
"apaa kau tahu sesuatu nyonya?"
"oh, anak di foto ini, terlihat mirip dengan anak temanku" kata Miria,
"bisa kau tunjukkan rumahnya?"
"di tinggal dia ......." Miria memberikan alamat rumah Azkar pada orang itu,
"terima kasih nyonya, saya permisi" orang itu masuk ke dalam mobilnya dan langsung pergi menuju ke rumah Azkar,
_______________________________
"membosankan sekali!" Reva mengacak rambutnya kerena frustasi,
"bagaimana kalau kita main PS, lawan tanding lah denganku!" tantang Reyhan pada Reva,
"siapa takut, ayo!!" Reva dan Reyhan menuju ke TV dan memasangkan alat PS, mereka lalu mulai bermain, Rava tersenyum melihat Reva yang sudah mulai mau dekat dengan Reyhan,
Ting tong, bel rumah berbunyi, Rava langsung berlari menuju ke pintu depan,
"sedang mencari siapa?" Rava membuka pintu,
"hallo tuan muda Freude?"
"kau...!!" Rava langsung menutup pintu dan menguncinya, orang itu adalah yang ingin memanfaatkan dirinya dan kakaknya,
"Rava siapa yang datang?" Azkar muncul dibelakangnya,
__ADS_1
"dad, orang itu datang lagi!" Rava gemetar ketakutan, Azkar terkejut melihat Rava yang ketakutan, tidak biasa dia seperti ini,
"siapa?"
"orang yang mau culik Ava dan Ev" Azkar mengendong Rava dan menenangkannya, tiba-tiba pintu rumah Azkar di dobrak paksa,
"maaf tuan, anak itu milik kami!" orang itu menatap tajam Azkar,
"oh, tapi dia adalah anakku!!" Athala turun dari atas,
"wah, nyonya Freude, lama tidak bertemu?"
"tuan besar Drako, lama tidak bertemu" Athala memasang senyum palsu,
"nyonya Freude, boleh aku meminjam dua anak jeniusmu itu?"
"wah, tuan putri galak sekali, adikmu saja cuma menatapku sudah tidak berani" Reva menatap tajam Drako,
"asal kau tau saja, kami tidak akan pernah mau ikut denganmu!"
"kalau begitu, aku akan memaksa kalian" Drako memberikan isyarat pada anak buahnya untuk membawa pergi Rava dan Reva, Azakr langsung menurunkan Rava dan menghadang anak buah Drako,
"cepat telpon anak buahmu Athala!!" perintah Azkar pada Athala,
"mana bisa kau menghadapi anak uahku yang sangat provesional ini!!" Drako menatap sinis Azkar, belum juga anak buah Drako menyerang, orang-orang berpakain serba hitam datang dan jumlah mereka lebih banyak mengepung anak buah Drako,
"Ivan kau cepat juga datang" Ivan menundukkan kepalanya memberi hormat pda Athala,
__ADS_1
"Ivan!!!" Reva langsung memeluk Ivan, tentu Ivan juga menyambutnya,
"Tuan muda Rava, kau baik-baik saja?" Ivan mengelus pelan kepala Rava, tapi Rava langsung menempisnya,
"kau seharusnya selalu sedia, bagaimana jika sesuatu terjadi denganku!!"Ravapergi menuju ke kamarnya dan menutup pintunya dengan keras,
"apa Rava tidak mau makan siang bersama?" Reyhan tersenyum, Reva hanya menatapnya datar,
'ni anak bisa baca situasi nggak sih?' Reva menatap Reyhan yang masih tersenyum,
"bibi Alta, ayo makan, paman Za juga"
"bibi Alta, panggilan macam apa itu?" Athala tersenyum kecut mendengar panggilan Reyhan untukknya,
"baiklah, ayo!" Azkar tersenyum pada Reyhan,
"kalau begitu saya permisi dulu, nyonya" Ivan menundukkan kepalanyan pada Athala,
"baiklah, tapi pastikan kau tetap siap sedia"
"baik, nyonya" Ivan berlalau pergi dengan anak buahnya,
Setelah itu Azkar seperti biasa menyajikan makanana dan mereka makan bersama dan melupakan kejadian yang baru terjadi, Rava juga terlihat sangat tenang.
Happy Reading
Don't forget to like and comment
__ADS_1
+vote