,
__ADS_1
"udah, biar mereka selesaikan masalah mereka sendiri!" Arjun menarik Reyhan menjauh.
_____________________________________________________________
"apa nggak pa-pa, biarin mereka berantem gitu?" Edward menatap Athala,
"mereka udah sering berantem kok, nggak masalah!"
"kamu nggak khawatir apa kalau mereka baku hantam?" Azkar mengerutkan keningnya,
"kalau Athala bilang nggak pa-pa, berarti nggak masalah" Indra membalas santai omongan Azkar,
"tapi kayaknya tenang banget gitu, denger suara anak-anak bermain, damai rasanya" ucap Riko sambil tersenyum,
"ayah"
"Rey, ada apa?" Riko mengusap pelan kepala anaknya itu,
"Ev dan Ava nggak mau damai, mereka bertengkar terus, kan jadi nggak bisa main bareng" Reyhan berbicara sambil menundukkan kepalanya,
"kan masih ada kak Os dan kak Jun"
"mereka kan, nggak seumuran dengan Rey, mereka juga nggak terlalu suka kalau Rey ajak main"
"habis, Rey juga mainnya gitu-gitu aja, kekanakan" Arjun datang dan langsung menyahut,
"tuh kan, kak Jun bilang gitu, kalau Ev atau Ava nanggapinya nggak gitu"
"Rey!" Rava datang menghampiri Reyhan,
"Ava ada apa?"
"ikut aku, mereka benar-benar membosankan!"
"kita mau kemana?" Reyhan menatap bingung Rava,
"kan Rey bilang mau diajarin main game di laptop, ayo ku ajarin" Rava tertawa.
__ADS_1
Happy Reading 📖
Don't forget to like 👍 and comment 👄