
Athala bangun pagi-pagi sekali, kerena hari ini hari Minggu jadi Athala ingin pergi jalan-jalan,
"hey, mau kemana kau?" Edward keluar dari kamarnya dan mendekati Athala,
"aku mau jalan-jalan, bye" Athala berjinjit dan mencium pipi kakaknya itu,
"dasar, bagaimana jika Azkar tau dan dia cemburu?" Edward lalu pergi ke dapur, dan.....
"ATHALA....., kamu nggak masak lagi!!" Edward sangat sebal dengan adiknya itu,
——————————————————
Athala sudah di depan rumah Azkar, dia lalu mengetuk pintunya,
"oh, Athala silakan masuk" Anna tersenyum senang melihat Athala yang berada di depan rumahnya,
"makasih Tante" Athala lalu masuk ke rumah itu,
"Azkar nya mana?"
"oh bentar ya?"
Anna naik ke lantai atas dan masuk ke kamar Azkar, ternyata Azkar masih mandi, Anna lalu terpikirkan sesuatu yang sangat bagus,
"Athala naiklah" Anna melambaikan tangannya dari lantai atas, Athala hanya menuruti kata-kata Anna,
Athala lalu masuk ke kamar Azkar dan ternyata Athala malah lihat Azkar yang baru selesai mandi,
'dasar tante Anna, pasti dia kerjain aku!' batin Athala ,
Saat itu Azkar menoleh dan melihat Athala ada di kamarnya dan teryata Azkar hanya menoleh tanpa merasa malu karena dia hanya menggunakan handuk untuk menutupi tubuhnya,
"kenapa wajahmu merah gitu?" tanya Azkar sambil mencari baju yang cocok untuk pergi jalan-jalan dengan Athala,
__ADS_1
"cepetan pakek baju sana?" kaya Athala sambil memalingkan mukanya,
"kenapa kamu Terpesona dengan otot tubuhku ini?" kata Azkar sambil mendekati Athala,
"berotot apanya, kerempeng kayak gitu"
"heh" karena merasa malu Azkar langsung memakai bajunya,
Tak lama kemudian Azkar turun ke bawah dengan Athala, mereka lalu langsung pergi untuk jalan bareng alias kencan, mereka memilih kencan di taman kota,
"kak Martin, beli es krim yuk" ajak Athala begitu turun dari mobil,
"baiklah" Azkar mengacak-acak rambut Athala,
"ih, kan rambut aku jadi berantakan" mereka lalu tertawa bersama,
Azkar lalu pergi ke penjual es krim bersama Athala, setelah membeli es krim mereka duduk di bawah pohon,
"Athala, kamu nggak akan pernah ninggalin aku lagi kan?" tanya Azkar tiba-tiba,
"emang kapan aku pernah ninggalin kakak?"
"haha, jadi kakak sudah tau kalau itu aku?"
"kenapa nggak bilang dari awal?"
"you stupid"
"Atta, kamu berani ngatain aku bodoh ya"
Azkar menghabiskan waktunya bersama Athala, dia tidak pernah merasa sebahagia ini sebelumnya,
"Athala, dulu kamu tinggal dimana?"
"dekat rumah lama kamu"
__ADS_1
Azkar terdiam sejenak, lalu...
"aku boleh tanya sesuatu nggak?"
"apa? tanya aja" Athala menatap Azkar dengan penuh tanda tanya,
"ibu kamu...."
PLAK!!!, Athala menampar Azkar tiba\-tiba, tentu saja Azkar terkejut,
"aku mau pulang!" nada bicara Athala kembali menjadi dingin,
"Atta, biar aku antar!" Azkar mulai khawatir karena Athala bersikap seperti itu,
"nggak perlu!" Athala pergi meninggalkan Azkar seorang diri,
"maafin aku Athala, aku sebenarnya bermaksud bertanya dimana makam ibu kamu" Azkar bergumam sendiri, dia lalu duduk sendirian, tak lama kemudian hujan turun dan seakan mewakili perasaan Azkar,
DUAAAR!!!, petir menggelegar Athala ketakutan, kalau begini dia sebaiknya terus bersama Azkar,
"kak Martin, cepetan kesini, aku takut!" Athala menutup kedua telinganya,
Di tempat Azkar, Azkar hanya terdiam di tempatnya, petir menyambar dengan suara kerasnya, tiba-tiba Azkar teringat sesuatu, Azkar langsung pergi.
"ATTA, dimana kamu?" Azkar berteriak mencari Athala, dia sangat panik, Athala takut dengan petir,
"dasar gadis bodoh, dimana kamu?" Azkar menoleh kebelakang, dia melihat Athala bersembunyi di pojokan rumah orang, Azkar lalu menghampirinya,
"gadis bodoh, hanya bisa membuat orang khawatir aja" Athala melihat Azkar, dia lalu langsung memeluk Azkar dengan erat,
"kamu yang bodoh, lama!"
"sorry princees" Azkar membuang payung yang dibawanya dan membalas pelukan Athala.
__ADS_1
Selamat membaca 📖 Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan 😩
Jangan lupa like 👍 favorit ❤ dan komentar 👄