
Azkar masuk kedalam rumahnya bersama dengan Rava, Azkar menatap Rava sejenak terlihat sekali kalau Rava sangat lelah,
"kamu cepek banget ya, gimana kalau kamu istirahat dulu" Rava mengangguk, Azkar langsung mendekatinya dan menggendongnya,
Azkar memperhatikan Rava yang tertidur pulas,
'mirip aku sebenarnya, kalau orang lain mungkin ngiranya dia anak aku" Azkar mengelus rambut Rava dan pergi untuk mengerjakan urusan pekerjaan di ruang bacanya,
Saat Azkar akan menuju ke ruang bacanya bel rumahnya berbunyi, dia lalu langsung menuju ke pintu depan,
"hey Azkar, aku pengen liat anakmu dong" Riko tersenyum sambil melambaikan tangannya, di belakangnya terlihat ada Indra dan Edward, mereka membawa anak masing-masing,
"masuklah, tapi dia sedang tidur"
"paman, apa anak paman manis?" tanya Reyhan anak Riko,
"dia sangat manis seperti Rey" Azkar mengelus pelan kepala Reyhan,
Mereka semua berbincang-bincang di ruang tamu, dan anak-anak bermain,
"Paman" Rava keluar dari kamarnya sambil mengucek matanya, semua orang memandang Rava, Reyhan langsung berlari dan memeluknya,
"kamu Rava ka? aku Reyhan panggil aja Rey, ternyata benar kata paman Azkar kamu sangat manis" Reyhan menepuk-nepuk pipi Rava, Rava hanya menatapnya bingung,
"eh?" Rava tersadar dari situasi bingungnya dan langsung mendorong Reyhan menjauh,
"jangan dekat-dekat denganku!" Rava menatap sebal Reyhan, Reyhan berkaca-kaca dan mulai meneteskan air matanya,
"uwaaaa, nakutin banget" Reyhan berlari dan bersembunyi dibelakang Elios, anak Edward,
"kamu jadi orang kasar banget" kata Arjun, anak Indra,
__ADS_1
"so, I care?" Rava mendekati Azkar,
"siapa pengganggu-pengganggu itu?"
"hey kamu nggak boleh bilang kayak gitu, mereka anak teman-teman paman" Azkar tersenyum lembut,
"oh gitu, mana ponselku?" tanya Rava sambil mengulurkan tangannya pada Azkar,
"nih" Azkar mengambilkan ponsel di meja dan memberikannya pada Rava,
Rava berjalan sedikit menjauh, dia ingin menelpon Reva,
"ADIIIK, aku rindu kamu lo!!!" Rava langsung menjauhkan sedikit ponselnya,
"kapan kamu jemput aku kesini?"
"kayaknya belum bisa sekarang deh, soalnya mommy repot terus dan Ivan mengurus hal-hal.."
"eeeh, Av..." Rava langsung mematikan ponselnya, dan melemparnya ke sofa,
"itu masih beli tadi siang Lo, jangan di lempar-lempar!" Rava tidak menggubris dan berjalan duduk di tempat yang agak jauh dari mereka semua,
"paman Azkar, apa dia memang seperti itu?" tanya Reyhan,
"eng, aku juga nggak tau kepribadiannya yang sebenarnya" jawab Azkar,
"kepribadiannya mungkin sedikit mirip dengan Athala" balas Indra sambil merebahkan badannya,
"nggak usah ngomongin aku!" Rava berbicara tanpa menatap mereka sambil meraih buku yang ada di rak,
"eh? maaf" sahut Azkar sambil berjalan mendekati Rava,
__ADS_1
"ada apa sebenarnya?"
"Mommy sibuk dan Reva nggak bisa kesini, bodyguard kami juga sedang mengurus hal penting"
"kamu marah karena hal itu?"
"hemm!" Rava memalingkan mukanya,
"jadi masih lama kamu di jemput? cobalah berteman dengan mereka" Azkar menunjuk kearah anak-anak temanya,
"aku nggak terlalu suka berteman, aku juga nggak suka jadi pusat perhatian"
"tenang aja, kami ini teman yang setia lo" Reyhan langsung merangkul Rava dari samping,
"cih, anak kasar begitu, kamu masih mau berteman dengannya?" ucap Arjun dan langsung di tabok oleh Elios,
"Rey berteman dengan siapa aja" Reyhan tetawa senang,
"maaf, tapi aku nggak mau tuh berteman denganmu" Rava menyingkirkan tangan Reyhan dari pundaknya,
"kamu itu sebenarnya siapa sih"
"pengen tau banget ya kamu, lalu aku nggak mau ngasih tau kenapa?" Arjun langsung menarik kerah Rava, tapi Rava hanya tersenyum,
"aku ini anak umur 5 tahun lo, mau pukul juga" Rava tersenyum manis,
"nggak usah sok manis gitu" Arjun melepaskan cengkramannya,
"aku tidak suka sesuatu hal yang merepotkan, jadi sebaiknya kamu juga nggak usah cari masalah denganku" Rava tetap tersenyum, mengambil ponselnya dan pergi.
Happy Reading 📖
__ADS_1
Don't forget to like 👍 and comment 👄